Hari Pendidikan Nasional: Sinergi Guru dan Orang Tua

Behavior & Development

nenglita・02 May 2011

detail-thumb

Sehubungan dengan Hari Pendidikan Nasional, maka hari ini kami mewawancara seorang guru muda, Nia Rahmawati yang mengajar di SMP Islam Terpadu NURUL FIKRI Depok. Mbak Nia sudah hampir 10 tahun mengajar bidang studi Bahasa Indonesia.

Menjadi seorang guru, rupanya cita-cita Mbak Nia sejak kecil. Mungkin karena itu ya, Mbak Nia berhasil menjalani tugasnya dengan baik sampai-sampai bisa dibilang Mbak Nia adalah salah satu guru favorit di sekolah ini.

Konsep seperti apa yang Mbak Nia ciptakan supaya suasana belajar mengajar lebih nyaman buat semua anak?

Karena saya berada di sekolah Islam, kami punya konsep MEI (Menyenangkan, Efektif, dan Islami) dalam pembelajaran. Ada juga metode PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan) yang juga kami terapkan. Secara pribadi saya juga memposisikan diri sebagai teman mereka untuk saat-saat tertentu agar mereka merasa nyaman bertanya bila ada hal-hal yang tidak dipahami. Satu hal lagi, agar mereka menikmati pembelajaran, saya nyatakan pada mereka bahwa saya (baca: guru) bukan satu-satunya sumber belajar. Mereka tidak harus berada di kelas mendengarkan penjelasan guru. Pengetahuan dan informasi bisa di dapat dari berbagai sumber yang tersebar luas saat ini. Konsep ini dinamakan elearning.

Nah, umumnya dan sayangnya nih, banyak orangtua yang menyerahkan begitu saja masalah pendidikan ke guru. Menurut Mbak Nia gimana?

Saya kurang setuju dengan pemikiran tersebut. Pendidikan akan berhasil bila ada sinergi yang kuat antara guru, siswa, dan orangtua. Bagaimanapun, tanggung jawab pendidikan yang utama ada di tangan orang tua. Orang tua yang dapat bekerjasama dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah insya Allah akan menyelaraskan tujuan mulia pendidikan--menjadikan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Bagaimana hubungan antara guru dan orangtua murid yang ideal menurut mbak Nia?

Hubungan yang ideal antara guru dan orangtua adalah hubungan keterpaduan. Yaitu, adanya keterpaduan nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dengan nilai-nilai di rumah. Selain itu, hubungan yang terjalin secara intensif sehingga terbina komunikasi yang efektif melalui wadah organisasi atau forum-forum diskusi orang tua dan guru. Dari situlah kita bisa saling berbagi mengenai perkembangan anak di sekolah maupun di rumah.

Menurut pendapat Mbak Nia, peran orangtua dalam mencerdaskan seorang anak sejauh mana sih?

Peran orang tua dalam mencerdaskan putra-putrinya adalah suatu kewajiban. Di sinilah peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya. Menanamkan kecerdasan pada anak dimulai sejak dalam kandungan. Mengonsumsi makanan yang bergizi, menanamkan kasih sayang, dan nilai-nila spiritual adalah jalan menuju pencerdasan buah hati, baik ketika di dalam kandungan maupun dalam tumbuh kembangnya kelak.

Yang saya dengar, Mbak Nia adalah salah satu guru favorit di sekolah, kok bisa sih? Maksudnya, apa saja yang Mbak Nia lakukan pada anak murid/orangtua murid sehingga disukai mereka?

Alhamdulillah. Sejauh ini yang saya lakukan berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua dan anak. Anak-anak di usia SMP ini memang lebih senang bila orang dewasa memperlakukan mereka sebagai teman tanpa mengurangi kewibawaan kita sebagi guru/orangtua. Komunikasi yang dijalin dengan orangtua pun saya lakukan dengan terbuka dan berusaha membantu menyelesaikan permasalahan putra-putri mereka.

Ada cerita khusus nggak mbak, berkaitan dengan murid atau mungkin orangtuanya?

Ada. Pernah ada orangtua yang begitu sayang dan perhatian sama saya, berusaha mencarikan saya pasangan hidup. Hehehe Kalau ingat, lucu banget. Sampai tiga kali. Yang ketiganya berhasil. Suamiku adalah hasil usaha para orangtua itu.

Harapan Mbak Nia untuk dunia pendidikan dan keterlibatan orangtua terhadap pendidikan anaknya apa?

Saya berharap agar kita, para orangtua dan guru dapat menjalankan tanggung jawab dan fungsinya sebagai pendidik dengan baik. Masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak kita. Mereka kelak akan memimpin kita kala usia kita tak lagi muda. Oleh karena itu, agar bangsa ini dapat dikelola dengan baik, bekalilah putra-putri kita dengan nilai-nilai mulia spritual, ilmu yang bermanfaat, cinta dan kasih sayang, serta budi pekerti yang luhur. Kita semua adalah pendidik bagi anak-anak kita.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, parents!