Resiliensi, PR Lain Untuk Orangtua

1376061504051

Pertanyaan mengapa tidak mendukung pembelajaran anak dalam menjadi pemecah masalah yang baik. Sebaiknya gunakan pertanyaan bagaimana. Pertanyaan bagaimana dapat mengajarkan anak berbagai kemampuan.

  • Ajarkan anak untuk menjalin hubungan dengan orang lain

Ajarkan anak bagaimana cara mendapatkan teman, termasuk kemampuan berempati. Keluarga juga harus menjadi pemberi dukungan kepada anak saat mereka menghadapi kekecewaan dan rasa sakit secara emosional, dan pastikan bahwa saat di sekolah anak memiliki teman. Menjalin hubungan dengan orang lain dapat membuat social support dan menguatkan resiliensi

  • Tumbuhkan pandangan diri yang positif pada anak

Bantu anak mengingat bagaimana mereka menghadapi kesulitan-kesulitan di masa lalu dan jelaskan pada mereka bahwa tantangan-tantangan tersebut membantu mereka agar menjadi semakin kuat dalam menghadapi tantangan yang akan ada di masa depan. Bantu anak untuk dapat mempercayai dirinya sendiri untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan. Juga ajarkan anak untuk dapat melihat humor dalam hidup dan kemampuan untuk menertawai diri sendiri saat melakukan kesalahan

  • Biarkan anak membuat kesalahan

Sulit memang bagi orangtua saat melihat anaknya membuat kesalahan, tetapi itu dapat membuat anak belajar bagaimana memperbaiki kesalahannya dan membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

  • Bantu anak mengelola emosi mereka

Pengelolaan emosi adalah kunci dalam resiliensi. Ajarkan anak bahwa semua emosi tidak masalah untuk dirasakan. Juga ajarkan mereka bahwa  setelah merasakan emosi tersebut, mereka harus memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

  • Contohkan tingkah laku resilien

Anak belajar melalui observasinya terhadap orangtua, jadi usahakan untuk tampil tenang dan konsisten. Jangan sampai kita menyuruh anak kita untuk mengelola emosi mereka tetapi emosi kita malah tidak terkontrol. Ketika kita menghadapi masalah, juga tunjukkan bahwa kita tidak terpuruk dan dapat bangkit kembali

Mulai ajarkan resiliensi sejak dini yuk Mommies, agar terus terbawa hingga mereka dewasa :)


Post Comment