Pantaskah Balita Masih Menyusu?

Toddler

cahyu03・11 Aug 2014

detail-thumb

IMG_0715Anak kakak saya, Senna, saat ini sudah berusia 21 bulan tetapi masih menyusu pada ibunya. Padahal sewaktu Senna lahir, ASI kakak saya tidak terlalu banyak keluarnya sehingga ia meminum ASI campur susu formula. Namun, saat sudah berusia 1 tahun lebih sedikit, Senna sudah stop minum susu formula dan diganti UHT dengan alasan lebih murah harganya dan kandungannya lebih bagus dibandingkan susu formula. Walaupun susu formulanya stop, ASInya tidak stop. Setiap ibunya pulang bekerja, ketika mau tidur, atau sedang di mobil pasti Senna akan merengek minta menyusu.

Senna ini memiiki tubuh yang terbilang tinggi untuk anak usia 21 bulan, sedangkan ibunya memiliki tubuh yang kecil, sehingga Senna akan terlihat besar sekali ketika sedang disusui. Kakek dan neneknya sering menggodanya dengan mengatakan “Duh Sen udah nggak pantes lagi ngempeng kayak gitu.” Biasanya Senna hanya cuek saja ketika digoda seperti itu dan tetap melanjutkan menyusunya. Setiap melihat Senna sedang menyusu dan digoda seperti itu, saya jadi sering bertanya-tanya sebenarnya masih pantas tidak sih anak seumuran Senna, yang hampir 2 tahun, masih menyusu?

Ternyata sudah sejak lama UNICEF mendorong pemberian ASI selama 2 tahun atau lebih dan American Academic of Pediastry juga mendorong ibu untuk memberi ASI kepada bayinya selama kurang lebih setahun dan terus berlanjut selama ibu dan anak masih menginginkannya.

Selama ini ada pendapat yang mengatakan bahwa ASI akan kehilangan manfaatnya setelah bayi berusia 6 bulan. Menurut DR Jack Newman, seorang dokter dari Canada yang memiliki spesialisasi dalam bidang menyusui, pendapat ini sepenuhnya salah. ASI, pada dasarnya adalah susu sehingga setelah 6 bulan pun akan tetap mengandung protein, lemak, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan oleh anak. ASI juga mengandung sistem imun yang dapat melindungi bayi dari infeksi. Bahkan sistem imun tersebut hadir dalam jumlah yang lebih besar pada usia kedua dibandingkan usia pertama, hal ini disebabkan karena bayi berusia lebih dari 1 tahun lebih rentan mengalami infeksi. Selain itu, ASI juga mengandung zat yang penting untuk pertumbuhan, yang dapat membantu sistem imun menjadi lebih matang, serta membantu pertumubuhan dan perkembangan otak, usus, dan organ lainnya.

Banyak juga para ibu yang menyetop ASI untuk anaknya sejak kecil dengan tujuan agar anaknya menjadi lebih mandiri.Benarkah? Simak di halaman selanjutnya ya!

Z5A5709Menurut DR Jack Newman, pendapat tersebut juga tidak benar. Menurut beliau, anak yang menyusu hingga akhirnya ia ingin berhenti sendiri, pada umumnya akan lebih mandiri dan merasa percaya diri dengan kemandiriannya. Ia telah menerima rasa nyaman dan aman dari dada ibunya hingga ia merasa siap untuk menstopnya. Ketika ia sudah berhasil menstopnya, ia akan merasa bahwa ia telah berhasil mencapai sesuatu dan akan terus maju menuju tahap berikutnya.

Ada beberapa keuntungan lain dari menyusui untuk batita, yaitu:

  • Kesehatan anak di masa mendatang
  • Penelitian menunjukkan bahwa bayi dan batita yang diberi ASI akan memiliki risiko yang kecil untuk terkena penyakit seperti tekanan darah rendah, kolesterol, obesitas, dan diabetes

  • Peningkatan intelegensi pada otak
  • Semakin lama dan semakin sering anak diberi ASI, ia akan semakin pintar. Hal ini berkat asam lemak omega-3 atau DHA yang merupakan keunikan dari ASI

  • Kenyamanan
  • Dada ibu dapat menenangkan bayi yang sedang sedih atau marah dan membuat mereka merasa lebih baik

  • Waktu istirahat
  • Anak memiliki aktivitas yang banyak seperti mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan kemampuan baru, dsb. Waktu menyusu menjadi momen mereka untuk beristirahat dari kesibukannya tersebut

  • Waktu untuk menjalin kedekatan antara ibu dan anak
  • Terkadang anak menyusu bukan sekedar untuk mendapatkan makanan saja, tetapi mereka memperoleh kebahagiaan dari sana, tidak jarang mereka dapat tertawa-tawa sembari menyusu. Pada umumnya ibu juga memperoleh kebahagiaan dari menyusui lebih dari sekedar memberi makan saja. Senna juga seperti itu, terkadang ia menyusu pada kakak saya tanpa menghisap susunya, melainkan hanya mengemut dan memainkan putingnya saja. Kemudian ia akan menepuk-nepuk pipi kakak saya atau mengambil kaca mata kakak saya lalu pura-pura menyembunyikannya dan ia akan senyum-senyum atau tertawa dengan bahagia.

    Menyusui juga memberi keuntungan bagi sang ibu, antara lain mengurangi risiko kanker (seperti kanker payudara dan rahim) dan menjaga berat badan ideal karena menyusui dapat mengurangi kalori.

    Wah ternyata banyak juga ya keuntungannya! Oleh karena itu, jangan ragu-ragu untuk terus menyusui ya Mommies selama kedua belah pihak masih menginginkannya :)