Kenapa Saya Ingin Anak Saya Belajar Coding? Ini Alasannya!

Walaupun sempat ada yang menentang, tapi akhirnya saya mantap ingin mengikutsertakan anak-anak saya belajar coding. Apa alasannya?

samsung1

Saya percaya, salah satu keahlian yang wajib banget dimiliki oleh para orangtua zaman sekarang adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Setuju nggak, sih? Dan, salah satu hal yang harus bisa saya adaptasi adalah perubahan pola asuh yang nggak bisa lagi saya samakan dengan masa orangtua saya dulu atau bahkan ketika saya menjadi orangtua untuk pertama kalinya. Dunia sudah berubah. Ilmu parenting pun berubah.

Contoh sederhananya ….

Zaman mama, anak itu dilarang bersikap kritis atau banyak bertanya karena akan dianggap kurang ajar. Hukuman secara fisik juga masih normal dilakukan. Atau di masa saya pertama kali punya anak, sekitar 12 tahun lalu. Pemberian sufor masih sah dilakukan oleh pihak rumah sakit dan (ini yang lumayan kencang digaungkan dulu) bahwa gadget dianggap musuh oleh orangtua.

Namun, lihat sekarang???

Komunikasi antara orangtua dan anak terjadi dua arah. Hukuman fisik sudah tidak dianjurkan. Pemberian ASI ekslusif sangatlah penting hingga kehadiran teknologi yang memang sudah tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.

Dan saya ingin fokus ke bagian teknologi.

Rasa-rasanya sulit sih kalau hari gini orangtua masih menjauhkan anak dari gadget dan teknologi. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, kegiatan sekolah anak-anak sudah banyak melibatkan gadget. Misalnya, Whatsapp Group untuk membahas tugas sekolah. Kehadiran google untuk mencari jawaban atas tugas-tugas sekolah yang semakin njlimet. Dan, lompat jauh ke dunia kerja yang kini semakin banyak membutuhkan skill mumpuni seputar teknologi. Jadi kok ya saya menyerah kalau mau menjauhkan anak dari gadget.

Makanya, pada ahirnya saya mengizinkan anak-anak ‘bersahabat’ dengan gadget dan teknologi. Mereka mempunyai smartphone, tablet hingga laptop (penggunaannya dengan pengawasan tentu saja). Lalu, selain memasukkan mereka di club olahraga seperti futsal, bola dan renang, atau les gitar demi mengasah jiwa seni mereka, saya pun ingin mengenalkan mereka terhadap serunya dunia digital. Pilihannya? Jatuh kepada aktivitas coding!

Secara sederhana, coding ini mengajarkan anak memiliki kemampuan membuat program yang bisa diaplikasikan untuk menciptakan misalnya, games, aplikasi atau website. Apa alasan saya ingin anak-anak saya bisa coding?

1. Mengasah kreativitas sudah pasti. Anak dituntut berpikir kreatif untuk membuat permainan atau aplikasi ‘hanya’ dengan menggunakan smartphone atau tablet.

2. Mengajarkan anak kemampuan memecahkan masalah. Ketika menyusun sebuah program anak mau tidak mau diajak untuk terbiasa memecahkan masalah secara sistematis.

3. Melatih ketekunan dan kesabaran. Ketika mereka harus menjalani tahap demi tahap pembuatan program, anak belajar untuk sabar dan tekun serta teliti.

4. Anak tidak buta teknologi dan lebih siap menghadapi perkembangan zaman.

Makanya, saya senang banget ketika pada tanggal 9 Desember 2018 lalu Mommies Daily bersama Samsung menyelenggarakan event dengan tema Fun Learning Moment with Kids: Next Generation of Creators Through Technology dengan aktivitas coding di dalamnya. Saya jadi bisa bertanya ke tim dari Coding Bee tentang belajar coding, dan mengenalkannya ke anak-anak. At least, sayanya dulu sebagai orangtua yang harus paham kan ☺.

samsung

Acara yang dibuka dengan ngobrol-ngobrol singkat namun seru ini juga dihadiri oleh mama Nola serta Naura dan Neona yang menunjukkan bagaimana kehadiran gadget di tengah-tengah mereka malah memberikan manfaat bahkan untuk bonding satu sama lain. Mulai dari mengerjakan PR bersama, menonton youtube, bermain game hingga mencari referensi musik dan itu semua dengan menggunakan Samsung Galaxy Tab A.

Menurut mama Nola, salah satu fitur keren dari Samsung Galaxy Tab A adalah fitur Kids Mode yang merupakan fitur bawaan dari Samsung Galaxy Tab A. Ketika masuk ke fitur Kids Mode, maka tampilan layar otomatis berubah menjadi warna-warni. Fitur Kids Mode tetap memungkinkan anak untuk menggunakan kamera, video, doodle dan beragam aplikasi lain yang kids friendly. Google Play-nya pun spesial karena hanya bisa digunakan untuk mencari dan mengunduh aplikasi anak-anak. Untuk keluar Kids Mode diperlukan passcode khusus yang diatur oleh orangtua. Jadi anak tidak akan mengganggu settingan tablet kita sendiri.

samsung3

Setelah talkshow selesai, para peserta bersama anak-anaknya belajar membuat coding untuk permainan sederhana bersama instruktur dari Coding Bee. Anak-anak usia 9-12 tahun ini diajarkan membuat games di mana sebuah roket harus menembak UFO yang menjadi musuhnya untuk mendapatkan nilai. Daaan, balajar codingnya pun ya cukup memakai Samsung Galaxy Tab A! Jadi jangan mikirnya coding itu susah dan alatnya ribet ya, hehehe.

Bicara kelebihan Samsung Galaxy Tab A yang lain adalah fitur Screen Time yang otomatis membunyikan alarm ketika jatah screen time anak habis. Plus Big Display layar full HD sebesar 10.5 inci, belum lagi ditambah Speaker di 4 sisi dengan teknologi Dolby Atmos Surround Sound yang menghasilkan suara nyata dan dinamis.

Jadi, mau nggak mengizinkan anak-anak belajar coding? Kalau saya sih mau!


Post Comment