Resolusi 2019 : Banyak Bersyukur dan Tegar Sebagai Ibu Seperti Marcella Zalianty

Oleh: Febria Silaen

Belajar bisa dari mana saja, termasuk sosok selebriti Marcella Zalianty. Tegar menghadapi ujian, ketika buah hati tercinta berjuang melawan tumor.

Selamat datang 2019

Biasanya, setiap tahun saya membuat resolusi. Tapi sudah dua tahun terakhir ini, kebiasaan itu tidak lagi saya lakukan. Alasannya simpel, saya sedang lelah menjadi perempuan yang berstatus ibu dan juga istri.

Tapi tahun ini sepertinya berbeda. Saya membuat kembali resolusi 2019 dengan lebih simpel. Yaitu banyak belajar untuk selalu bersyukur dan tegar sebagai ibu dan istri sekaligus perempuan yang tetap bisa berkarya.

Marcella Zalianty - Mommies Daily

Semua karena sosok inspiratif yang sempat saya jumpai dan ngobrol banyak soal kehidupan dan ujiannya. Ya, Marcella Zalianty, yang sudah membuat saya sadar untuk kembali bisa menata hidup.

Cerita tentang bagaimana ia berjuang untuk tegar dan selalu berpikir positif dalam menyikapi ujian saat putra keduanya, Aryton Magali Sastra Soeprapto (6), sempat kembali menjalani perawatan. Akibat tumor otak yang dideritanya. Padahal empat tahun lamanya, penyakit tersebut tidak kambuh.

Berikut beberapa hal yang membuat saya terkagum pada sosok perempuan kelahiran 7 Maret 1980 ini.

1. Demi kesembuhan anaknya, Marcella rela meninggalkan aktivitas di dunia hiburan untuk sesaat.

Dirinya memilih untuk concern dalam proses pengobatan dan perawatan Magali. Bahkan demi kesembuhan buah hatinya, dirinya pun sabar menemani Magali selama 20 hari selama menjalani perawatan. Hal ini tentu bukan hal yang mudah. Apalagi bagi perempuan yang aktif. Namun, ketika status perempuan berhadapan dengan peran sebagai ibu, Marcella memilih untuk menjadi ibu yang tegar dan setia mendampingi setiap proses pengobatan anaknya.

2. Penyakit tumor otak yang diderita oleh anaknya, dianggap bukan musibah.

Dirinya mengaku menjadi sosok yang lebih banyak bersyukur menghadapi segala ujian yang dihadapi keluarga kecilnya. Saya ingat betul dia mengatakan, bahwa segala hal yang terjadi harus tetap bisa membuat kita bersyukur. Karena, itu tanda Tuhan sayang kepada kita. Meski, jujur berat ketika menjalani semua. Namun, karena belajar untuk tetap bersyukur itu yang membuat dirinya dan suami serta anak sulungnya bisa sama-sama melalui ujian ini.

3. Belajar bersikap adil pada kedua anaknya dan bertoleransi

Hal ini pun tak mudah, ketika waktu dan perhatian kepada Magali akhirnya memang lebih banyak dicurahkan. Namun, dirinya tak ingin membuat sang kakak, Kana Mahatma Soeprapto “tersisihkan”. Mencoba bersikap adil dalam memberikan perhatian dan menjelaskan kepada sang kakak, kondisi adiknya.

Meminta toleransi dan pengertian dari setiap anggota keluarga, ternyata itu perlu dan sangat membantu dirinya, sebagai ibu dan juga istri. Ketika, ada saatnya dirinya tak bisa memenuhi kebutuhan waktu dan perhatian untuk anak pertama dan suami.

Marcella Zalianty - Mommies Daily

Tidak hanya kakak, adik juga harus bisa memahami kondisi dirinya yang tidak bisa makan makanan sebebas sang kakak.

Diceritakan oleh Marcella, hal yang cukup sulit adalah soal makanan. Ketika, Magali memang tida bisa makan semabarangan. Kadang, dia suka iri melihat kakaknya makan. Atau ketika ke restoran, itu adalah hal sulit. Namun, akhirnya dirinya harus bisa meminta toleransi dari semua anggota keluarga.

Misal, belajar makan makanan yang disajikan untuk Magali. Dan kalau ke restoran, Marcella punya trik untuk tetap membawa makanan dari rumah namun minta agar pramusaji menyajikan dalam piring dan wadah restoran. Sehingga Magali tetap bisa menikmati makan bersama di restoran tanpa merasa dibedakan

4. Belajar tegar dan tetap memberikan senyuman ikhlas tulus

Tak terhitung lagi air mata yang menetes dari ibu dua anak ini. Pasti setiap ibu yang mengalami kondisi seperti Marcella, pun sama. Meneteskan air mata bukan artinya lemah. Baginya selama Magali sakit, dirinya belajar tegar dan tetap bisa memberikan senyuman yang tulus. Setiap perkembangan kesehatan yang dilihat dari Magali adalah kebahagiaan bagi dirinya. “Bahagia, bisa melihat Magali beraktivitas seperti anak-anak lain. Meski tetap harus dalam pengawasan, tentunya. ”

5. Me Time adalah obat psikis yang menguatkan

Marcella mengaku, sulit untuk memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Namun, ternyata me time itu perlu dan penting. Apalagi menurutnya, ketika sedang sendiri dan bisa menikmati waktu meski itu hanya mandi, itu sangat berharga. Rasa lelah dan penat bisa sedikit hilang.

Melakukan hal yang disukai meski waktu terbatas, itu me-recharge tenaga dan pikiran agar tetap bisa bersyukur dan tegar.

Raut kebahagiaan Marcella bersama anak-anak pun terlihat dari postingan IG ketika merayakan tahun baru.

Terima kasih buat semangat dan inspirasinya ya, Marcella. Sehat selalu untuk Magali.

*Image: IG @marcella.zalianty


Post Comment