Merasa beruntung ketika Di PHK

Ditulis oleh: Febria Silaen

Awalnya memang sulit untuk bersikap dan berpikir sok optimis. Tapi ternyata saya berhasil mengubah perasaan depresi menjadi perasaan beruntung ketika mengalami di-PHK. 

Mendapatkan informasi kalau di PHK itu seperti kena petir. Apalagi kalau selama bekerja kita sudah sangat menikmati dan bahkan seperti “pengabdi” pada kantor. Kabar PHK tentu bukan hal yang menguntungkan. Apalagi bagi saya yang memang sudah terbiasa bekerja sejak sebelum menikah. Saya yang sudah biasa memegang uang dan mengaturnya. Membeli sesuatu dari gaji sendiri itu seperti sebuah pride dan PHK mengubah itu semua! Belum lagi menyikapi perubahan aktivitas setelah PHK.

Namun, saya percaya setiap kejadian pasti ada hikmah yang bisa diambil (walaupun awalnya mungkin karena terpaksa). Iya, terpaksa sok iya memikirkan sisi positif dari di-PHK. Jadi, apa saja sih sisi positif lainnya?

Baca juga:

Kena PHK Tapi Tidak Punya Dana Darurat

Saya Merasa beruntung ketika Di PHK - Mommies Daily

1. Memiliki waktu untuk diri sendiri

Ya, ini benar sekali! Selama bekerja 15 tahun rasanya sulit untuk melakukan apa yang saya sukai. Memiliki waktu untuk diri sendiri tanpa keterbatasan waktu. Tapi setelah mengalami PHK, hari-hari adalah milik sendiri. Saya yang mengatur hari ini saya mau ngapain, besok mau apa. Ternyata selama ini saya kurang memberikan waktu untuk diri sendiri. Jadi inilah saatnya untuk memberikan apresiasi kepada diri sendiri atas kerja keras selama ini. Bisa tidur siang bersama anak hingga kencan barang anak, itu adalah hal mewah yang sulit saya dapat ketika bekerja.

2. Mempelajari hal baru yang selama ini mustahil dilakukan

Saya bisa mempelajari hal baru yang selama ini mungkin susah secara. Saya tidak pernah berpikir bisa bergabung di teater atau kursus masak. Ternyata soft skill seperti ini sangat membantu saya untuk tetap berpikir positif dengan kondisi pasca PHK. Saya tidak mau menghabiskan waktu begitu saja di rumah, mengurus anak. Sebaliknya saya ingin mempunyai keahlian baru. Dan ini membuat saya tetap memiliki rasa percaya diri. Bahkan, dengan mengikuti kegiatan di sanggar atau komunitas yang out of the box itu, teman-teman dan pengetahuan saya bertambah.

3. Bisa bergaul lagi dengan teman-teman

Ini yang paling asyik, saya bisa kapan saja bertemu teman-teman lama yang dulu sulit sekali untuk bisa girls talks. Waktu sibuk kerja, saya selalu memaksakan diri untuk kumpul di waktu office hour. Tapi sekarang tidak lagi. Mau kumpul saat breakfast, brunch, jam ngopi cantik hingga gaul di waktu sore saya cukup merasa punya kebebasan waktu, lho!

4. Lebih kreatif untuk bisa berhemat

Saya dituntut lebih kreatif mengelola keuangan. Yang tadinya double income kemudian menjadi single income tentu tidak mudah. Tapi di sinilah serunya. Sejak di PHK saya jadi lebih sering masuk dapur dan ini bisa menghemat uang belanja. Atau menjadi guru di rumah bagi anak. Jadi uang les bisa disimpan buat liburan. Dan saya juga jadi kreatif untuk mencari usaha menambah uang jajan sendiri. Mulai dari berjualan kue sampai bisnis jastip.

5. Punya empati lebih dalam

Saya jadi bisa mengikuti berbagai kegiatan sosial. Ini membuat empati lebih terasah. Mulai dari ikut komunitas sosial, mengunjungi teman sakit bahkan ketika ada berita dukacita, saya bisa hadir untuk melayat.

Jadi memang, saya menjadikan kondisi di-PHK ini adalah kesempatan untuk mengambil alih kembali kehidupan saya. Menggunakan sebaiknya-baiknya untuk diri sendiri, keluarga dan orang sekitar.

Baca juga:

Saya Hamil dan Di-PHK, Harus Bagaimana?


Post Comment