Family Friday: Christian Sugiono Dan Titi Kamal, Investasi Jangan Ditunggu-tunggu!

tikam

Gimana, sih, cara kalian supaya tetap konsisten? Ya, namanya masih muda biasanya masalah paling besar itu kan susah menjaga konsistensi…

Tian: Memang begitu, sih. Tapi kalau gue, sih, mimpi aja dululah. Punya tujuan untuk apa loe investasi. Misalnya, pengen punya rumah, dua tahun lagi. Nah, kan akan ketemu angkanya, tuh, setelah itu baru deh diperhitungkan. Misalnya punya target untuk mencapainya dalam jangka waktu 2 tahun, kalau memang ternyata pada bulan ke-6 sudah mulai nggak disiplin, berarti targetnya dan impian bisa mundur. Nah, kalau menurut aku sih memang tergantung niat, sebesar apa niat loe untuk mendapatkan barang atau impian. Jadi itu juga bisa memotivasi diri kita sendiri untuk berhasil.

Seperti apa sih bentuk investasi yang kalian sudah lakukan selama ini?

Tian: Kalau saya memang selama ini lebih banyak investasi ke properti, bentuk aset, tanah, rumah, villa, apartemen. Selain di properti, hasil kerjaan, uangnya juga kita puterin untuk bisnis. Saat ini sudah ada beberapa bisnis yang kita jalanin, kalau saya ada online, production house, restoran..

Bagaimana dengan Titi?

Titi: Sama juga, sih. Kalau saya sekarang menjalankan beberapa bisnis, ada katering, salon, restoran, dan ada investasi properti juga. Produk bank juga ada, seperti reksa dana dan saham lainnya.

Nah itu kan investasi yang pribadi, kalau investasi bersama bagaimana?

Tian: Ada juga, seperti investasi properti villa, dan restoran. Sebenernya yang kami bilang tadi itu ada juga yang investasi bersama. Nggak semuanya investasi pribadi.

Awal mulai investasi kan masih muda, sempat bingung nggak, sih, menentukan investasi yang tepat?

Tian: Saya termasuk contoh hidup orang yang sama sekali nggak tau soal invesment, nggak paham sama sekali. Ketika punya uang, bingung. Ini uangnya mau diapain, ya? Kalau hanya simpan ke bank, lama-lama kalah sama inflasi, kalau lama-lama didiamkan juga uangnya bisa habis.

Kalau mau langsung beli properti juga harus punya modal yang besar dulu. Jadi ketika awal-awal uangnya belum banyak kita memang investasi di produk finansial lebih dulu. Reksa dana dan beli saham Itu kan nggak perlu uang yang gede-gede banget, yang penting kita harus jeli. Dan yang paling penting juga buat saya adalah ketika orang-orang atau teman-teman yang nggak paham harus menyimpan uangnya di mana, itu pun permasalahan yang alamai saya di awal. Makanya ketika ada acara seperti yang dibuat HSBC ini bagus sekali, kita jadi bisa mendapatkan informasi dan bisa share pengalaman.

Apakah investasi yang kalian lakukan ini berkaitan dengan karir di bidang hiburan yang bisa dibilang usianya nggak akan lama?

Tian: Iya betul banget. Dari awal memang sudah saya rencanakan seperti itu. Dunia entertainment itu kan umurnya nggak lama, ya. Ketika saya umurnya semakin tambah, pasti akan banyak juga bibit baru yang muncul. Makanya perencanaan keungan yang matang itu sangat perlu.

Lalu, ada hubungannya nggak, sih, dengan peran orangtua? Langsung klik laman berikut, ya.


Post Comment