5 Hal yang Jangan Dilakukan Setelah Melahirkan

Demi kewarasan ibu baru mampu mengurus si kecil dengan maksimal. Yuk, para ibu baru jangan lakukan hal ini setelah melahirkan.

Saya termasuk ibu baru yang clueless, di awal kelahiran si kecil Jordy. Dikit-dikit nangis sendirian, merasa lelah luar biasa, dan nggak tahu apa yang harus dilakukan. Setelah diusut dengan ngobrol sahabat yang lebih dulu punya anak, dia curiga saya kena baby blues syndrome (ada yang senasib dengan saya?). Ketika saya cocokkan dengan artikel dari website kridibel, iya benar saya fix kena baby blues syndrome. Yang saya lakukan, ngobrol empat mata sama suami, mencurahkan semua isi hati sebagai ibu baru. Jadinya suami tahu dengan detail, apa yang wajib dia lakukan, dan jangan dilakukan demi kenyamanan saya dan jabang bayi.

5 Hal yang Jangan Dilakukan Setelah Melahirkan - Mommies Daily

Belajar dari pengalaman, ada pula unsur kesalahan dari saya pribadi. Supaya tidak mengulang cerita pilu seperti saya, yuk para ibu baru jangan lakukan sekian hal ini setelah melahirkan.

1. Sibuk mendengarkan omongan orang yang tidak menyenangkan

“Kok caesar sih? Sayang banget!”

Pertanyaan di atas yang paling bikin saya nelangsa. Kok tega sih, orang-orang melontarkan pertanyaan yang bikin ibu baru sedih? Tapi sebetulnya, ya, kalau dipikir-pikir lagi, ngapain juga saya malah fokus sama omongan orang yang bikin sedih? Tinggal dijawab dengan lantang dan berani menyuarakan isi hati, “apapun  proses lahirannya saya tetap seorang ibu, kan?” ,bikin mereka nggak berani lagi komentar macam-macam *hahaha,  ibu baru yang galak.

2. Terlalu gengsi minta bantuan

Selain perasaan bahagia karena punya bayi, setelah melahirkan tugas sebagai ibu juga menumpuk! Belajar mendelegasikan tugas ke orang rumah, nggak bikin predikat kita sebagai ibu berkurang maknanya. Yang saya lakukan, minta tolong ke orangtua untuk menyiapkan makanan selama masa menyusui, setelah masa cuti suami berakhir. Tahu kan, level lapar ibu menyusui seperti apa? Jelas kewalahan lah, kalau harus terus delivery service makanan atau masak (pada masa Jordy lahir, belum ada jasa online antar makanan menggunakan ojek.)

Selain itu, aplusan sama mama jagain Jordy. Maklum tiga bulan pertama, pola tidur bayi belum tetap. Saya tetap butuh porsi tidur yang cukup, dong, untuk menjaga asupan ASI Jordy cukup.

3. Lupa memanfaatkan segala sesuatu yang simplify

Adaaaa aja deh kebutuhan bayi baru yang lupa dibeli, atau habis di tengah bulan, lalu belum jadwalnya belanja bulanan. Padahal di era serba digital kita bisa dengan mudah beli apapun lewat belanja online, dimanapun dan kapanpun, bahkan pas lagi menyusui gendong si kecil, ya kan, ya kan?.

5 Hal yang Jangan Dilakukan Setelah Melahirkan - Mommies Daily

Salah satunya kemudahan yang ditawarkan e-commerce seperti Tokopedia tawarkan. Segala kebutuhan ibu dan bayi bisa mommies dapatkan, sebut deh butuhnya apa? Mulai dari diapers, alat memompa ASI, stroller, hingga pilihan baju-baju lucu untuk bayi , anak dan remaja. Mumpung masih bulan Maret, lagi ada promo gratis ongkos kiri, 5X hingga 15 ribu dengan OVO. Pas banget nih, anak saya lagi senang-senangnya eksplor urusan baju, mau cari baju-baju tema hero, makin gampang deh bikin anak senang.

4. Luput memasukkan me time sebagai prioritas

Bayi yang baru lahir dan kenyang disusui, bisa bertahan tidur sampai 3 jam, lho. Setidaknya ini yang saya alami. Waktu saya sempat keluar selama itu untuk me time, titip Jordy ke mama saya. Sayangnya, hal ini tidak menjadi prioritas, “kalau sempat saja, lha!” gitu pikir saya. Padahal bisa, lho, kita buat periodik. Sebulan sekali masih normal, kok. Misalnya ke salon buat creambath, nonton ke bioskop, dan kegiatan lainnya yang bikin mommies bisa refresh dan mendapatkan energi positif.

5. Bayi tidur, kita malah sibuk sama yang lain

“Nita, kalau Jordy tidur, kamu juga tidur, ya!”

Bukannya nurut kata papa, saya malah asik mainan HP, hahaha. Padahal lumayan banget kalau konsisten menerapkan rumus ini. Walau satu jam tapi berkualitas, bisa membuat badan segar pas bangun.

Ada yang mau menambahkan?

 


Post Comment