Work

Mendadak Hamil Dan Menjalani E-Ping

Saat pulang kerja, saya ke rumah orangtua dan mengeluhkan sakit kepala saya yang tidak berkesudahan. Rasa sakit itu semakin menjadi setelah saya pingsan dan jatuh dari lantai 2 kantor saya. Ibu saya pun bilang, “Kamu hamil … ayo, cepat periksa ke bidan.”  Saya pun ngeyel yang bilang, “Aku tidak hamil, karena bulan lalu aku masih…

Can I Afford to be a Stay-at-Home-Mother?

Saat menjelang akhir tahun, seperti banyak orang, saya menyusun resolusi untuk dicapai di tahun yang baru. Daftar yang saya miliki tidak begitu panjang, tapi ada beberapa hal yang kerap tercantum pada daftar itu selama beberapa tahun belakangan. Salah satu resolusi yang berulang itu adalah untuk menjadi stay-at-home mother, atau disingkat SAHM.   Alasan saya terus…

We Are Roker Mommies!

Roker juga manusia … eh, nggak ada hubungannya sama roker yang itu, ya. Kami adalah ibu-ibu Roker alias rombongan kereta, yang pulang pergi kerja menumpang KRL jabodetabek. Privilege ini sepertinya hanya berlaku bagi mereka (termasuk saya) yang rumah tempat tinggalnya berada (relatif) dekat dengan stasiun. Pertama kali tinggal di komplek rumah saat ini, saya belum sadar ‘enaknya’…

“Me Time” Tanpa Rasa Bersalah

Sebagai penyandang titel ibu bekerja, memilah-milah waktu dengan cermat adalah “makanan” sehari-hari saya. Bukan saja untuk mengejar waktu berkualitas dengan anak, tapi juga untuk menyediakan waktu berkualitas dengan diri sendiri, atau lazim disebut “me time.” Kalau diumpamakan, “me time” bagi saya terasa seperti oase di tengah gurun pasir: hal itu sangat saya butuhkan, tapi juga…

Belajar Dari Si ‘Mbak’

Sungguh, tidak ada aturan baku tentang bagaimana sebaiknya mengasuh dan membesarkan seorang anak. Saya sendiri tidak belajar dari siapapun, selain intuisi dan feeling saya sebagai seorang Ibu, dan ajaran-ajaran spontan yang diberikan oleh Ibu saya. Setelah ditemani neneknya selama kurang lebih 6 bulan, lalu tiba saatnya Tara (usianya saat ini 8 bulan) harus beradaptasi dengan…

My Fears of Being a Working Mom

Sebagai ibu bekerja, tentu saja saya harus pandai-pandai mengatur agar urusan keluarga tetap berjalan dengan baik meski saya sibuk di kantor. Saya pun butuh beberapa pendukung agar semuanya bisa berjalan dengan harmonis. Nah karena itulah, saya jadi dependant alias tergantung sekali dengan faktor-faktor pendukung itu. Jika hilang satu, dunia langsung terasa runtuh. Dan karena tidak…

WM vs SAHM. Sama, Meski Tak Serupa :D

Akhir Oktober lalu, genap enam bulan saya meninggalkan status WM (working mom) dan beralih ke SAHM (stay at home mom). Tidak adil rasanya jika saya mesti menilai lebih enak yang mana, karena masing-masing memiliki keseruan dan ‘derita’ tersendiri :D Tapi dari pengamatan saya, sebenarnya tantangan yang sehari-harinya dihadapi WM dan SAHM sama saja, kok, hanya…

A Note to All Working Moms Out There

Kalau baru-baru ini Ameeel menulis curhatan hati seorang Stay at Home Mom (SAHM), kali ini saya mau menyapa para working moms di luar sana dan menulis tentang satu hal yang sangat akrab dengan kehidupan ibu bekerja: rasa bersalah. Sayangnya, saya tidak akan berbagi jurus jitu untuk menghilangkan rasa bersalah, karena menurut saya rasa bersalah itu…

Because I Want To Be Happy Again After The Divorce

Hal apa yang paling susah dicerna dan dilakukan setelah Anda menghadapi perceraian? Being on your own? Accepting that now you’re a divorcee atau *gasp* dipanggil janda? Menghadapi kenyataan bahwa ternyata semua mimpi indah itu sekarang sudah berakhir? Atau harus menjawab pertanyaan dari lingkungan sekitar yang berhubungan dengan perceraian? For me, it’s all of the above…

It’s (Not) Hard to Say Good Bye

Salah satu hal yang amat saya syukuri (dan saya banggakan!) tentang Sophie adalah sikapnya yang amat manis setiap kali saya berangkat ke Surabaya. Sejak awal pisahan sampai sekarang ini, lebih dari setahun lamanya, Sophie tidak pernah menangis heboh, marah-marah, atau apapun pelampiasan rasa kecewa lainnya. Sophie konsisten dengan selalu menyodorkan tangan untuk salam, pasang pipi…

Pengorbanan Atau Pengabdian?

Panggil kami “Mama”, “Ibu”, “Bunda”, “Mami”, atau “Mamak”. Semuanya terasa sama. Perasaan bahwa kami sudah ditakdirkan menjadi seorang Ibu memang kadang-kadang membawa pengaruh besar bagi diri sendiri. Apalagi untuk kami yang nggak hanya menjalankan peran sebagai seorang ibu bagi anak-anak di rumah, tapi juga menjadi “ibu” untuk diri sendiri saat berada di tempat kerja. Percaya,…

Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif??

Tidak pernah sedikitpun terlintas di benak saya bahwa suatu saat saya akan menjadi istri tentara. Never. Saya dibesarkan jauh dari lingkungan tentara, jadi sama sekali tak pernah terpikirkan. Tapi memang, ungkapan ‘God works in mysterious ways‘ itu ada benarnya. Saya ternyata (saat itu) berteman dekat dengan seseorang yang pernah gagal tes masuk AKMIL dan berencana…

Kiat Sukses Bisnis Online

Zaman sekarang, sepertinya semua sudah serba online, ya. Mau belanja apa pun, bisa dilakukan di dunia maya. Sebut saja, baju, sepatu, tas, peralatan anak, bahkan sampai rumah atau makanan pun bisa melalui toko online. Hal ini tentu membahagiakan kaum ibu yang biasanya sulit bepergian, karena bisa tetap berbelanja (atau minimal window shopping) tanpa harus keluar rumah.…

Dari Working Mom Menjadi SAHM

I love my job. I really looooove my job. Menurut saya, pekerjaan saya adalah salah satu pekerjaan paling menyenangkan di dunia, hahaha *lebay* Tapi beneran, deh. Sebagai jurnalis majalah lifestyle, job desc saya amat-amat-amat menyenangkan. Coba, kantor mana yang membiarkan karyawannya cuma baca novel atau setumpuk majalah, s-e-h-a-r-i-a-n? Tidak banyak, ya, pastinya. Belum lagi job…

Libur Sehari Jadi Ibu

Minggu lalu saya nonton konser, bukan hanya 1 tapi 2 konser berurutan. Jadilah 2 malam itu saya pulang larut dan sampai rumah Langit sudah tidur :( Egois sekali, ya, kedengarannya, meninggalkan anak hanya untuk nonton konser, 2 hari berturut-turut pula! Saya kasih alibi, boleh, ya? Yang pertama konser Morrissey, kebetulan saya suka sama penyanyi ini…