Tenang Saat Anak Tantrum

tantrum-sequence800Penyebab tantrum di antaranya adalah karena selalu dituruti keinginannya, sedang bad mood seperti ngantuk, lelah, lapar, dll . Kebiasaan orangtua yang selalu menuruti semua keinginan anak, akan jadi bumerang bagi orangtua sendiri. Ini bukan masalah ”Ah, bisa beliin ini” alias ada dananya ya, tapi lebih ke “Butuh atau tidak apa yang diinginkan anak”. Contoh: kemarin beli mobil-mobilan, hari ini pengin beli lagi. Butuh tidak? Tidak kan? Seorang anak yang biasa dituruti, akan sangat gampang langsung nangis, guling-guling, lempar barang atau badan (!), karena tidak dibelikan barang yang ia inginkan itu.

Lalu tantrum datang. Apa yang kita lakukan untuk menghadapinya?

Tenang, tidak panik, tidak memarahinya. Tidak bisa kita menasehati panjang lebar saat seperti itu, percuma. Lebih baik, angkat, peluk, pergi dari tempat kejadian, alihkan perhatian, sambil terus menenangkannya. Orangtua harus tegas saat seperti itu. Tidak meleleh menuruti keinginan anak. Dengan tidak menurutinya, orangtua akan terlihat konsisten, dan anak akan jadi tau bahwa orangtua tidak bisa dimanipulasi, tidak gampang dirayu dengan tangisan.

Saat kemarahan anak mereda, jangan langsung pula diikuti kemarahan orangtua, biarkan tenang dulu. Waktu untuk menasihati terbaik adalah saat anak-anak merasa nyaman. Kalau saya, seringnya habis mandi. Segar badannya, fresh pikirannya. Nah, boleh lah berbincang sedikit ke anak, kenapa tadi nangis,marah, jelaskan cara-cara yang baik untuk meminta, kenapa tadi dilarang, dan seterusnya.

Sebagai orangtua kita harus cari tau apa penyebab tantrumnya itu. Selanjutnya, belajar jadi orangtua yang tegas dan konsisten. Galak? Beda, ini tegas dan konsisten. Kalau sekali tidak ya tidak. Anak-anak kan belum tau yang mereka inginkan itu baik atau tidak, kitalah yang membimbingnya, bukan kita yang disetir anak.

Komunikasi itu kuncinya. Apa sih, maksudnya? Lihat di halaman selanjutnya!