Single Mom Survival Guide: Rany Soetanto, “Jadi teamwork yang baik dengan mantan suami demi anak.”

Baginya tidak ada waktu untuk terpuruk karena kesedihan di masa lalu, karena perpisahan dengan pasangan. Rany menganggapnya sebagai ajang untuk belajar. Dan tetap menjalankan co-parenting dengan baik untuk si kecil.

Saya mengenal sosok Rany Soetanto (34), sebagai MC yang pandai membawa suasana menjadi hidup. “Aku senang kalau acaranya ada anak-anak!” ucapnya di sela-sela event Mommies Daily beberapa waktu lalu. Pembawaannya yang riang, dan murah senyum, jadi modal Rany menyapa peserta dewasa hingga anak-anak.

Rany Soetanto - Mommies Daily

Tapi siapa sangka, di balik sosoknya yang selalu terlihat ceria, ia telah menjalani perannya sebagai single mom sejak 2012 lalu. Ibu dari Machiko (9,5) ini bilang, perpisahan dengan mantannya bukan akhir dari dunia. Karena masih banyak hal yang bisa lakukan.

Di antara waktu luangnya dia menyempatkan diri olahraga. Katanya kalau menekuni sesuatu yang kita suka, dampak langsung ke diri sendiri akan bahagia. Energi positif ini yang akan membuat dirinya lebih mudah melakukan apapun, termasuk bekerja sama dengan mantan suami menjalankan co-parenting. Demi tumbuh kembang si kecil.

Yuk, simak obrolan Mommies Daily selengkapnya dengan Rany, yang punya hobi, memasak steak.

Moving on tip ala Rany?

Rany Soetanto - Mommies Daily

Yang pertama selalu diingat adalah dunia belum berakhir saat saya bercerai, I have to deal with my past, karena semua yang terjadi selalu ada hikmahnya, semuanya proses belajar. Tidak terus terpuruk mengingat kejadian di masa lalu. Karena kita hidup di masa sekarang, jalani hari sebaik-baiknya, seperti tidak ada hari esok.

Bagaimana kamu menjalankan life after divorce (untuk diri sendiri dan anak)

Mencoba membahagiakan diri sendiri dengan melakukan hal-hal positif, menyalurkan hobi, kemudian mencari kegiatan ataupun pekerjaan yang sesuai dengan passion. Kalau diri sendiri sudah merasa bahagia, pasti akan lebih mudah membahagiakan anak dan bahkan orang lain. Selain itu untuk melakukan segala sesuatu pastinya lebih mudah.

Bagaimana kiat kamu menjaga hubungan baik dengan mantan suami?

Berdasarkan pengalaman saya sebagai anak hasil perceraian orangtua, saya merasa kurang mendapatkan perhatian dan pengertian dari mreka, walaupun mereka adalah teamwork yang baik. Artinya, dulu saya sebagai anak sudah pasti terluka dengan perceraian mereka.

Dengan pengalaman seperti itu, akhirnya semaksimal mungkin, saya mengupayakan dengan mantan menjadi teamwork yang baik demi anak. Tidak menjelekkan mantan pasangan satu sama lain di depan anak.

Berusaha membagi waktu tentunya dengan keinginan dari si anak tanpa perlu dibatasi. Dan berkomitmen  berkompromi untuk tetap sejalan tanpa perlu menghadirkan perdebatan tidak penting, namun tetap saling mengingatkan satu sama lain demi tumbung kembang si anak.

3 kekhawatiran terbesar pasca bercerai dan bagaimana mengatasinya?

  1. Takut anak menjadi anak yang introvert dan menutup diri dengan adanya perceraian tersebut. Dan untuk ini, di 3 tahun awal perceraian, saya selalu membuat jadwal konseling bersama psikolog anak untuk mengetahui update perkembangan psikisnya.
  2. Takut tidak dapat membesarkan anak seorang diri dan takut tidak dapat mendidik secara tepat. Untuk hal ini, akhirnya saya sering bertanya dan berdiskusi kepada anak, apa yang ia inginkan di hidupnya.
  3. Takut secara finansial tidak dapat membiayai biaya pendidikan anak. Untuk poin ini, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, namun tetap berupaya semaksimal mungkin.

3 hal yang membuat hidup pasca bercerai akan baik-baik saja?

Rany Soetanto - Mommies Daily

  1. Tetap bisa melakukan banyak hal menarik dan lebih terbuka dengan anak. Semakin kompak dan semakin pengertian.
  2. Perasaan bangga yang muncul terhadap diri sendiri, yang akhirnya membuat kita semakin lebih baik dalam menjalani kehidupan menjadi sosok ayah dan ibu di waktu bersamaan.
  3. Lebih banyak quality time yang bisa dibangun dengan anak, yang akhirnya membentuk anak menjadi anak yang mandiri dan tangguh namun tetap penuh kasih.

Sosok single mom yang menginspirasi kamu siapa? Dan kenapa?

Pemulung di sekitar rumah. Ditinggal meninggal sama suaminya. Membesarkan 3 orang anak seorang diri dengan hasil menjual barang rongsokan yang dia ambil dari tong sampah rumah-rumah orang, dari gelap ketemu gelap. Namun ia tetap ikhlas dan bisa struggle agar anak-anaknya bisa sekolah. Saya biasanya ketemu dia dini hari, sudah bawa karung siap bekerja. Biasanya dia menyapa dan tersenyum.

Terima kasih sudah berbagi cerita, Rany. Tetap semangat, ya. Salam peluk untuk kamu dan Michiko.


Post Comment