Family Friday: Christian Sugiono Dan Titi Kamal, Investasi Jangan Ditunggu-tunggu!

B1 ChristianSugiono TitiKamal Arjuna(1)

Bagaimana dengan peran orangtua? Dari dulu diajarkan untuk mengelola uang dengan baik nggak?

Tian: Kebetulan saya didik orangtua juga begitu. Ketika lulus SMA, kuliah di Jeman, sudah nggak dibayarin sama orangtua. Jadi sudah benar-benar cari makan sendiri sejak umur 18 tahun. Jadi saya benar-benar menghargai uang-lah. Ketika di usia yang cukup muda sudah punya pendapatan yang lebih, jadi kita nggak habiskan sekali waktu saja untuk senang-senang. Ya, mungkin ada yang mikir begitu, cari uang untuk senang-senang dulu, tapi kalau kita mikirnya justru untuk masa depan lebih dulu.

Pernah punya pengalaman salah pilih produk investasi nggak?

Tian : Ada. Itu sih pasti, ya. Mungkin kalau bahasa kasarnya, investasi bodong. Dulu kita pernah ditawarin investasi yang return-nya kenceng. Katanya, kamu nggak perlu kerja, duduk saja di rumah, tapi dapat duitnya banyak.

Saya sebenarnya punya prinsip bahwa, duit nggak mungkin bisa jadi banyak kalau kita nggak kerja. Tapi ini kenapa bisa beda begitu? Ya, tapi namanya dulu kita masih muda dan belum banyak tau informasi, jadi percaya saja. Ini memang investasi bukan dari bank, akhirnya sempat kita ikuti. Tapi, kok, hasilnya nggak seperti yang dijanjikan.

Bagaimana ketika menjalankan bisnis?

Tian : Ya, sama juga. Untuk bisnis juga pernah salah milih partner, karena kita dulu belum punya pengalaman. Tapi di umur sekarang, setelah sempat jatuh bangun, dan punya pengalaman, jadi banyak kasih pelajaran buat kita.

Tian dan Titi,  minta kiat kalian dong bagaimana caranya memulai investasi buat mereka yang baru ingin memulai. Pasangan yang baru menikah, misalnya…

Tian : Kalau menurut aku, sih, jangan ditunggu-tunggu. Langsung saja. Kalau sudah niat mau investasi, punya uang berapa pun, ya, mulai saja. Sisihkan saja sesuai kemampuan. Setelah gajian, kalau memang niat langsung dikerjain. Misalnya saya, 80% dari penghasilannya pasti masuk untuk investasi, dan 20% nya untuk kebutuhahan lainnya.

Ketika kita nunggu, uangnya akan habis untuk beli barang yang sebenarnya nggak tau untuk apa. Habis untuk nongkrong atau begaul, misalnya. Jadi, mulai saja investasi dengan pelan-pelan. Tapi jangan lupa pilih yang sesuai dengan profil kita. Misalnya, loe tipe yang agresif, dalam artian nggak apa-apa deh simpan uang yang banyak, dengan risiko tinggi, tapi return-nya besar. Atau tipe yang konsenvatif, pilih investasi pasti-pasti aja, dan bikin loe tenang dan nggak perlu panik. Nah, tipe orang kan beda-beda, tuh, tinggal disesuaikan aja. Jadi kalau menurut gue, itu aja, sih tipsnya, jangan nunda dan tentukan investasi yang sesuai sama profil elo sendiri.

Bagaimana dengan tuntutan gaya hidup, contoh kecilnya ganti-ganti gadget…

Tian: Wah, kalau untuk gadget aku sih nggak suka ganti-ganti, selama masih berfungsi dengan baik, ya dipakai terus.

Titi: Jadi memang yang efektif dan praktis saja, kita berdua memang membeli sesuatu bukan demi gengsi atau gaya.

—–

Jadi bagaimana? Setuju, dong, ya, kalau saya bilang pasangan ini memang pantas dijadikan role model untuk kita semua dalam hal berinvestasi. Meskipun masih muda, mereka sudah tau benar apa yang harus dipersiapkan untuk menyongsong masa depan. Nah buat Mommies yang baru saja menikah, baru punya anak, atau sudah beberapa tahun menikah, yuk segera berinvestasi!

 

 


Post Comment