Ketika Anak Memergoki Orangtua Selingkuh

“Fi, anak gue yang kecil melihat foto nggak senonoh laki gue di handphone sama perempuan lain. Gue harus gimana ya, Fi?”

Itu kalimat yang pertama kali keluar dari mulut sahabat saya ketika dia menghubungi saya lewat ponsel. Begitu kalimat pertanyaannya selesai, tangisnya pun pecah.

Singkat cerita, anaknya yang yang berusia 5 tahun tanpa sengaja menemukan foto papahnya sedang bersama perempuan lain di tempat tidur (saya nggak perlu menjelaskan lebih detail ya tentang fotonya seperti apa *__*), lalu dengan polosnya si anak menunjukkannya ke sang ibu dan dua kakaknya, sambil bertanya “Ini siapa bu? Kenapa papah sama tante itu begitu?”

Tapi yang membuat saya terenyuh adalah, terlepas perasaan sakit hati yang dirasakan oleh sahabat saya, namun saat itu yang dia pikirkan adalah: Bagaimana dia harus menjelaskan ke anak-anaknya yang mengetahui perilaku perselingkuhan papah mereka?

Coba kita tanya ke diri sendiri, kalau (amit-amit) kita yang ada di posisi sahabat saya, sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu, akan seperti apa reaksi kita? Pernah nggak kita berandai-andai? Membayangkan kemungkinan buruk ini terjadi?

Dan ternyata, lumayan banyak lho teman-teman saya di Instagram yang masa kecil atau remajanya pernah memiliki memori buruk sebagai saksi dari orangtua yang berselingkuh. Menyedihkannya lagi, sebagian besar dari mereka memutuskan untuk menyimpan erat-erat rahasia itu karena takut menyakiti pihak yang diselingkuhi atau menciptakan keributan di dalam rumah :).

Padahal, keputusan untuk diam juga memberikan efek buruk kepada diri sendiri. Banyak yang pada akhirnya takut menikah, sulit percaya pada pasangan, membalas dendam hingga membenci orangtua yang berselingkuh. Akan muncul emosi-emosi negatif ke depannya.

Ketika Anak Memergoki Orangtua Selingkuh - Mommies Daily

Back to topic ….. ketika anak menjadi saksi perselingkuhan, lalu sikap yang paling tepat apa yang bisa kita lakukan?

Kalau menurut mbak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, umumnya jika anak yang memergoki itu usianya masih kecil, masih di bawah usia remaja biasanya anak cenderung untuk ngomong, kasih laporan, seperti yang terjadi dalam kasus sahabat saya. Karena mereka belum paham bahwa itu menyakitkan.

Beda kasus jika yang memergoki usianya sudah usia pra remaja ke atas. Kecenderungan untuk diam saja atau menutupi lebih besar karena mereka sudah paham bahwa hal ini akan menyakiti salah satu pihak. Apalagi usia 10 tahun ke atas itu sudah paham dengan apa yang terjadi. Nggak bisa lagi dibohongi, misalnya dengan kalimat “Ooooh itu temannya papah, mereka lagi bercanda doang kok *__*”

Nah, saat anak memergoki pasangan kita selingkuh dan kemudian bertanya kepada kita, saran dari mbak Vera, ya jangan juga kita jadi menutupi. Bicara jujur dengan pilihan kalimat yang baik, seperti:

“Another woman your father love?”

“Papah punya wanita lain atau Mamah punya laki-laki lain.”

Sambil menjelaskan bahwa kita akan mencari tahu kebenarannya dan jalan keluarnya.

Satu hal yang harus kita ingat, apa pun keputusan yang kita ambil: Bertahan atau bercerai, jangan lupa berikan penjelasan ke anak mengapa kita mengambil keputusan seperti itu.

Ketika kita memilih untuk bertahan setelah pasangan berselingkuh, ada kemungkinan anak usia pra remaja ke atas akan bertanya mengapa kita memilih untuk bertahan? Maka, apa pun alasan yang kita miliki jangan sampai itu memberatkan si anak. Seperti apa contoh alasan yang membebani anak?

- Iya, mamah bertahan karena ayah yang membiayai sekolah kamu.

Jadi, jangan ada kesan bahwa kita bertahan demi anak walaupun sebenarnya memang seperti itu.

Terus, contoh yang nggak membebani seperti apa, dong?

Bisa dengan menjawab “Ya karena pernikahan itu kan sebisa mungkin sekali seumur hidup jadi mamah atau ayah mau bertahan,” atau “Karena mamah atau ayah masih sayang” dan sejenisnya ….

Ingat juga, bahwa begitu menerima laporan dari anak jika pasangan kita berselingkuh, jangan juga langsung drama queen, marah-marah, nangis-nangis lantas drop di depan anak. Takutnya, salah respon akan membuat anak menyesal sudah bercerita ke kita dan malah merasa bersalah.

Sebaliknya, kalau kita yang ketahuan selingkuh? Ya jangan dong jadi marah ke anak karena mereka memergoki kita. Kan kita yang salah ya??! Jangan juga sibuk menyalahkan pasangan, seperti “Iya, papah kamu sih nggak tanggung jawab,” atau “Mama kamu sih sibuk kerja jadi nggak perhatian lagi sama papah.”

Apa pun alasannya, selingkuh itu salah. Jadi udah diam aja. Nggak usah banyak cingcong. Minta maaf. Selesaikan.


Post Comment