Single Mom Survival Guide: Nyanyu, “Tetap Komunikasikan Semua yang Kita Alami ke Keluarga”

Untuk seri Single Mom Survival Guide kali ini saya mengobrol dengan mbak Yayuk (akrab disapa Nyanyu), owner brand turban instan @kaloka_id.

Scrolling timeline Instagramnya sampai hampir satu jam, mbak Nyanyu ini bikin saya semangat. Selain karena foto liburannya yang bikin iri pekerja kantoran seperti saya, vibes captionnya pun memotivasi untuk punya bisnis sendiri. :)

Sebelum memutuskan resign dan membesarkan @kaloka_id, mbak Nyanyu ini adalah full time mom. Perempuan kelahiran Solo ini resign 2 tahun lalu kemudian menjalani hari-harinya sebagai enterpreneur. Dari memilih kain, photoshoot, menjaga sendiri booth pameran, dan mengikuti berbagai seminar serta konferensi tentang industri kreatif.

nyanyu3

“Maret 2017 resign dari perusahaan oil & gas. Posisi terakhir Employee Services Admin. Keputusan yang berat sebenarnya karena kantornya super nyenengin banget. Kaloka sudah running 6 bulan dan menunjukkan progress yang bagus saat itu,” papar mbak Nyanyu.

Tak cuma eksis di Indonesia, @kaloka_id juga pernah berpameran di Jepang, Brunei Darussalam, Rusia, dan Kamboja lho. Semua dikerjakan sambil juga merawat buah hatinya, Zevelina (18 tahun).

Mbak Nyanyu memutuskan bercerai saat usia pernikahan 5 tahun karena sang suami kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Saat digugat cerai, mantan suaminya itu justru semakin marah dan perlakuannya semakin kasar.

nyanyu

Simak percakapan saya dengan mbak Nyanyu:

Berapa lama mengalami fase terpuruk dan apakah punya moving on tips untuk mommies yang mengalami hal serupa?

Fase terpuruk justru saat suami tahu kalau ia digugat cerai. Rasa marah diluapkan dengan perlakuan yg makin kasar. Tetap komunikasikan yang kita alami ke keluarga. Keluarga adalah tempat berlindung paling aman dan nyaman dan garda terdepan yang siap membantu.

Bisa disebutkan 3 kekhawatiran terbesar saat akan bercerai?

Sebagai penggugat dan mempunyai keluarga yang sangat supportif, hampir tidak ada kekhawatiran apapun, termasuk financial karena saya waktu itu juga mempunyai pekerjaan.

Apa 3 hal yang membuat percaya bahwa hidup pasca bercerai itu akan baik-baik saja?

Support system yang berjalan dengan baik, dalam hal ini adalah keluarga besar. Saya juga mempunyai pekerjaan. Serta counseling. Sebelum menggugat cerai, sudah melakukan counseling dan dari hasil counseling menyatakan bahwa bertahan dalam rumah tangga yang di dalamnya terjadi KDRT, sangat tidak dianjurkan.

nyanyu2

Bagaimana memanage hubungan dengan mantan suami?

Saya memutus komunikasi dengan mantan suami, tapi tidak dengan keluarganya. Anak juga bebas berkomunikasi dan bertemu ayahnya.

Ada tips survival guide untuk single mom lain setelah bercerai?

Jangan ragu untuk memberitahukan kondisi kita kepada keluarga. Apa yang dialami, apa yang dirasakan, sehingga kita bisa mendapatkan support yang kita butuhkan.

Punya sosok single mom yang jadi panutan. Dan kenapa?

Sahabat saya Sri Kusmiati, kami dipertemukan dalam Komunitas Single Moms Indonesia tahun 2012. Membesarkan anak tanpa perkawinan, dan lalu memutuskan untuk menjadi freelancer paska melahirkan anaknya. Membesarkan anak sendiri dan menjadi freelancer adalah 2 tantangan yang tidak mudah.


Post Comment