Now Reading
Ibu Bekerja, Stop Merasa Bersalah!

Ibu Bekerja, Stop Merasa Bersalah!

nenglita

IMG_7786

Jangan membandingkan!

Duh, kerja di Mommies Daily pasti enak, ya. Waktu kerja fleksibel, dan seterusnya, dan seterusnya. Ya, memang, tapi sudah saya jawab di atas kan, bahwa ada risiko yang harus saya lakukan. Seminar di akhir pekan, perjalanan luar kota, dan seterusnya.

Duh, jadi ibu rumah tangga pasti enak, bisa sama anak terus, nggak harus macet-macetan ke kantor, dan seterusnya dan seterusnya. Ya, di satu sisi berada di samping anak sepanjang hari memang menyenangkan. Tapi, coba baca deh artikel Sazkia mengenai pengaturan waktunya di rumah atau pengakuan Riska di awal kesehariannya menjadi ibu rumah tangga.

Membandingkan diri kita sendiri dengan kehidupan orang lain itu nggak ada habisnya. Alih-alih kita menikmati peran sebagai ibu, yang ada malah stres sendiri karena melihat kehidupan orang lain lebih enak, lebih nyaman, lebih segala-galanya! Setuju?

Lihat sisi positifnya

Salah satu yang sering dikatakan sisi positif menjadi ibu bekerja adalah memiliki penghasilan sendiri. Ini tentu ada benarnya. Dengan memiliki dua penghasilan, keluarga biasanya lebih fleksibel mengatur keuangan. Tentu, ada juga yang sebenarnya sudah cukup dari satu penghasilan, ya. Nah, kalau kondisinya begini, siapa yang untung? Kita juga kan? Apalagi dalam agama saya dikatakan bahwa penghasilan suami adalah untuk keluarga dan penghasilan istri merupakan hak pribadinya. Tapi kalau saya pribadi, sih, kebetulan lebih bekerja sama saja dengan suami masalah keuangan :)

Selain itu, sisi positif lainnya yang bisa kita petik adalah, anak memiliki contoh dalam kesehariannya. Bagaimana orangtuanya harus bekerja, apakah untuk mencari nafkah atau sebagai pilihan hidupnya. Tentunya kita mau anak-anak kita menggantungkan cita-cita setinggi lagit, kan? Bukan berarti menjadi ibu rumah tangga, anak-anak tak bisa menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya, lho, malah menurut saya jadi ibu rumah tangga merupakan profesi yang sangat mulia. Serius deh!

Bagi saya, setiap orang punya peran masing-masing di dunia ini. Jika jadi ibu rumah tangga, maka jadilah ibu rumah tangga yang bahagia. Kalau jadi ibu bekerja, maka bekerjalah secara maksimal, jangan sampai sudah pergi dari rumah tapi kerjanya nggak maksimal juga.

Masih merasa bersalah? Baca halaman berikutnya ya!

Pages: 1 2 3 4
View Comments (9)
  • Really love this article!! Seperti dapet support lagi! heheh…. makasih nenglita buat artikelnya… Saya sendiri adalah ibu pekerja, dari 2 anak, Abe, 8 tahun kelas 3sd, dan Grace, 4 tahun, masuk TK. Pernah juga merasa bersalah, pas mau berangkat kerja, Grace nangis ga mau ditinggal…. Tapi mau ga mau tetep berangkat kerja sambil merasa bersalah, dan cuma bisa bilang dalam hati,”maafin mama ya nduk….”.
    Pernah..seorang sahabat bilang ke saya,” kamu kan belum pernah ngerasain jadi ibu rumah tangga 24 jam….”, sediiiiih…karena dia membandingkan posisinya sebagai IRT yang bisa mengurus anak,suami selama 24 jam dan saya yg ibu pekerja yang cuma punya waktu bbrp jam aja bersama keluarga. Tapi saya sendiri yakin, tiap orang punya passion-nya sendiri2,punya panggilan hidupnya sendiri2. Dan apapun pekerjaan kita saat ini, selama kita melakukannya dengan segenap hati, pasti deh ada berkahnya. Yang penting gimana kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan anak2 kita dengan hal2 yang berkualitas.

    • Nah, itu udah ada jawabannya, yang penting saat kita bersama anak, ya habiskan waktu dengan anak :)

      Setiap manusia ada perannya masing2 kok, kalo memang peran kita sebagai ibu bekerja, ya jalani saja peran tersebut secara maksimal :)

  • saya ibu rumah tangga, bukan pilihan saya. tp krn emang kalo saya bekerja diluar, suami merasa pasti lbh banyak jeleknya drpd manfaatnya..
    tapi ibu saya working mom, dan saya salut sm ibu2 yg bekerja. pulang kerja, capek2 tp msh dikuat2in utk nemenin anak main/belajar. ngurusin makan suami. dsb dsb. apalagi yg punya bayi, msh harus nyusuin atau pumping tengah malem.. salut deh..

  • lit… jangankan ibu bekerja yang full diluar rumah. gw pribadi yang suka sibuk beberes rumah, masak dan nyuekkin anak bentar karena “di depan laptop” pun kadang merasa bersalah saat fokus dengan pekerjaan gw. beneran deh, misalnya saat lagi fokus motong sayuran, anak gw berusaha menarik atensi gw tapi gw “tolak” karena gw sedang fokus masak. dan gw setuju sama lu “yang penting pas ada waktunya sama anak, maksimalkan!”

    semangat ya mommies!!!

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top