Tatap Sekelilingmu, Jangan Hanya Layar Gadget-mu!

babyhandphone_mommiesdaily

Saya seperti berkaca pada diri sendiri, saat menatap layar mobile terasa lebih ‘secure‘, daripada menanggapi permintaan si kecil untuk menggambarkan sesuatu di papan tulis. Saat menyusui dan meninabobokkan si bayi terasa lebih produktif dan berasa multitasking bila dilakukan sambil memegang dan melihat ke layar hape.

Lalu kutipan ini membuat saya ngeri, dan rasanya gelisah semalaman, “We’re surrounded by children, who since they were born, have watch us living like that, and think its the norm”. Anak saya yang besar, 10 tahun, tidak pernah rasanya bisa menikmati diamnya. Saat di perjalanan, di lingkungan luar, tidak lagi (bisa) mengamati lingkungannya, apalagi mengajak bicara orang lain. He’s addicted to be occupied, either by gadget, or books, or plays or people.

Ohh…

So, despite of those abundance benefits from computers, video ini mengajak untuk LOOK UP from your phone, shut down display. “Take in surroundings, make the most of today. Just one real connection, is all it can take to show you the difference that being there can make.”

Di mana suatu saat nanti, kita bisa merasa kaya dengan semua yang telah kita lakukan, dan bersyukur bahwa waktu tersebut tidak terbuang untuk look down ke layar hape.

Walaupun video ini banyak dianggap sebuah ironi, karena keberadaannya merupakan sebuah konten digital, yang menjadi viral, artinya lebih banyak orang yang look down, menatap layar gadgetnya untuk menonton video ini. Gary Turk sebagai pembuatnya pun menyampaikan, “Im guilty too of being part of this machine, this digital world, we are heard but not seen”. Tetapi sungguh sebuah kampanye yang bermutu, yang dapat menyentuh hati jutaan pemirsanya, untuk paling tidak mengerem kecanduan kita semua untuk melihat layar.

Digital detox sudah kita terapkan, aturan ‘no gadget during family time‘ sudah pula kita jalani. Still, video ini sungguh menggugah, betapa zaman telah mengubah kita, mengubah gaya hidup kita.


8 Comments - Write a Comment

  1. Saya juga berusaha membatasi gadget pada Rasya, 2 tahun 4 bulan. ia hanya boleh main tablet saat hari libur. ia akan minta nonton video di HP kalau lihat saya bawa HP. saya sedang berusaha ‘cerai’ dari HP pas bersama Rasya, supaya dia nggak ikutan lihat HP. yang masih sulit adalah TV, masih sering nyala untuk ‘backsound’ supaya nggak sepi di rumah :p

    terima kasih untuk artikelnya :) ini alarm untuk mengingatkan kita semua, karena kita adalah ibu, orang tua, yang membesarkan anak-anak luar biasa dan istimewa. Jika sekarang seperti ini dan dibiarkan, bagaimana 10 tahun mendatang? *khawatir banget!*

  2. Waduh, ini gue cukup sering ditegur sama suami. Salah satu komentarnya dia yang #jleb buat gue “Tiati lo mati sambil ngeliat handphone, ntar!”. Kejam sih, tapi dipikir2 bener juga. Dan ini idenya keren videonya, berapa banyak hal yang kita lewatin cuma karena mata kita sibuk menelusuri dunia maya? Iya kalo cuma sekedar sapi lepas di jalan tol, kalo milestone anak yang padahal kita ada di dekatnya?

    Walaupun kalo kita lihat, seringnya juga kita buru2 sibuk ngambil hp buat motret atau videoin utk upload ke socmed :D

  3. Saat bbm mulai mewabah, pasti pernah dengar ungkapan ini : “mendekatkan yg jauh, menjauhkan yg dekat”.
    Menurut gue, semua harus seimbang. Jgn sampai anak gak ngerti tentang gadget tapi jgn juga terlalu mendewakan gadget.

  4. tiba-tiba jadi teringat lima tahun yang lalu, reuni bareng temen-temen dan semua melihat ke layar hape kecuali gw karena hape gw masih jadul saat itu. aneh aja, karena kita berkumpul di satu meja tapi sibuk dengan layar hape masing-masing. akhirnya gw pilih pamit sambil bilang, lain kali kita kalo ketemuan jangan pada bawa hape ya soalnya garing kalo ketemu tapi semua sibuk sama hape.

Post Comment