Hamil Setelah Keguguran

Pregnancy

aanpinkie・16 Nov 2011

detail-thumb

Untuk pasangan yang baru menikah dan segera ingin memiliki keturunan tanpa menunda, tentu saja akan sangat bahagia ketika 2 bulan setelah menikah langsung positif hamil. Begitu juga dengan saya yang sangat menginginkan buah hati begitu menikah. Karena anak pertama dan belum ada dokter kandungan tetap, saya mencoba ke beberapa dokter yang di rekomendasikan beberapa orang.

*USG pertama saya :)

Dokter pertama sangat komunikatif dan menyenangkan dan menyatakan saya positif hamil 4 minggu. Ketika minggu depannya saya mengalami flek dan dokter pertama sedang keluar kota, saya pergi ke dokter kedua yang lebih mahal dan katanya sangat bagus. Tanpa basa-basi setelah USG beliau cuma melihat saya dan bilang, "Bu, bayinya sudah tidak ada" dengan wajah lurus tanpa simpati sama sekali. Saat itu juga saya yang ditemani kakak karena suami sedang keluar kota rasanya ingin menangis dan keluar dari ruang praktik. Karena merasa kurang yakin, masa, sih, hanya dengan begitu dia bisa bilang sudah tidak ada?

Saya pun pergi ke dokter yang berbeda untuk mencari opini kedua. Dokter ini pun tanpa rasa simpati hanya bilang detak jantung bayinya sudah tidak terdengar, karena pada saat itu sudah 6 minggu harusnya akan terdengar jelas dan menyuruh  saya untuk di kuret.  Almarhum ayah saya waktu itu juga seakan tidak percaya dan menyuruh saya pergi ke dokter senior ahli USG yang sebenarnya sangat susah untuk ditemui. Tetapi karena kawan baik, malam itu saya bisa bertemu dokter tersebut.

Kali ini (mungkin karena lebih senior dan berpengalaman) beliau menjelaskan dengan nada yang sangat bersahabat dan detail. Beliau juga sebelumnya minta maaf dan menjelaskan bahwa sebenarnya sangat umum untuk janin di bawah 12 minggu terutama sekitar 6 minggu untuk tidak berkembang. Itu sebabnya 12 minggu pertama kehamilan adalah saat yang rawan di mana alam akan menyeleksi dengan sendirinya janin yang akan bisa bertahan dan dilahirkan dengan sehat. Beliau menyarankan saya untuk dikuret dan jangan bersedih karena usia pernikahan masih baru,  jadi nikmati saja dulu sambil berusaha lagi.

Saya dan suami pun akhirnya yakin dan pasrah untuk kuret. Saya menunggu dokter pertama pulang dari luar kota untuk menguret saya dalam 2 hari. Selama itu saya terus browsing tentang proses kuret yang akan saya jalani supaya tidak takut. Untungnya dokter menjelaskan dengan detail dan memberi dukungan moral sehingga saya tidak terlalu stres. Proses kuret pun ternyata tidak lama, saya hanya dibius total, dan istirahat beberapa jam setelah siuman kemudian boleh pulang.

Masa sesudah proses kuret adalah masa yang sangat berat karena saya merasa sangat down. Apa salah saya kenapa sampai harus keguguran padahal kerja pun sedang tidak lelah dan sedang tidak stres. Akhirnya setelah menenangkan diri dan mengingat kata-kata dokter bahwa kemungkinan ini bisa terjadi pada siapapun sayapun merasa agak tenang. Malam itu saya SMS sahabat dan bilang bahwa saya merasa aneh karena tahu bahwa di dalam rahim saya sudah tidak ada lagi janin yang tadinya akan menjadi bayi. Mungkin memang belum saatnya kata saya menghibur diri.

Pada saat kontrol sesudah dikuret, dokter bilang saya boleh mencoba lagi sesudah 6 minggu. Saya pun pergi berlibur bersama teman untuk menenangkan diri  kemudian melaksanakan niat umroh bersama suami dan mertua yang sempat ditunda karena hamil.

Ternyata doa saya pun dikabulkan, 2 bulan sesudah keguguran saya pun positif hamil lagi dan semua berjalan dengan lancar sampai lahir.

Hikmah yang saya ambil dari peristiwa ini adalah bahwa segala sesuatu itu pasti terjadi dengan alasannya sendiri. Kita harus bisa yakin dan bangkit dari kesedihan kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan dan jangan berlarut-larut dalam kesedihan karena akan mempengaruhi kondisi kita sendiri.

Cari dokter yang membuat kita nyaman dan rajin-rajin browsing seputar kehamilan agar kita juga bisa memonitor dan tahu akan perkembangan yang seharusnya. Itu yang selalu membuat saya kuat menjalanin proses kehamilan saya. Doakan, ya, sekarang saya sedang hamil ke-4 kali untuk anak ketiga :)