Manfaat Ciuman Bibir dalam Pernikahan

Ciuman. Kapan terakhir melakukannya dengan pasangan? Semalam atau tadi pagi? Atau malah lupa kapan terakhir sesi ciuman bibir bersama pasangan dilakukan?

Terus terang saja, saya sih memang nggak mempraktikannya setiap hari. Padahal, saya sendiri cukup paham kalau sebenarnya ada banyak manfaat ciuman bibir untuk ikatan pernikahan. Salah satunya, ya, tentu saja keintiman dan kedekatan emosional dengan pasangan makin meningkat. Apalagi, kalau setelah dicium, pak suami langsung bilang, “Eh, aku baru dapat bonus, sih… bisa disisihkan untuk post kamu belanja. Kamu mau beli tas atau sepatu?” Hahahaha.

Lagian, nih, saat berciuman, baik laki-laki maupun perempuan juga bisa mengeluarkan hormon oksitosin yang akan membuat ikatan batin semakin erat. Sudah paham dong, ya, kalau hormon yang satu ini dikenal dengan hormon cinta dan punya peran penting dalam tingkah laku manusia.

Kalau katanya Michael Cane, penulis The Art of Kissing, berciuman merupakan hasrat dan romansa yang membuat orang tetap bersama. Makanya kalau ciuman dengan pasangan sudah terasa hambar, bisa jadi alarm kalau ada sesuatu hal yang perlu diperbaiki dalam kehidupan seks.

Lagipula, yang nggak kalah penting, bukankah salah satu manfaat ciuman bibir dengan pasangan itu bisa sebagai menu pembuka untuk melakukan aktivitas seksual? Paling tidak buat saya pribadi, manfaat ciuman bibir cukup banyak.

Manfaat Ciuman Bibir - Mommies Daily

Berciuman, menimbulkan perasaan diinginkan

Nggak cuma bikin hubungan lebih intim, tapi mencium pasangan ataupun sebaliknya, dicium pasangan, membuat saya merasa seksi. Bahkan membuat saya merasa penting dan diinginkan. Ya, mungkin karena faktor hormon oksitosin yang muncul.

Buat saya, manfaat lainnya juga untuk mengingatkan pada pasangan bahwa mereka juga seksi dan masih diinginkan. Nggak masalah dengan usia pernikahan yang semakin menua, sudah menikah selama 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan memasuki usia pernikahan 15 tahun? Faktanya, perasaan diinginkan pasangan itu memang diperlukan untuk bikin kita bahagia, kok!

Sebenarnya berciuman nggak terlepas dari yang namanya hasrat. Tentang perasaan bahwa kita atau pun pasangan benar-benar diinginkan. Sayangnya, perasaan semacam ini seperti hilang kalau nggak dipelihara dengan baik. Dengan berciuman, membuat kita bisa merasakan kembali.

Saya pernah membaca sebuah artikel, menurut psikoterapis klinis dan konselor hubungan, Kevon Owen, M.S., LPC, ada tiga elemen yang membentuk ciuman yang baik: ketertarikan, kenyamanan, dan koneksi.

Nyatanya untuk mendapatkan atau memberikan ciuman yang baik, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Bahkan, hal ini sudah ada bukti ilmiahnya, lho!

Jangan lupa miringkan kepala

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa mayoritas orang memiringkan kepala ke kanan ketika mereka masuk untuk ciuman. Bahkan, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda melakukannya karena itu terjadi secara alami. Seperti yang ditemukan oleh tim psikolog dan ahli saraf, manusia dipersiapkan untuk condong ke kanan.

Tutup mata

Iya, ini memang klise dan sudah jadi rahasia umum. Tapi memang ada alasan mengapa banyak orang yang lebih senang ciuman dengan tutup mata. Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance menemukan, kita cenderung mengalami semua sensasi yang terkait dengan ciuman ketika menutup mata.

Hal ini dikarenakan otak kita mengalami kesulitan memproses rangsangan terkait visual dan sentuhan pada saat yang sama. Sulit untuk benar-benar menikmati ciuman ketika mata berfokus pada hal-hal lain. Makanya dengan menutup mata bisa membantu sepenuhnya fokus pada ciuman.

Hindari penggunaaan lidah secara berlebihan

Sebuah survei 2015 terhadap lebih dari 10.000 orang oleh Coffee Meets Bagel menemukan apa yang benar-benar membuat ciuman yang baik di seluruh dunia. Orang-orang dari Australia, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat mengatakan bahwa ciuman yang sempurna adalah ciuman yang “dalam, tetapi tanpa lidah.”

Sebelum melakukannya, jangan lupa membuat kontak mata

Menutup mata saat berciuman mungkin cara yang sering dilakukan. Tapi, melakukan kontak mata sebelumnya dapat membawa hal-hal ke tingkat berikutnya. Seperti yang dibilang Irina Baechle, LCSW, terapis hubungan dan pelatih kencan, bahwa tidak ada yang lebih intim dan rentan daripada kontak mata antara dua orang. “Sebelum Anda mencium pasangan Anda, lihat mata mereka. Jadi, jangan anggap remeh.”

Eh, nulis ini kok, bikin saya pengen buru-buru pulang dan ketemu suami…


Post Comment