Family Friday: Darius Dan Donna Agnesia Kompak Jaga Kesehatan

Dad's Corner

adiesty・08 Nov 2013

detail-thumb

Kompak, romantis, dan harmonis. Menurut saya, tiga kata inilah yang mampu menggambarkan kondisi rumah tangga pasangan Donna Agnesia dan Darius Sinathrya. Sebagai pasangan pesohor yang sudah menjalankan biduk rumah tangga selama 7 tahun, kedua sejoli memang tetap terlihat mesra layaknya pasangan baru. Pemandangan ini juga yang sempat saya tangkap ketika beberapa kali menjumpai keduanya di beberapa acara.

Beruntung,  saat Buavita meggelar jumpa pers soal kampanye “Buavita Frutarian”, saya sempat berbincang dengan orangtua dari Lionel Nathan Sinathrya (7), Diego Andres Sinathrya (4), dan Quinesha Sabrina Sinathrya (2) . Benar saja, banyak sekali, lho, hal-hal menarik dan penting yang bisa saya aplikasikan dalam keluarga. Salah satunya, pelajaran bagaimana keduanya selalu konsisten menjalani pola hidup yang sehat.

Menurut Mbak Donna, Darius itu sosok ayah dan pasangan yang seperti apa, sih?

Donna: Wah, apa, ya? Umh, buat saya, sih,  Darius merupakan sosok laki-laki dan bapak yang selalu mau terlibat dalam  keluarga,  laki-laki pekerja keras dan sangat kreatif. Jadi,  selama tujuh tahun menikah dengannya selalu ada hal baru yang bisa dia ciptakan, baik itu dalam pekerjaan, bisnis atau hal lainnya. Darius juga pemimpin yang sangat disegani di rumah.

Anak-anak jadi merasa sungkan, ya?

Ya, tapi maksudnya bukan ditakuti, ya. Darius itukan tipe yang jarang sekali ngomong, kalau dia sudah sampai ngomong dan memberikan komentar, biasanya there ini something wrong. Jadi tipenya Darius itu banyak mengamati dulu, baru setelah itu ngomong. Oh, ya, Darius itu laki-laki yang jago masak, lho! Salah satunya yang bikin saya jatuh cinta dengan dia karena saya suka dibikinin nasi goreng, nasi  goreng cinta, hahahaha.

Wah, terdengar positif semua, nih...

Pasti ada. Salah satunya Darius kalau bangun tidur, butuh waktu yang lama, jadi kalau mau membangunkan dia harus butuh waktu yang lama.

Nah, kalau di mata Darius, sosok Mbak Donna seperti apa?

Darius: Donna itu pasangan dan ibu yang luar biasa. Yang bisa bikin saya bertahan sampai tujuh tahun itu nggak lain karena, saya memang nggak salah pilih jodoh. Donna itu juga nggak bisa diem, kerja terus. Tapi, meskipun begitu dan sudah ada anak-anak, perhatian dan rasa sayang ke saya nggak pernah berkurang, malah bertambah. Satu lagi, Donna sabar sekali saat menghadapi saya.

Kalau sisi negatifnya?

Satu hal yang mau saya ubah dari Donna, cuma dengan sembrononya, hahaha. Kalau menaruh barang suka sembarangan. Bahkan, saking sembrononya, bisa, lho, Donna itu kejedot atau jatuh karena sikap sembrononya itu. Pernah suatu kali saat renang bersama, dia mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati di kolam renang, eh, nggak lama baru ngomong, malah Donna sendiri yang jatuh, hahahaha.

Sama-sama sibuk,  tapi kalian berdua juga dikenal dengan pasangan yang peduli dengan kesehatan atau gaya yang hidup sehat, bagaimana, sih, bagi waktunya?

