Saya Ingin Mematikan 7 Hal Ini Dalam Diri Saya

Salah satu cita-cita personal saya di tahun 2019 ini adalah: Berhenti menjadi hakim yang terlalu keras pada diri sendiri dan orang lain. Masih ada 6 hal lain yang ingin saya matikan atau hilangkan dalam diri saya.

Kemarin, saya baru posting di IG Story saya @duniapercil mengenai awal tahun 2019 yang berjalan tidak terlalu baik. Iya, baru juga tahun 2019 masuk hari kedua, sudah ada drama antara saya dengan keluarga mantan suami.

Karena saya malas membahas masalahnya, intinya sih ada hal yang membuat anak-anak saya nggak nyaman, makanya saya lumayan nge-gas, hehehe. Tapi di sisi lain, saya bersyukur di usia yang semakin tua nan bijak ini (tsaelaaaaah), marah saya lumayan kekontrol, karena saya mencoba mengajukan beberapa pertanyaan ini ke diri sendiri:

- Ini layak nggak sih bikin gue marah? Layak nggak membuat gue kepancing emosinya? Jawabannya, layak, karena sudah menyentuh anak-anak, ahahaha.

- Am I overreacting or overthinking the situation? Layak marah, tapi marah yang seperti apa. Soalnya, kadang, karena harga diri terusik, jadi suka berlebihan marahnya, padahal nggak harus gitu-gitu amat.

- Apa yang bisa saya pelajari dari kasus ini? Bahwa saya nggak akan melakukan hal yang sama seperti apa yang mereka lakukan, karena rasanya nggak enak dan nggak sopan.

- Can I control the situation? Yah paling omongin baik-baik ke mantan suami dan anak-anak.

- What can I do right now to make myself feel better? Dalam kasus saya, jadinya baca buku, nonton atau main game online yang masak-masakan.

Hilangkan Kebiasaan Negatif - Mommies Daily

Dan kasus ini akhirnya membuat saya memiliki list tambahan untuk mematikan beberapa hal dalam kebiasaan agar menjadi pribadi yang lebih baik, mumpuuuuung baru masuk minggu kedua bulan januari 2019. Berikut list-nya:

1. Sikap perfectionist

Percayalah, perfectionist itu melelahkan. Ingin yang terbaik itu wajar. Namun berikan sedikit celah untuk sebuah kekurangan, agar kita tidak terus menerus merasa gagal ketika kesempurnaan itu tidak juga tercapai.

2. Sibuk menghakimi orang lain dan diri sendiri

Terlalu keras pada orang lain dan diri sendiri artinya kita hanya fokus pada kekurangan, bukan pada kelebihan yang ada. Padahal setiap orang kan pasti punya dua sisi: kelebihan dan kekurangan.

3. Ragu pada diri sendiri

Tidak berharap kesempurnaan bukan berarti kita malah terus menerus ragu pada diri sendiri. Kalau kita memenuhi pikiran dengan keragu-raguan, kapan kita berani mengambil keputusan atau kesempatan yang lebih menantang?

4. Selalu berpikir kemungkinan yang terburuk

Ini juga melelahkan, karena akhirnya kita sibuk berasumsi. Ibarat kata pacaran, kita sibuk memikirkan kalau pasangan kita akan selingkuh, akan berbohong dsb-nya. Hal-hal yang belum tentu terjadi tapi sudah membuat kita lelah.

5. Selalu khawatir

Rada sama dengan nomor empat. Kekhawatiran berlebih nggak ada bagus-bagusnya, selain merusak kesehatan kita dan membawa kita kepada berpikir negatif.

6. Sibuk mengeluh dengan keadaan

Percaya deh, hidup itu juga pasti ada hal yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Kalau kita sibuk mengeluh itu tandanya kita membutakan diri pada hal-hal yang menyenangkan.

7. Trying to control everything

Mohon maaf, kita bukan Tuhan yang punya kemampuan untuk mengontrol semuanya. Kontrol apa yang bisa kita handle, berikan ke orang lain beban yang memang tidak bisa kita tanggung.

Agree???


Post Comment