Workin’ Moms Series di Netflix Tontonan Untuk Ibu Bekerja

Untuk para working mom, serial ini bisa menjadi hiburan dan teman seperjuangan, hahaha.

Siapa yang sudah atau lagi nonton serial Netflix Workin’ Moms? Jujur saya, tuh, baru tahu banget ada serial tentang empat ibu bekerja di Kanada ini. Wah, sepertinya serial bagus ini terlewat oleh saya, karena sekarang saja sudah sampai ke season 3. Baiklah, setelah sebelumnya terombang-ambing antara nonton Sky Castle, sebuah drama Korea tentang mama-mama ambisius soal pendidikan anaknya (nanti saya review juga, ya) dengan Workin’ Moms, saya mendahulukan nonton perjuangan Kate, Anne, Frankie dan Jennie yang baru saja kembali kerja setelah cuti melahirkan. Enak, ya, di sana cuti melahirkan bisa sampai 9 bulan. Wah…

Workin’ Moms Series - Mommies Daily

Workin’ Moms Season 1

Dari mulai nonton episode pilot hingga episode terakhir dari season 1 saya nggak berhenti tertawa, tertegun, menahan napas, dan sejenisnya karena semua masalah yang dihadapi Kate, Jenni, Frankie dan Anne relate banget di jaman saya jadi working mom yang kerja 9 to 5 (walau seringnya dari 9 to 9 lagi). Mulai dari ASI perah yang tumpah ke atas dokumen kerja (ini pedih banget), miris lihat hasil perahan ASI cuma seiprit, merasa tak lagi menarik secara penampilan setelah melahirkan, harus berhadapan dengan baby sitter atau nanny yang ngeselin hingga perasaan ingin bunuh diri akibat post-partum depression. Sounds familiar?

Buat yang mellow galau karena harus berpisah sama si kecil, yang maju mundur menitipkan anak ke mama or mama mertua saat harus bekerja, yang merasa susah banget cari babysitter yang cucok, coba nonton, deh, Workin’ Moms. Ini, tuh, kita banget. Dari permasalahan-permasalahan yang dialami empat Workin’ Moms ini terkadang juga nggak ada solusinya. Samalah kayak kita, ketika harus memecat baby sitter tanpa backup karena tiba-tiba tanpa persetujuan ibu bayi, dia ngasih susu formula daripada ASI hasil perahan. Sumpah, pengen nguwel-nguwel babysitter yang mukanya sok innocent ketika kepergok.

Workin’ Moms Season 2

Kalau di season 1 permasalahan yang ditemui adalah permasalahan-permasalahan umum yang sering terjadi selama bekerja dan meninggalkan anak di rumah, di season 2 kehidupan empat working moms ini semakin complicated. Hubungan antar suami istri juga semakin runcing. Anne yang sudah capek habis melahirkan hamil lagi, lalu melahirkan, kemudian hamil lagi (gitu aja terus sampai semesta berakhir) menuntut suaminya untuk vasectomy. Perselingkuhan dengan kolega di kantor juga mewarnai season kali ini. Walaupun di season 1 udah mulai kelihatan gejalanya, sih. Masalah kian kompleks ketika Kate yang senang bekerja merasa terombang-ambing di antara pilihan, terus bekerja atau stay aja di rumah. Ah Kate, kamu nggak sendirian. Kita-kita juga banyak yang galau kayak kamu. Hahaha… Di season ini juga terjadi perpisahan-perpisahan tak terduga. Selain tetap kocak, season kali ini banyak sedihnya juga.

Workin’ Moms Season 3

Jujur saya belum nonton, ya. Karena season 3 juga baru aja kelar di tahun ini. Tapi di season ini konon tokoh-tokoh baru berdatangan dan membuat kehidupan Kate, Anne, Jenni dan Frankie makin meriah sebagai ibu bekerja yang struggling antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi.

Nonton serial Netflix Workin’ Moms ini baiknya nggak usah terlalu diambil hati. Nikmati aja, sama seperti kita menikmati ke-hopeless-an kita ketika harus berjibaku mengurusi kehidupan profesional dan menjalani peran kita sebagai ibu. Buat saya, serial ini jadi semacam pelipur lara. Seringkali Kate, Jenni, Frankie dan Anne sama hopeless-nya kayak kita. Nggak tahu harus ngapain. Inilah yang saya suka dari serial ini. Benar-benar based on reality. Pemerannya juga nggak ada yang cantik kebangetan. Layaknya working moms yang suka kita temui sehari-hari, lah, ya. Yang berbeda mungkin kulturnya. Karena dalam serial ini, salah satu pasangan orangtua adalah pasangan lesbian, dan gender bias-nya ketara banget antara pekerja pria dan wanita.

Masih belum teryakinkan? Oke, saya kasih tahu aja kalau serial ini sudah jadi nominasi Emmy Award dan memenangkan program televisi komedi terbaik di New York Festival dan sebagai program ter-inovatif di Banff World Media Festival. Yang nggak bisa akses Netflix, bisa nonton streaming aja kayak saya. Hahaha…


Post Comment