Mau Mencapai Orgasme Bersama? Coba 3 Cara Ini

Saya rasa semua pasangan suami istri memiliki keinginan orgasme bersama. Benar tidak, sih?

Faktanya, urusan orgasme memang lebih sulit dirasakan oleh pihak perempuan. Butuh pemanasan lebih lama dan perlu ‘dipancing’ dengan cara yang tepat.

Apalagi kalau sudah memasuki usia pernikahan yang makin matang. Ditambah lagi kalau urusan domestik dan kerjaan kantor bejibun. Urusan seks, bukan lagi prioritas. Setidaknya, kondisi ini pernah saya rasakan. Pun dengan pengakuan beberapa teman terdekat saya.

Ukuran Penis tentukan Posisi seks_mommiesdaily

Menurut Zoya Amirin selaku seksolog yang berlatar psikologi, sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan perempuan sering kali kehilangan gairah untuk melakukan hubungan seks, termasuk susah orgasme. Salah satunya karena perempuan cenderung multitasking. Saat melakukan hubungan seks, terlalu sulit untuk fokus ke arah sana.

Sementara, di laman PsychologyToday, Lisa Thomas juga menuliskan kalau sekitar 25% wanita mengalami kesulitan mencapai orgasme, bahkan yang mengalami orgasme frekuensinya hanya sekitar 50-70%.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Marital Sex & Therapy juga membuktikan kalau banyak perempuan yang sulit merasakan orgasme. Penelitian ini melibatkan 913 perempuan berusia di atas 18 tahun. Sebanyak 452 perempuan nyatanya mengaku susah mendapatkan puncak kenikmatan seksual.

Di mana sebanyak 30% dari mereka mengaku tidak bisa orgasme saat melakukan hubungan seksual, 45% lainnya mengaku kadang bisa merasa orgasme, tapi kadang juga merasakannya.

Menyedihkan, ya?

Biar bagaimanapun, mencapai kepuasan atau orgasme itukan hak suami istri dan suami. Rasanya nggak adil kalau hanya salah satu pihak yang benar-benar merasa puas.

Kondisi ini pun akhirnya membuat saya makin penasaran. Berusaha mencari tahu, bagaimana sih caranya supaya bisa melakukan orgasme bersamaan dengan suami?

Berdasarkan pengalaman, obrolan dengan beberapa teman dekat, bertanya dengan psikolog, termasuk membaca beberapa artikel, setidaknya saya akhirnya menyadari bahwa sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk bisa melakukan orgasme bersama.

Jangan buru-buru

Melakukan hubungan seksual, mana enak, sih, kalau terburu-buru? Ya, memang,sih, kadang ada situasi yang membuat suami istri melakukan quicky sex. Tapi kan bukan berarti selalu harus terburu-buru, benar nggak?

Buat saya pribadi, menikmati momen bercinta memang akan lebih nikmat kalau dilakukan secara perlahan-lahan. Nggak perlu terburu-buru untuk mencapai orgasme. Apalagi kalau ingat, perempuan memang butuh waktu yang lama waktu yang lama untuk orgasme.

Jangan lupa untuk meminta suami untuk merangsang area sensitif supaya bisa lebih bergairah dan berujung bisa orgasme bersama. Hari gini, nggak perlu gengsi untuk mengutarakan apa yang kita inginkan. Lagian, masa malu untuk bicara dengan suami sendiri?

Mulailah lebih dulu

Sudah jadi rahasia umum jika pria cenderung lebih mudah merasa orgasme. Sementara perempuan tentu saja perlu waktu yang lebih lama. Setidaknya perlu pemanasan lebih dulu.

Supaya bisa orgamse bersama, kenapa tidak meminta pasangan untuk memnberikan stimulasi lebih dulu? Begitu siap, sesi intercourse pun bisa dimulai. Dengan begitu harapannya, orgasme bersama pun bisa dicapai.

Pilih posisi seks yang tepat

Coba perhatikan, kira-kira posisi seks seperti apa, sih, yang paling dinikmati? Posisi yang membuat lebih mudah turn on.

Saya percaya, kalau kita ingin menikmati sesi bercinta dengan suami, tentu saja perlu mengetahui apa yang bisa membantu diri kita untuk mencapai orgasme. Mau dimulai dirty talk? Mau pakai sex toys? Ya, silakan saja.

Kalau katanya pakar seks, dengan mengenal kebutuhan diri sendiri lebih dulu, tahu apa yang dirasa nyaman, tentu akan membantu untuk mendapatkan orgasme bersamaan. Dan yang tak kalah penting tentu saja mengetahui posisi yang sama-sama dinikmati.

Ava Cadell, PhD, seorang penulis buku The Pocket Idiot’s Guide to Oral Sex, menyarankan untuk melakukan posisi posisi woman on top supaya, kita bisa mengontrol kecepatan gerakannya.

Tapi, lagi-lagi, preferensi setiap orang tentu saja berbeda. Jadi, sesuaikan saja apa yang dirasa paling nyaman.

Ada saran yang ingin ditambahkan?


Post Comment