A Journey To Be Happy Mommies

Setiap perempuan pasti memiliki keputusan terbesar dalam hidupnya. Menikah, punya anak, berhenti
bekerja untuk mengurus anak, pindah tempat tinggal mengikuti suami, dan banyak lagi.

Apa keputusan terbesar dalam hidup Mommies?

Share dengan kami, di thread ini, yuk!

5 pemenang akan mendapatkan:

  • Voucher Bunda Carrefour Rp400,000
  • Produk Philips Home Appliances
  • Voucher Roppopo Rp200,000
  • Produk Nyai Indonesia
  • Voucher Martha Tilaar Day Spa & Salon Gandaria Rp500,000 untuk 3 pemenang favorit


Kontes akan berlangsung dari 17- 22 Desember 2012.

3 Comments - Write a Comment

  1. Keputusan terbesar adalah saya menikah 12 – 12 – 2009 dengan lelaki yang sudah saya kenal selama 7 tahun. Sebulan setelah menikah saya langsung hamil. Kandungan saya bermasalah karena plasenta ada di bawah tepat di mulut rahim. Dokter menganjurkan untuk beristirahat. Dengan sangat terpaksa saya harus resign. Memasak, Merajut, Menjahit adalah kesibukan saya setiap hari. Hingga saatnya persalinan 25 September 2010, Puji syukur saya melahirkan anak dengan normal. Keputusan besar harus saya ambil lagi yaitu saya harus mencari pekerjaan dan bekerja karena kondisi keuangan yang tidak mencukupi saat itu. Thadeus putra saya baru berusia 1.5 bulan ketika saya tinggal bekerja. Saya minta bantuan orang tua saya untuk menjaga Thadeus. Sangat berat karena usianya masih sangat kecil. Pada saat itu saya bertekad untuk memberikan yang terbaik buat Thadeus yaitu ASI. Puji syukur Thadeus tercukupi ASI exclusive selama 6 bulan dan ASI masih saya lanjutkan hingga 2 tahun. Walaupun dengan usaha yang berat yaitu saya harus memompa di kantor dan harus stok ASI di kulkas, tetapi saya sangat bahagia dengan keputusan saya.

  2. Menikah, keluar dari pekerjaan dan harus mengikuti suami kemanapun suami pergi tentu bukan hal baru bagi wanita. Tapi bukan pula hal yang mudah untuk dijalani, Begitu juga dengan saya. Sejak menikah, saya harus keluar dari pekerjaan saya dan mengikuti kemanapun perusahaan menempatkan suami karena itu adalah bagian dari tugas suami. Awalnya pasti berat karena saya yang terbiasa mandiri dan bekerja setiap hari, kini tak mempunyai kegiatan tetap. Alhasil, banyak hari-hari saya isi dengan makan, menonton tv dan tidur saat awal menikah, tanpa kegiatan yang berarti dan menghasilkan.Tapi suami selalu menghibur saya, apalagi kami sering travelling keliling kota sehingga tidak terlalu bosan di rumah. Alhamdulillah, Tuhan mempercayakan janin kepada kami sehingga sayapun ada sedikit kegiatan, yaitu: mencari informasi seputar kehamilan dari internet, majalah atau sumber-sumber lain. Saya juga mulai browsing keperluan bayi, membelinya sedikit demi sedikit tapi ternyata saya malah mendapat teguran dari ibu saya, katanya sebelum bayi lahir tidak boleh membeli keperluan bayi apapun kalau tidak ingin hal-hal jelek terjadi pada calon bayi saya. Hmm.. mungkin itu cuma mitos tapi saya menurutinya. Akhirnya saya menjual barang-barang yang telanjur saya beli baik itu ke teman-teman maupun via internet. Tak disangka, banyak juga peminat via internet dan Alhamdulillah terus berlanjut sampai anak saya lahir meski sekarang sudah tidak seaktif dulu online shop saya.
    Setiap kita pasti selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dan akhirnya harus mengambil keputusan. Tapi bagi saya, keputusan terbesar adalah keputusan yang saya ambil dengan hati nurani, ikhlas dan mendatangkan banyak manfaat daripada mudharat. Apapun keputusan kita, janganlah pernah menyesalinya dan selalu bersyukur atas apapun yang terjadi. :D

Comments are closed.