“Jalan Kaki Saja Yuk, Nak!”

2013-07-22 07.43.43Ingat artikel yang ditulis Leila dengan judul I’m Not Sorry You Hurt? Wah, saya setuju banget. Ibu Elly Risman juga sempat mengatakan hal yang sama, anak-anak sekarang terlalu dimanja, katanya.

Mungkin di beberapa hal, ya, saya tampak memanjakannya dengan memilihkan yang terbaik untuknya. Ini biasanya di pilihan yang jangka panjang. Seperti misalnya sekolah, dana pendidikan, dan semacamnya. Tapi di banyak hal, wah jauh sekali dengan yang mungkin anak lain dapatkan. Misalnya masalah mainan. Saat dia ingin mainan tertentu, padahal saya ada uangnya, tapi saya nggak mau membelikannya. Saya ajak dia berpikir, mainannya sudah berapa banyak, apa ini perlu, dan seterusnya. Macam yang paling benar ya? Haha. Iya, ini saya lakukan sejak ia masih balita malah. Mungkin ini jadi penyebab, Alhamdulillah, saya nggak pernah punya cerita Langit nangis atau ngambek karena ingin mainan atau barang tertentu. Paling banter, “Bu kalo aku punya mainan itu, jadi bisa buat temannya boneka Sofia aku lho”. Hehe. Kadang malah saya yang jadinya nggak tega *ibu plin plan*.

Atau saat kami mudik, alih-alih naik pesawat yang jelas nyaman, kami pilih naik mobil. Selain memang saya dan suami suka, menurut kami akan lebih banyak cerita. Salah satunya ketika kami harus melintasi perbukitan yang kanan kirinya hutan di tengah malam, karena nggak nemu penginapan di bawah bukit tersebut ya kami berhenti di masjid dan numpang istirahat di sana. Langit? Saya ajak tidur di karpet masjid :)

Apa lagi ya?

Intinya adalah, saya berusaha menjalani hidup dengan Langit senatural mungkin. Kalau memang nggak ada uang lebih untuk naik taksi, ya naik angkutan umum. Kalau ga ada toilet duduk, ya pipis jongkok lah. Kalau lebih praktis dan cepat naik ojek, kenapa nggak? Menurut saya, nggak semuanya di dunia ini harus menyesuaikan diri dengan standar kita. Tapi justru kita yang harus sanggup menyesuaikan diri dengan keadaan.

Mungkin ini dibilang lebay, tapi saya menyebutnya realistis. Mungkin juga karena saya berasal dari keluarga sederhana di mana tak semuanya di dunia ini harus seperti keinginan atau kenyamanan saya.

Saya nggak tau cara saya ini benar atau tidak menurut pakar parenting. Bagi saya hal ini mudah-mudahan bisa membuatnya lebih siap dalam menghadapi dunia yang lebih luas dan pastinya lebih kejam di luar sana :D . Bagaimana dengan Mommies?

 


6 Comments - Write a Comment

  1. Lit, gue juga gitu :D

    Dulu mobil ada, sih. Tapi Bokap tetep ngajak naik kendaraan umum tiap akhir pekan setiap mau pergi. Gue juga udah naik angkot sendiri sejak SMP, padahal rasanya pengen deh dianter naik mobil hahahahaha.. Belajar nyupir mobil dikasih yang manual, kata beliau “Dalam hidup ini, yang otomatis gampang, asal yang manual dikuasai. Dalam segala hal.” Mudah-mudahan gue bisa begini juga sama Menik. Karena benar, Lit, hidup itu harus realistis.

  2. Wow… ini keren deh!

    Kebanyakan orang malah suka memaksakan diri supaya bisa mendapatkan kenyamanan terutama jika untuk anak loh!

    Kalau aku pribadi, dari baby anak-anak sudah merasakan naik angkot, commuter line, dll, diajak ke pasar tradisional, makan lesehan dekat rumah, dll. Setuju banget sama kata Lita, roda kehidupan itu berputar dan belum tentu keadaan kita sekarang akan terus berlangsung ke depannya. Kita sebagai orang dewasa mungkin lebih mudah beradaptasi, tapi kalau anak-anak terlanjur serba dimanjakan malah kasihan nanti sulit beradaptasi….

    Tambahan lagi, anak-anak itu energinya melimpah banget loh! Meski capek jalan kaki dan naik turun kendaraan umum, mereka sebenarnya senang loh karena tiap hari bisa menemukan hal berbeda ( ya iya kan tiap hari penumpang angkot dan orang yang ditemui sepanjang perjalanan pasti berbeda)…

    CMIIW…

    1. Iya beneer!
      Aku pernah ngajak Langit naik Trans Jakarta setelah acara MD, tadinya mau lanjut naik kereta baliknya. Tapi kok capek ya, dan akhirnya balik naik taksi. Padahal akunya yang capek, anaknya malah kecewa karena nggak jadi naik kereta :))

  3. Iya ya .. Qt sbg ortu ga boleh terlalu manjain anak, anak2 hrs pny tanggung jawab dr kecil.. Cm klo masalah transportasi agak merisaukan deh, niat hati pgn ngajar anak prihatin.. Tp kondisi nya ko nyeremin ya, mau jln di trotoar skr byk motor naik trotoar.. Qt udah bener, org lain blm bener.. Aduuhh.. Untuk 1 itu masi PR bgt yaa.. Sementara ajarin anak mandiri dibidang lain deh, takut nyesel..

Post Comment