Darius : Kita berdua memang kadang kerja memang nggak kenal waktu, tapi memang untuk olahraga, kami mencoba melakukannya secara konsisten sehingga bisa jadi terbiasa. Soalnya, kalau nggak dibiasakan, yang sangat sulit itu sebenarnya adalah saat untuk memulainya. Dulu kami sering merasa terlalu sibuk untuk mulai berkomitmen hidup sehat. Ternyata hal-hal kecil bisa jadi berguna asalkan melakukannya dengan konsisten.

Kalau Darius suka bola dan Dona suka yoga, biasanya kalau sama anak-anak olahraga apa yang sering dilakukan bersama?

Donna : Biasanya, sih, kami sekeluarga suka renang bareng sama anak-anak. Selain itu, kalau akhir pekan, kita juga bisa jogging dan main sepeda bersama-sama.

foto diambil dari Instagram Donna Agnesia

Selain olahraga, ada hal lain nggak yang jadi ritual dalam keluarga dalam rangka menjaga gaya hidup sehat?

Donna: Sebisa mungkin kami juga membiasakan untuk sarapan bareng, sih. Paling nggak saya dan Darius. Soalnya kalau anak-anak biasanya sudah berangkat ke sekolah duluan. Meskipun baru pulang pagi, dan belum tidur, saya juga menyempatkan untuk menyipkan bekal sekolah ana-anak dulu. Kemudian setelah itu, saya menyiapkan sarapan bersama Darius.

Oh,  ya, tadi Darius sempat menyinggung kalau sedang gila main game. Kebiasaan tersebut nular dengan anak-anak, nggak, sih?

Kalau untuk anak-anak kita batasin. Kalau main games aku selalu berusaha untuk tidak main di depan mereka. Biasanya, sih, baru mulai main kalau sudah malam, saat anak-anak sudah tidur. Mungkin beberapa waktu lalu saya memang suka sering lupa waktu kalau main game on line. Itupun sebenarnya senang karena saya jadi bisa ngobrol sama teman yang sama-sama main, jadi bisa saling sharing juga. Karena perbedaan waktu, saya memang bisa sampai begadang. Tapi itu dulu, kok, sekarang sudah nggak lagi, hahahha....

Hahaha, masanya sudah lewat, ya? Nah, kalau anak-anak sendiri batasan yang diberikan untuk main game seperti apa?

Darius: Kami bebaskan anak-anak untuk main game hanya Sabtu Minggu aja. Karena memang jatahnya hanya Sabtu dan Minggu, biasanya, kami bebaskan saja. Tapi, ya, tetap harus diingatkan, bukan berarti bisa main dari pagi sampai sore. Kalau sudah satu jam, biasanya kami stop, dan bisa dilanjutkan lagi, sore atau malamnya.

Donna: Kami, sih, membiasakan anak-anak boleh bermain game, kalau memang sudah siangan, ya. Jangan sampai baru bangun tidur, hal pertama yang dicari dan dilakukan langsung main game. Kalau pagi, aktivitas pertama lebih baik olahraga dulu, misalnya main sepeda dulu.

Sejak usia berapa, sih, anak-anak kenal games atau gadget?

Kalau Lionel kalau nggak salah sejak usia 2-3 tahunan, itupun karena waktu itu kita mau liburan yang jaraknya lumayan panjang.  Jadi supaya bisa anteng di jalanan, hahahaha. Kalau adik-adiknya, karena memang sudah melihat kakaknya main gadget, ya, jadinya ikut-ikutan.

Bagaimana dengan penggunaan internet, melihat Youtube misalnya?

Kalau mau buka Youtube harus ada yang dampingi. Dari awal saya sudah bilang ke anak-anak, "Kalau mau buka Youtube kasih tahu mama, dulu, ya, jadi kita bisa sama-sama melihatnya". Anak-anak kan sekarang sudah pinter ya, karena di rumah sudah ada wifi, jadi anak-anak bisa search sendiri. Buat mengakalinya, setiap Minggu kami juga selalu mengganti password di rumah.

--------

Wah, gaya hidup sehat yang dipilih Donna dan Darius tampaknya seru buat kita contoh, ya!