Apakah Tahap Merangkak Harus Dilalui?

crawling

Ketika merangkak dari satu tempat ke tempat lain, seringkali anak menggunakan pandangan jarak jauhnya untuk melihat ke depan dan tujuannya, kemudian bayi akan melihat ke tangannya untuk mengatur fokus matanya. Penyesuaian ini bagus untuk melatih otot mata dan meningkatkan penglihatan binokular, yaitu kemampuan untuk menggunakan kedua mata secara bersamaan yang berguna untuk membaca dan menulis.

Dalam kaitannya dengan perkembangan sosial-emosional, ketika anak mulai bergerak secara independen, ia memiliki kebebasan untuk menentukan tujuannya dan kesempatan untuk berhasil atau gagal dalam meraih tujuannya tersebut juga semakin banyak. Menetapkan tujuan dan keberhasilan/kegagalan dalam mencapainya, menumbuhkan rasa otonomi dan kepercayaan pada diri anak.

Selain itu, merangkak juga meningkatkan integrasi cross-lateral karena saat merangkak, sisi kanan dan kiri tubuh harus bekerja secara bersamaan.

Antara pihak yang mementingkan tahap merangkak dan tidak, ternyata ada satu persamaan pendapat, yaitu pentingnya tummy time (a.k.a tengkurap). Dengan banyaknya kasus Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), banyak ibu yang takut untuk menidurkan bayinya secara tengkurap, ketika mereka mecobanya bayi akan menangis karena tidak terbiasa sehingga para ibu tersebut akan menghentikan eksperimennya dengan alasan tidak mau memaksa sang anak. Padahal, tahun 2000 banyak organisasi SIDS di Amerika yang menambahkan istilah “Tummy to Play” dalam slogan “Back to Sleep” mereka karena semakin meningkatnya kasus kepala datar dan anak yang perkembangan motorisnya terlambat.

Bagaimana merangsang anak agar merangkak? Lihat di halaman selanjutnya, ya!