Kenapa Permainan Imajinatif Penting dilakukan si Kecil?

Kalau anak lagi asik role play dengan mainan apapun, jangan disepelekan, ya, mommies. Karena permainan imajinatif semacam ini penting untuk mendukung tumbung kembangnya.

Permainan Imajinatif - Mommies Daily

Permainan imajinatif sudah akrab saya lihat di keseharian Jordy, sejak dia sudah bisa bicara dua arah, sekitar dua tahunan. Diawali bermain role play sederhana, misalnya dia jadi dokter saya jadi pasiennya. Seiring bertambahnya usia Jordy, level kesulitan permainan imajinatif makin bergeser, dia menyelipkan unsur hitungan. Jordy jadi pedagang, saya jadi pembeli. Barang yang dia jajakan, juga dilabeli harga, nanti saya beli berapa porsi, dia harus menghitung total harga yang harus saya bayar.

Kata Binky Paramitha, Psikolog pendidikan & pendiri Rumah Dandelion, permainan imajinatif semacam ini penting pada anak 3-5 tahu, bahkan sangat disarankan. Karena di usia tersebut, tugas mereka adalah bermain dan melakukan inisiatif untuk melakukan dan menciptakan aktivitas tertentu bersama orang lain.

Selain itu, Binky mengingatkan dalam acara ELC, The Power of Play in Alpha Generation, awal Maret lalu di Jakarta. Khusus untuk generasi alpha yang hadir di era teknologi yang makin canggih. Bermain yang mengandalkan imajinasi anak-anak, bisa mengimbangi kegiatan anak dengan gadget.

Jadi apa saja manfaat permainan imajinatif?

  1. Kognitif: anak distimulasi berpikir simbolik, artinya anak diajak berpikir melalui nalarnya untuk memahami kenyataan melalui simbol atau tanda. Misalnya nih, kalau di mainan anak, ada tanda-tanda tertentu untuk memunculkan fungsi fitur di mainan itu. Tak hanya itu, anak juga terbiasa melakukan pemecahan masalah lewat kreativitas. Contohnya, dalam proses main, Jordy harus berpikir bagaimana saya harus membawa barang-barang yang saya beli. Lalu dia mencari wadah yang diperuntukkan sebagai tas belanja saya, hihihi, gemas!
  2. Bahasa: selama bermain anak terpapar kosa kata yang terbatas dari kita orangtuanya, makanya Binky menyarankan sebisa mungkin selalu temani mereka, ya, mommies. Anak akan menyerap kosa kata baru yang kita lontarkan. Atau malah, yang sudah terjadi pada saya dan Jordy, si kecil akan bertanya langsung tentang arti kata baru yang ia dengar dari kita. Sekaligus, membentuk pola komunikasi dua arah yang baik.
  3. Sosial emosional: ada sifat-sifat yang akan terbentuk. Yaitu empati, kontrol diri, dan interaksi.

Agar manfaat bermain imajinatif bisa maksimal, Binky menyarankan mommies mengikuti tiga tips ini:

  1. Bercerita, jangan sungkan bercerita apapun kepada anak. Idenya bisa dating dari keseharian kita, kok. Yang ringan-ringan saja. Poinnya, menciptakan komunikasi antar si kecil dan kita sebagai pendamping bermainnya.
  2. Dampingi anak, jangan biarkan anak asik sendiri. Makin maksimal jika dia punya lawan bermain, role play pun makin beragam.
  3. Fasilitasi dengan perlengkapan yang mumpuni.

Selamat bermain mommies!


Post Comment