6 Hal Pemicu Pertengkaran Rumah Tangga

hug couple

Seks

Banyak yang bilang kalau salah satu kunci rumah tangga harmonis nggak akan lepas dari faktor kehidupan seks yang sehat. Saya sendiri percaya akan hal ini.  Coba saja banyangkan betapa nggak enaknya jika kita merasa “dingin” dengan pasangan? Cepat atau lambat, rasa ketidakpuasan, frustrasi dan tidak bahagiaan bisa mengendap dalam kehidupan rumah tangga.

Selain terus me-refresh hubungan biar nggak bosan, ada baiknya kita bisa mewujudkan fantasi bersama pasangan? Tapi, saran saya, sih, jangan yang terlalu ekstrem, ya, hahahaha. Paling nggak, urusan kehidupan seks harus mengutamakan kejujuran, yang intinya terletak pada komunikasi dengan pasangan.

Membandingkan

Dari dulu, saya paling sebal kalau mama saya sedang membandingkan saya dengan kakak-kakak. Rasanya, tuh, benar-benar nggak enak! Makanya sekarang ini saya selalu belajar untuk tidak membandingkan. Membandingkan anak saya dengan anak orang lain, termasuk membandingkan kehidupan pernikahan saya dengan orang lain. Lagi pula saya cukup sadar kalau membandingkan kehidupan saya dengan orang lain nggak akan membantu saya untuk bisa lebih bahagia. Yang ada justru jadi tambah dosa saja, hihihi.

Uang

Sudah ratusan kali saya membaca atau mendengar berita perceraian yang disebabkan lantaran masalah uang. Memang, sih, hidup itu perlu biaya. Kurang uang dan tekanan keuangan mau nggak mau memang sering menimbulkan konflik dalam rumah tangga. Pun dengan saya dan pasangan. Makanya, supaya nggak timbul masalah kami berdua selalu sepakat dan merundingan akan skala prioritas di dalam keluarga. Mana yang harus dikeluarkan dan mana yang. Pasalnya, yang terpenting adalah perencanaan alokasi pendapatan dan pengeluaran, sehingga cashflow rumah tangga bisa berjalan dengan baik. Termasuk memutuskan kalau suami saya yang jadi menteri keuangan.

Selanjutnya: Ego tidak berlaku dalam kehidupan pernikahan! >>


5 Comments - Write a Comment

  1. Kalo hubby langsung marah besar kalo gue ngomong dengan nada tinggi atau nada biasa tapi isinya nylekit/nyindir. Buat doi, tiap manusia must respect each other. Doi mesti ngomong “bisa kan ngomong baik2, gak harus dgn cara yg menyakitkan hati”.
    Itu termasuk apa? Ego ya?
    Tapi akhirnya gue jadi mulai terlatih setelah 12 tahun nikah, semarah apa pun, gue jadi bisa mengungkapkan secara baik2. Hmm, dampaknya malah positif buat gue.

  2. nenglita

    Nambahin satu, Dis, masing2 pihak merasa benar juga bisa memicu pertengkaran. Tapi ini bisa masuk ke ego juga, ya. Kadang2 sulit nih, meredamnya. Standar deh, pihak suami merasa sebagai kepala keluarga, sementara istri merasa dia lebih tau..

Post Comment