Jalan Pagi, Yuk!

Health & Nutrition

sazqueen・11 Jan 2013

detail-thumb

sepatu

Salah satu olah raga kesukaan saya adalah jalan kaki. Sebetulnya dulu, ketika masih sekolah-kuliah, saya senang bermain basket. Namun ketika sudah masuk dunia kerja, saya tidak punya waktu. Klise, ya! Terkadang masih suka menyempatkan datang ke salah satu pusat kebugaran di salah satu mal juga. Namun tidak ada kontinuitas, dan terkadang treadmill itu hanya saya lakukan jika ada job MC :p (ya, olah raga seminggu penuh dan diet ketat demi menurunkan berat badan agar baju buat nge-MC-nya, pas! Haha)

Setelah punya anak, waktu untuk olah raga pun rasanya tidak ada. Tapi kemudian saya menemukan selah untuk olahraga, yaitu di pagi hari, bersama dengan waktu menjemur Menik. Alhamdulillah, ternyata jalan pagi ini punya banyak manfaat, lho! Well, at least, saya merasa beruntung bisa menghirup udara yang lumayan bersih sebelum beraktivitas seharian. Ditambah, jika kita berjalan secara konstan, jumlah kalori yang dibakar juga lumayan. Menurut hitungan di treadmill, jumlah kalori yang terbakar saat berjalan secara konstan adalah sekitar 200 kal/hour. Terbukti, saya berhasil menurunkan berat badan yang naik 22 kg saat hamil. Bahkan sekarang, berat badan saya sudah turun sebanyak 26 kg, hanya karena berhasil memaksa diri untuk rajin berjalan setiap pagi!

Jalan pagi ini juga adalah pilihan paling rasional, karena berjalan sambil mendorong Menik di stroller atau menggendong dengan baby carrier adalah hal yang mudah. Kuncinya adalah konstan. Biasanya saya start pukul 06.00 dan pulang pukul 08.00. Waktunya bisa disesuaikan, ya, sesuai kebutuhan dan waktu luang masing-masing.

Berikut kiat yang bisa saya share untuk Mommies yang ingin mencoba berjalan sebagai alternatif olah raga:

  • Pakai sepatu olahraga khusus untuk berjalan atau jogging. Jenis sol dan bentuk sepatu olahraga ini didesain sesuai fungsinya. Kenapa harus tepat fungsi? Untuk menghindari cedera kaki yang berakibat fatal.
  • Pilih pakaian  yang menyerap keringat tapi potongannya tetap mudah untuk menyusui. Ini cukup penting untuk ibu menyusui tanpa asisten yang malas memompa ASI, hehe.
  • Pakai jam tangan, untuk menghitung waktu berjalan. Atau, jika menggunakan smart phone, sudah banyak aplikasi olahraga yang bisa menghitung jarak, waktu serta kalori yang terbakar. Hal ini bukan untuk apa-apa, ya, tapi agar bisa terhitung dengan tepat dan olahraga ringan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ingat, untuk mencapai hasil maksimal, minimal berjalan selama 30 menit, ya!
  • Komitmen dengan diri sendiri. Jadi akhirnya ini merupakan kebiasaan untuk tubuh yang sehat.
  • Gitu saja, sih, sebetulnya. Mudah, kan? Yuk, kita mulai jalan pagi!

    *Gambar dari sini, thumbnail dari sini