banner-detik
YUMMY MOMMIES

Motherhood Monday: Nia Umar, Perempuan Di Balik Berdirinya AIMI

author

nenglita06 Oct 2014

Motherhood Monday: Nia Umar, Perempuan Di Balik Berdirinya AIMI

Nia Umar, namanya tentu sudah nggak asing lagi buat para ibu, terutama yang aktif di dunia maya dan per-ASI-an. Kendati tampuk kepemimpinan AIMI ada di tangan Mia Sutanto, tapi peran Nia nggak bisa ditutup sebelah mata. Malah boleh dibilang, AIMI berdiri berkat Nia.

Cerita ihwal berdirinya AIMI pasti sudah banyak Mommies yang tau, ya. Selain sudah banyak beredar di berbagai media, Mommies juga bisa membacanya di buku Breast Friends, yang diluncurkan bertepatan dengan momen Hari Ibu tahun 2013.

Tapi kalau dituturkan langsung dari Nia Umar, saya bisa merasakan betapa passionate-nya Nia terhadap urusan yang satu ini :)

“Setelah dipikir-pikir, gue selalu terlibat dengan kerjaan yang sukarelawan gitu deh”.

Ketertarikan Nia terhadap dunia ASI, rupanya erat kaitannya dengan masa ia sebagai mahasiswi. Mundur ke beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum menikah, Nia  magang di YLKI –Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Saat magang di sana, Nia pernah ditugaskan sebuah pekerjaan yang membuatnya harus melakukan riset seputar Air Susu Ibu.

“Gue baru tau lho, oh ternyata ASI begini manfaatnya! Secara di keluarga gue, menyusui itu bukan hal yang biasa”

Apa Nia langsung menjadi lactivist?

Tidak. Beberapa tahun berselang, sahabat Nia, Nina (Fanina Andini) melahirkan. Nina bisa dibilang ‘klien’ pertama Nia. Nia, berbekal pengetahuan yang ia dapat dari buku dan pengalaman menyusui anak pertamanya, Najya Hani Assegaf, memberikan aneka nasihat pada Nina tentang menyusui. “Sekarang, gue udah jadi konselor laktasi kan, kalo inget apa yang gue omongin, duh, itu salah semua deh! Hahaha”.

Dari pengalaman itu, duo Nia dan Nina kemudian bertekad menyebarkan informasi tentang ASI seluas-luasnya. Caranya? “Nina bikin milis, gue yang bikin blog! Kita berdua invite-invite orang-orang yang kami kenal”. Ada yang pernah bergabung dengan milis ASI for Baby? Saya sih, gabung dulu. Inilah milis ASI cikal bakal AIMI.

Singkat cerita, milis ini mendapat banyak perhatian dan berkembang dengan cepat. Nia yang hobi blogwalking, menemukan satu blog seorang konselor laktasi dan mengundangnya ke milis. “Jadi ada yang ngomongin ASI dengan bener gitu, lho!”. Ibu itu adalah Mia Sutanto. Mbak Mia, yang juga pernah saya wawancara mengenai ASI, kemudian diajak Nia dan beberapa anggota awal milis untuk bertemu dengan dr. Oetami Rusli, dokter anak yang ‘galak’ banget sama pemberian ASI. Tak tanggung-tanggung, dr. Oetami di pertemuan pertama langsung mengajak Nia (dan beberapa member milis yang bergabung di kopdar) untuk membuat asosiasi ASI tingkat nasional.

AIMI_founder*Gambar dari sini

“Kita yang “haaah?”, gitu pas diajakin dokter Oetami. Tapi campur excited, sih!”

AIMI pun resmi berdiri tanggal 21 April 2007, dan sekarang sudah memiki cabang di 7 provinsi.

Selanjutnya: Nia dikenal publik sebagai konselor laktasi, jaim nggak ya sehari-hari?

nia-umar“Duh, nggak lah! Gue ya begini aja”

Sebagai seorang yang bekerja di belakang layar Mommies Daily, saya merasa harus menjadi ibu yang baik. Atau setidaknya, mungkin itu penilaian orang lain terhadap saya (GR ya, padahal siapa juga yang menilai? Haha). Saya pun penasaran, apakah Nia di kehidupan sehari-hari sama dengan apa yang kita lihat lewat tweet-nya atau yang ditulis media?

“Gue penginnya mencontohkan, nggak cuma ngomong. Makanya, ke mana-mana gue sering bawa anak, jadi gue bisa nyusuin depan orang lain. Menunjukkan bahwa menyusui itu nggak menghambat kegiatan..”

Saya pertama kali bertemu dengan Nia di acara Kasih Ibu, sebuah kelas untuk para calon ibu yang dilakukan Kemang Medical bekerjasama dengan AIMI. Di sana, sambil mengobrol dengan para ibu, Nia asik menyusui anak bungsunya, Nabil Hani Assegaf. Saya melihat para ibu yang hadir sedikit tercerahkan, bahwa menyusui itu tidak merepotkan :)

Lead by example. Saya setuju banget sih. Mengajarkan dengan cara menunjukkan kadang memang lebih efektif daripada sekedar kata-kata.

Apa itu sebabnya Nia sekarang hamil lagi anak ke tiga, supaya sambil keliling memberikan informasi ASI dengan lead by example? :D

“Haha, gue emang pengen punya anak 3”

Di kehamilannya yang ke tiga ini, Nia punya cita-cita: ingin melahirkan normal.

“Iya, katanya kan kalo belum melahirkan normal belum lengkap ya. Tapi sebenernya nggak gitu juga, ini hanya ambisi pribadi. Gue udah cek ke beberapa ahli, insyaallah bisa lahiran normal..”

