Mengenalkan Matematika pada Balita Lewat Kegiatan Sehari-hari

Bagi kebanyakan anak (termasuk saya dulu), matematika adalah salah satu pelajaran yang mengerikan. Belajarnya sulit juga membosankan.

Mungkin ya, mungkin karena sejak awal belajar matematikanya tidak dihubungkan dengan kegiatan sehari-hari. Padahal sejak balita, anak sudah bisa lho dikenalkan pada matematika.

6 Bukti Daycare Berdampak Baik untuk Anak Saya - Mommies Daily

Banyak sekali kegiatan sehari-hari yang bisa jadi “pelajaran matematika” untuk balita. Apa saja?

Naik turun tangga sambil berhitung

Sejak Xylo bisa jalan dan mulai naik turun tangga, kami selalu menghitung anak tangganya. Naik dan turun selalu pakai hitungan sehingga ia terbiasa mendengar sesuatu yang dihitung, kapan harus bertambah, kapan harus berhenti.

Saat ia mulai belajar bahasa Inggris, angkanya mulai dihitung memakai bahasa Inggris. Sekarang di umur 4,5 tahun, ia sudah bisa menghitung sesuatu hingga 100 karena terbiasa menghitung banyak hal sejak kecil.

Menghitung Mainan dan Mengenal Bentuknya

Saat bermain juga bisa jadi permainan tambah-tambahan. Mobil-mobilan dijejerkan dan dihitung. Ditambah satu kemudian dihitung ulang.

Mainan juga bisa jadi sarana untuk mengenal bentuk. Ban mobil berbentuk lingkaran, blocks berbentuk kubus, gelas berbentuk tabung, dan lain sebagainya.

Berbelanja dan Menghitung Uang

Berbelanja itu penuh hitungan matematika, lho! Dari membandingkan harga yang lebih mahal dan lebih murah sampai menghitung uangnya. Supaya lebih mudah, saya menghilangkan dulu 3 nol di belakang jadi angka uang hanya sampai puluhan.

Setelah selesai dihitung, barulah ditambah kata “ribu” dan tunjukkan bahwa “ribu” berarti tiga nol di belakang uang.

Menimbang Bahan Resep

Memasak bersama anak juga bisa jadi hitungan yang menyenangkan. Menimbang, mengukur, atau memotong makanan bisa membantu untuk mengenalkan anak pada pembagian.

Dengan menghubungkan matematika pada kegiatan sehari-hari, perasaan takut salah dan takut gagal pun bisa terminimalisir. Semoga belajar matematika tidak lagi mengerikan ya!


Post Comment