Para Kartini di Balik Pembangunan MRT Jakarta

Di antara kampanye perempuan harus kembali ke rumah, mereka ini justru melakukan sebaliknya. Bekerja di lingkungan yang didominasi laki-laki demi membangun negara.

Mereka adalah para perempuan yang menduduki berbagai posisi strategis di PT. MRT Jakarta. Sebagian memang “pulang” dari negara lain tempat mereka sebelumnya karena ingin berpartisipasi untuk mewujudkan MRT di Indonesia.

alia

Dilansir Magdalene, keterlibatan perempuan di PT. MRT Jakarta cukup banyak meski tetap tidak berimbang dengan laki-laki. Seperti di Divisi Konstruksi ada 22 perempuan; dari 365 orang di bidang operasi dan pemeliharaan, ada 75 perempuan; dan ada sembilan masinis perempuan dari total 54 orang.

Silvia Halim – Direktur Konstruksi

perempuan di balik mrt jakarta

Kuliah dan lulus dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Silvia Halim tak pernah membayangkan akan kembali tinggal dan bekerja di Jakarta yang macet sekali. Namun begitu ia mendengar ada proyek MRT, ia bersedia pulang dan mengikuti seleksi untuk jadi direktur konstruksi.

Silvia adalah satu-satunya perempuan di jajaran direksi PT. MRT Jakarta, sebelumnya ia sudah 12 tahun berkarier di Singapura dengan bidang yang sama yaitu transportasi darat road tunnel.

Kabarnya nih ya, meski menjadi direktur, gaji Silvia sebetulnya turun jika dibandingkan dengan kerja di Singapura. Namun ia merasa ini jalannya untuk memberi sesuatu pada Indonesia sehingga akhirnya ia menerima posisi ini. Keren ya!

Dr. Ernie Widianty Rahardjo – Kepala Divisi Risk, Quality & Safety Management

ernie

Yang satu ini saya agak terkejut ketika melihat latar belakang pendidikannya. Ia ternyata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 1991. Kemudian ia melanjutkan S2 di UI masih di bidang kesehatan publik dan bekerja di Pemprov DKI Jakarta. Setelah itu ia lanjut mengambil MBA di NTU, Singapura dan bergabung dengan MRT Jakarta.

Ernie juga pernah menerima penghargaan sebagai 1 dari 9 orang Nanyang Fellows Distinguished Alumni Award dari Nanyang Technological University Singapura tahun 2018 lalu atas kontribusinya pada pembangunan MRT di Jakarta. Ernie memang sudah bergabung dengan MRT Jakarta sejak tahun 2010.

Tengku Alia Sandra – Kepala Divisi Railway Engineering

alia2

Ingin jadi dokter, Tengku Alia Sandra harus menerima kegagalan lulus SPMB sehingga ia mengubur cita-citanya itu. Alia kemudian kuliah Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara.

Singkat cerita ia pindah ke Australia tahun 2008 untuk bekerja dan ternyata sulit mendapat pekerjaan sebagai network intelligent engineer, ia kemudian menerima pekerjaan sebagai Railway Signaling Drafter dan dari situlah kariernya di dunia kereta dimulai. Ia juga sempat kuliah di Central Queensland University, Australia dengan jurusan yang sangat spesifik yaitu Railway Signalling and Telecommunications, satu-satunya di dunia!

Di MRT Jakarta, Alia berperan sebagai konseptor, basic engineering design MRT sebelum diserahkan pada tim operasional dan pemeliharaan.

Weni Maulina – Kepala Divisi Engineering

Weni Maulina merupakan lulusan Teknik Sipil ITB. Menjadi kepala divisi yang notabene didominasi laki-laki tak mematahkan semangat Weni. Ia awalnya bergabung di MRT Jakarta sebagai geotechnical engineer di tahun 2010 dan menjadi project engineer di tahun 2013.

Mega Tarigan – Kepala Divisi Railway Operation

Dibandingkan yang lain, Mega Tarigan termasuk baru bergabung di MRT Jakarta tahun 2015 lalu. Sebelumnya, lulusan Teknik Fisika ITB dan MBA di HTW Berlin ini bekerja di Jerman .

Mega bertanggung jawab atas perekrutan dan pelatihan masinis dan persiapan operasional MRT Jakarta. Membawahi lebih dari 60 masinis, ia turut mengatur jadwal kereta,jadwal penugasan masinis, flow penumpang, dan berbagai kegiatan operasional lainnya.

Novi Yohana Silaen – Telecommunication & AFC Engineer

novi-yohana

Sekilas, Novi Yohana Silaen ini seperti layaknya millennials biasa yang senang mengunggah foto di Instagram. Namun pekerjaannya di MRT Jakarta unik sekali lho. Sedikit sekali pasti orang yang punya pekerjaan seperti ini (iya dong, MRT-nya aja cuma ada satu di Indonesia ahahaha).

Lulusan Fakultas Teknik Elektro UI ini bertanggung jawab atas sistem telekomunikasi dan automatic fare machine serta memastikan semuanya berjalan dengan lancar.

Selain itu masih ada Dewi Sulistyaningsih (Kepala Dept. Project Control & Monitoring) lulusan Manajemen dan Rekayasa Konstruksi ITB dan sudah bergabung dengan MRT Jakarta sejak 2010, kemudian ada Lukluk Zuraida, konsultan untuk manajemen konstruksi, dan Lusi Laisina selaku inspector.

Hebat ya!


Post Comment