Dilarang Memperhatikan Piring Orang Lain

Mother Holding Child's Hand

Mungkin secara saya tidak sadar, Bapak saya sedang mengajarkan bagaimana saya harus bisa fokus dengan apa yang saya miliki. Pernah beliau menegur saya ketika memilih menu makanan seperti pengunjung lain dengan kalimat sendiri:

“Kalau mau makan ya pilih sesuai yang kamu mau, dipikirin kenapa, bukan latah ikut-ikutan orang.”

Jleb banget ya.

Latihan kecil yang berulang-ulang ini adalah salah satu ajaran parenting orangtua saya yang saya ingin tularkan kepada anak-anak kami. Jangan salah, sewaktu kecil saya sungguh kesulitan lho untuk tetap fokus kepada piring saya atau berhenti untuk mengomentari santapan orang lain hihihihi.

Sampai sekarang saya juga masih suka kepo baca status teman-teman saya. Kadang-kadang suka timbul rasa iri juga. Manusiawi toh. Saya bersyukur meski sampai sekarang saya belum  merasa sempurna mengolah rasa iri, masih suka tergelincir, namun larangan untuk tidak memperhatikan piring orang lain tetap saya pegang dan sebagai pengingat untuk fokus apa yang kami miliki.

Terima kasih kepada Bapak yang sering sekali mengingatkan saya di waktu kecil.

Bagaimana Mommies, apakah ada nasihat orangtua yang saat ini Mommies merasakan manfaatnya saat ini?


7 Comments - Write a Comment

  1. Bagus banget! belum ada nih yang bahas social media envy. mau alam sadar kita bilang gak bakal iri, pengen, dll, tapi tetep alam bawah sadar kita merasa seperti itu. salah satu alasan juga kenapa saya ga lagi buka facebook, selain emang gak suka kepo, and they’re just….TMI!

  2. Thanks @ketupatkartini, gue juga sengaja dapat hasil penelitiannya pas lagi mencari ttg Envy dan anak-anak.
    Toss lah, FB pun jarang gue tengok. But I must admit, dari tujuan ber-FB utk menjaga tali silahturahmi dg teman2x sekolah, pernah ada suatu masa gue rela membuka int’l roaming HP gue demi updates keberadaan (liburan) gue. I threw TMI to my friends and it must be annoying kali ya :).

  3. Haha, iya banget nih Tyas!
    Walaupun nggak keluar suaranya, tapi dalam hati pasti ada ngebatin “Ih, enak banget hidupnya jalan-jalan mulu” atau “ya ampun, beli tas lagi? Asik banget..”, eh kalo dalam hati kadang suka lebih dari itu sih, hahaha!

  4. Artikelnya bagus sekaliii :-)
    Saya sebenarnya belum jadi mommy, tapi tertarik baca artikel ini ketika lagi browsing forum fd.
    Baca artikel ini serasa ditampar. Saya cukup sering merasa bete dan down setiap kali melihat update teman-teman di sosial media (misalnya instagram). Rasanya iri sekali melihat mereka bisa liburan atau jalan-jalan ke tempat-tempat yang saya belum bisa datangi. Atau ketika mereka posting foto-foto barang-barang lucu yang saya suka banget tp belum bisa saya dapatkan. Lama-lama saya capek sendiri, rasanya seperti menumpuk negative energy dlm diri saya gara-gara iri. Akhirnya one time saya menghapus search history instagram2 beauty blogger yg biasanya suka saya kepoin (hehehehe :p) gara-gara koleksi makeupnya lucu-lucu dan kemudian sign out selama beberapa waktu. hasilnya, I feel so much better. Terdengar lebay ya, tp beneran deh.

    Maaf jadi curhat panjang hehe, I’ll bookmark this article as a self-reminder.

    1. Hai @annisawp, hasil penelitian dg mahasiswa Jerman pun sama, banyak yang merasa terbebani dengan membaca status orang di socmed. Kalau gue pribadi, lebih baik gue matikan notifikasi otomatis dari account socmed gue, baik Path, Twitter, IG atau FB, dan hanya gue tengok di kala memang ada waktu luang dan lagi gak bete.
      Thanks ya @annisawp sudah melipir ke sini :).

Post Comment