Niu Niu, Model Cilik yang Dapat Perlakuan Tak Manusiawi dari Ibunya

Niu Niu terkondisikan “kerja” dengan menjadi model 400 pakaian dalam 4 hari. Sayangnya, Niu Niu mendapatkan tindakan kasar dari ibunya, saat kelelahan.

Niu Niu - Mommies DailyImage: ilustrasi unsplash.com

Hampir seminggu ini, feed social media saya dipenuhi berita tentang Niu Niu. Terlihat dalam video, gadis cilik berusia 3 tahun asal Tiongkok ini ditendang ibunya di sela-sela pemotretan. Padahal berdasarkan video yang saya tonton, Niu Niu hanya menaruh tas kecilnya yang berisi bunga sebentar. Dan mendaratlah, tendangan ibunya di bagian bokong Niu Niu yang mengenakan atasan warna kuning kunyit dan rok putih.

Sambil menendang, ibunya bilang, “ambil bunga itu sekarang, jangan membuat aku marah selama pemotretan!.” Sementara di samping Niu Niu, ada laki-laki (belum jelas identitasnya), yang jelas-jelas melihat kejadian tersebut, tapi dari bahasa tubuhnya sama sekali tidak menenangkan ibu Niu Niu, agar menghentikan sikap kasarnya. Fotografer yang melakukan pemotretan juga bersaksi, Niu Niu bekerja dari pukul 9 hingga 6 sore.

Reaksi netizen tak terbendung, di antara komentar yang mengkritik ibu Niu Niu, banyak yang senada mengatakan, “alat untuk menghasilkan uang.” Iya sih, saya setuju. Demi keselamatan anak, apapun alasannya orangtua mempekerjakan anak di bawah umur, tindakan ibu Niu Niu tidak bisa dibenarkan.

Video tersebut diunggah di Hangzhou, China pada 6 April 2019. Setelah viral, beberapa e-commerce yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan Niu Niu, menarik foto Niu Niu dari situs mereka. Anak seperti Niu Niu, di China dapat meraup keuntungan hingga Rp 10 juta – Rp 30 juta per hari.

Klarifikasi ibu Niu Niu dan pengakuan Niu Niu tak suka difoto

Selang empat hari kemudian, seperti dilansir oleh Chinadaily.com, ibu Niu Niu memposting permintaan maafnya di Twitter. “Saat itu hari sudah semakin gelap, dan Niu Niu akan berlari ke jalan.” Sebagian netizen memberi tanggapan, dan seperti yang bisa dilihat di video, di depan Niu Niu hanya ada tembok.

Yang bikin miris, pada sebuah media lokal Niu Niu bilang, dia lebih suka bermain berlarian, daripada melakukan pemotretan menggunakan baju-baju bagus. Pernyataan Niu Niu, langsung diluruskan sang ibu, kalau Niu Niu hanya bercanda.

Apa yang terjadi pada Niu Niu, mengingatkan saya pada kasus kekerasan pada anak. Hal ini berkaitan dengan memberikan hukuman fisik pada anak. Di artikel perlu tidaknya memberikan hukuman pada anak, saya sempat bertanya pada Irma Gustiana A,M.Psi, Psi  (Psikolog Anak dan Keluarga) dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia dan Klinik Ruang Tumbuh.

 “Hukuman berupa bentakan, kemarahan atau kontak fisik hanya akan bertahan sesaat saja. Anak yang diberikan hukuman seperti itu, ia akan berhenti melakukan keisengannya atau kenakalannya tetapi kemudian akan melanjutkan lagi pelanggaran aturan yang sama atau yang lebih berat,” ujar Irma.

IMHO, untuk kasus Niu Niu, mempekerjakan anak di bawah usia saja sudah merupakan bentuk kekerasan pada anak, ya, nggak sih? Lain hal, jika hal tersebut dilakukan sesekali, dan anak memang suka. Tanpa merampas hak dasarnya anak, seperti bermain, mendapatkan perlindungan fisik dan psikis dari orangtuanya.

 


Post Comment