Now Reading
Doa Orangtua, Pelindung Tanpa Batas

Doa Orangtua, Pelindung Tanpa Batas

Mommies Daily

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saya tumbuh dari keluarga yang minim komunikasi, minim pujian, walau nggak terlalu banyak tuntutan juga. Somehow sepertinya Bapak Ibu saya kebetulan sama-sama tipe susah mengekspresikan penghargaan dan rasa sayang. I stopped hugging and kissing my father until around 3rd grade. Lupa entah kenapa tahu-tahu stop. Rasanya saya mulai clash sama Bapak di usia sekitar itu. Sama Ibu malah entah kapan peluk-pelukan selain jaman masih digendong (gendong juga salah satu bentuk peluk, lho!). Paling hanya semacam formal hug dan cium tangan saat akan pergi keluar kota seperti kerja praktik atau dinas kantor, dan saat saya menikah.

Saat adik-adik saya mendapat perlakuan parenting yang berbeda, terbayang, kan, kalau ada momen di mana saya merasa galau saya anak kandung atau tiri ..haha. Did you ever feel that? Di titik itu relasi dengan orangtua dan keluarga makin merenggang.

Karena keluarga jauh di hati, otomatis saya merasa ada kekosongan. Pas saja masuk usia remaja, saya pengen banget punya pacar yang bisa isi kekosongan itu. Beberapa kali pacaran yang cinta monyet, sampe akhirnya kelas 3 SMP dapat pacar yang agak serius, bawaannya udah mikirin nikah *tepokjidat*.

Iya, itulah efek kalau anak nggak feeling fulfilled inside. Saya lihat-lihat kedua adik saya nampak lebih santai dari saya urusan pacar dan pasangan. Saya bahkan bisa kayak orang bingung kalau nggak punya pacar. Padahal adik-adik saya (sepertinya) nggak ambil pusing. Itulah kenapa saya punya pacar kayak berentetan ada terus, walau sebagian besar nggak serius. Cuma teman jalan, teman nonton, teman ngemal, teman ngobrol yang bisa jadi tempat curcol. Saya cuma tidak bisa merasa…kosong.

Kombinasi keadaan dan karakter anak seperti saya akan sangat berbahaya kalau ketemunya laki-laki yang jahat. Memanfaatkan perasaan hanya untuk seks misalnya. Atau bahkan bapak-bapak pervert beristri yang punya banyak uang untuk memanjakan anak usia SMP-SMA dengan imbalan tertentu. Apalagi anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi nggak ada dana ‘memanjakan’ anak. And I came from a family like that.

Selanjutnya: Pernahkah saya berjumpa dengan ‘orang jahat’?

Pages: 1 2
View Comments (5)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top