Sebelum hamil, Nia sedang giat menjalankan hidup sehat. Kalau Mommies mengikuti Instagram-nya, Nia memang rutin melakukan yoga. Hal ini rupanya masih terus ia lakukan saat hamil. “Kata guru yoga gue nggak apa-apa, ya udah gue terusin aja. Lagian kan berguna juga buat melahirkan nanti”.

Menjadi founder AIMI tak membuat Nia lantas merasa dirinya sempurna sebagai ibu, “Gue masih sering kok ikut seminar-seminar parenting”. Alasannya tak lain adalah untuk menerapkan pola asuh yang sesuai untuk anak-anaknya. Biar gimana, keluarga kan sekolah pertama anak, begitu tuturnya.

Selanjutnya: Nia sebagai ibu tak perlu kita ragukan lagi perannya, bagaimana dengan perannya sebagai istri?

“Pertama kali tau tentang ASI, yang gue telepon adalah pacar! Gue nyerocos panjang lebar tentang ASI ke dia, “Jadi nanti kalo kita punya anak, nggak usah beli susu lagi! Ternyata nyusuin aja”, untung aja jadi suami beneran, kalo nggak gimana tuh? Hahaha..”

Nia dan suami, sama dengan pasangan suami istri lainnya. Berantem, baikan, bahkan jadwal couple time pun mereka atur sedemikian rupa agar hubungan pernikahan tetap harmonis. Nia, rupanya sangat menghargai suaminya yang mau turun tangan dalam pengasuhan anak.

“He’s a good father..”, begitu kata Nia memandang suaminya. Bahkan saat suami ikut memutuskan untuk bergaya hidup sehat –berhenti merokok, olahraga dan makan sayuran-, Nia sangat menghargainya. Menurutnya, tindakan suaminya itu bisa dijadikan contoh bagi anak-anaknya. Saya setuju deh, untuk urusan makan sayur terutama, ya, kita para ibu tau sendiri lah dengan makan anak yang kadang suka bikin gemas. Jika anak melihat contoh dari orangtua, akan lebih mudah membuat mereka melakukan kebaikan, kan? Dalam hal ini, makan sayur :)

nia_family*Foto dari Facebook Nia Umar

“Gue beruntung, punya privillege untuk bisa ngelakuin yang gue suka yaitu aktif di AIMI. Suami juga mendukung peran gue ini. Dia tau kali ya, gue bahagia jalanin ini...”

Begitu kata Nia ketika saya bertanya mengenai apakah suami protes dengan kesibukan Nia mengurus AIMI. Bentuk dukungan suami yang lain adalah, “Suami gue tuh sering banget nyebarin nomor handphone gue ke orang-orang hamil yang dia temuin. Temannya kek, atau bahkan pernah ke pelayan di coffee shop! Haha”.

Mendapat dukungan suami, nggak semata-mata membuat Nia semena-mena terhadap waktu. Urusan AIMI, menurutnya selalu diselesaikan di hari kerja. Saat anak-anak sekolah, Nia wira wiri ke sana ke mari, memenuhi tugasnya di AIMI. Entah itu memberikan konseling, bertemu dengan berbagai orang atau lembaga (bahkan pemerintahan) guna sosialisasi ASI, atau urusan bukunya yang baru saja diluncurkan minggu lalu. “Jadi kalau di rumah, ya udah, balik lagi ke keluarga”, kata Nia.

Mengenai buku, ini seru banget! Mungkin beberapa Mommies ada yang sudah tau ada memiliki bukunya, ya, buku berjudul Multitasking Breastfeeding Mama ini bercerita apa lagi kalau bukan ASI yang menjadi passion Nia.

“Buku ini udah direncanain sejak tahun lalu, sebelum lebaran. Terus gantung, karena gue nggak ada waktu buat ngerjain. Pas mau puasa kemarin, gue baru nyadar kok udah setahun idenya mengendap gitu aja. Akhirnya ngebut ngerjain, dan launching deh! Puas banget sama hasilnya..”

Kebetulan di hari itu, Nia membawa buku buat saya. Melihat bukunya, ih bagus banget! Ilustrasinya keren, covernya bagus, direkomendasi oleh AIMI pula! Iya lah, ya, secara yang nulis founder-nya AIMI, pastinya buku ini sangat layak dijadikan rekomendasi untuk para ibu menyusui atau mereka yang masih calon busui :)

Tak terasa, obrolan kami harus disudahi karena Nia harus menjemput 2 buah hatinya dari sekolah. Sebelum berpisah, Nia mengutarakan salah satu impiannya yaitu menyebarkan informasi ASI nggak hanya di sosial media atau dunia maya, tapi juga ke kalangan menengah ke bawah yang sekarang ini justru kurang informasi mengenai ASI. Ah, itu impian saya juga, lho Nia, bener deh!

Di tengah kehamilannya, saya memandang Nia sebagai sosok yang kuat dan inspiratif.  Energinya seolah tak habis-habis untuk menyebarkan kebaikan berupa ASI yang dimiliki oleh semua perempuan. Nia buat saya (dan saya yakin, bagi banyak perempuan lain) adalah sosok inspiratif. Saya akan menominasikan Nia di Women of Worth ah! Bagaimana menurut Mommies? Setuju kan?

Good luck atas semua perannya saat ini ya, Nia! Good luck juga untuk kehamilan dan semoga tercapai cita-citanya untuk melahirkan secara normal. Amin.

 

PAGES:

Share Article

author

nenglita

Rock n Roll Mommy


COMMENTS