Begini Idealnya Pendidikan Seks di Sekolah Indonesia

Pendidikan seksual di sekolah ternyata masih belum sesuai dari harapan dan jelas bukan jadi prioritas.

Kemarin saya bertanya di Instagram @mommiesdailydotcom dan akun saya pribadi tentang edukasi seks apa sih yang diberikan untuk anak-anak dari sekolah?

Jawabannya (yang hanya sedikit sekali itu) mengejutkan karena di antaranya ada ibu yang malah jadi menyarankan baca buku atau merasa cukup mengajari sendiri di rumah jadi tidak peduli pada pendidikan seks di sekolah.

Kemudian saya sedih. :(

Aturan Zonasi Sekolah: Pro dan Kontra - Mommies Daily

Buat saya, sekolah dan orangtua seharusnya sepaham dan punya track yang sama dalam mengajarkan pendidikan seks. Karena efeknya parah lho. Seberapa sering kita mendengar siswa hamil, akhirnya dikeluarkan dan menikah muda? Belum lagi kasus pelecehan seksual oleh teman dan kakak/adik sendiri.

Tapi sepertinya tetap masih tabu ya. Pemerintah juga sudah memasukkan pendidikan seks ke dalam kurikulum, tapi ternyata hanya sebatas sisipan di pelajaran, bukan merupakan pelajaran sendiri.

Sekolah mana yang sudah punya pendidikan seks?

Dari jawaban di Instagram, beberapa sekolah yang punya waktu khusus adalah Syafana Islamic Primary School, BSD. Dari kelas 1 yang membahas topik menjaga tubuh sendiri sampai pendidikan seks untuk remaja di kelas 6. Mereka bekerja sama dengan lembaga psikologi yang membuat acara jadi menyenangkan dan tidak menakut-nakuti.

Selain itu untuk area Depok, TK Granada Montessori dan Sekolah Pribadi (SD) juga punya pelajaran serupa. Siswa diajarkan kebersihan alat kelamin, siapa yang boleh menyentuh, menjaga kebersihan, semua dilakukan lewat gambar dan praktik langsung.

SDIP Insan Robbani Tangerang yang menyisipkan pendidikan seks untuk siswa kelas 1-6 di kegiatan mentoring hari Kamis atau keputrian hari Jumat. Untuk siswa kelas 1 diberikan materi berupa nyanyian sementara untuk anak yang lebih besar sudah diajari dengan nilai keagamaan seperti tidak menyentuh lawan jenis dan tidak berpacaran.

Cara Menyampaikan

Cara menyampaikan pendidikan seks pun ternyata bisa jadi masalah. Masalah seks yang disampaikan dalam kelas besar bisa jadi hanya komunikasi satu arah dan membuat anak tidak mau bertanya karena malu.

Cara SMPN 3 Taeh, kecamatan Payakumbuh, Sumatera Barat ini mungkin bisa dicontoh. Sekolah yang mendapat juara Lomba Sekolah Sehat 2013 ini mengambil 10% dari siswa yang dianggap bisa jadi panutan, bisa menyebarkan informasi,dan punya banyak teman.

Siswa ini diedukasi tentang berbagai pengetahuan kesehatan reproduksi dan kemudian diminta menyebarkan informasi pada teman-temannya. Menurut kepala sekolahnya, cara ini lebih efektif dibanding guru yang bicara karena remaja memang cenderung lebih percaya pada teman.

Materinya bagaimana?

Pendidikan seks jadi kontroversi karena dianggap mengajari anak berhubungan seksual. Padahal urusan seks bukan cuma proses intercourse lho.

Idealnya, jangan terfokus pada fungsi organ reproduksi tapi juga tentang bahaya hamil muda, tentang penyakit menular seksual, dan perubahan fisik serta emosi yang mungkin dialami anak saat masa puber. Dikenalkan juga apa itu nafsu seksual dan bagaimana cara pengalihannya.

Dalam konteks pacaran, anak-anak harus diajarkan tentang consent dan berani untuk bilang tidak. Harus ditekankan pula bahwa kasih sayang tidak berarti berhubungan seksual.

Jangan juga hanya membicarakan dosa karena efek dari hubungan seks di usia muda kan lebih banyak lagi. Apalagi harus hamil dan punya anak yang pasti jadi masalah baru.

Duhhh, banyak ya PR-nya.

Yang jelas, orangtua harus bersikap proaktif. Selain mengajarkan di rumah, juga memberikan masukan pada sekolah agar bisa lebih serius dalam memberikan pendidikan seksual pada siswa.

Sekolah atau calon sekolah anak mommies bagaimana? Kalau sekolah anak mommies punya pendidikan seks yang bagus, share yuk di kolom komentar!


Post Comment