Kisah Gwyneth Paltrow Melawan Postpartum Depression

Terlahir sebagai anak penerima Oscar dan mantan suami rockstar sehingga uang tidak pernah jadi masalah, Gwyneth Paltrow juga tetap harus berjuang melawan postpartum depression. Bagaimana ia melewatinya?

Gwyneth melahirkan anak pertama, Apple dengan sukacita. Ia bahagia dan tidak stres sama sekali. Karena itu, ia tidak menyangka, melahirkan anak kedua, Moses membuatnya terkena postpartum depression.

gwyneth-moses

“Aku sangat euphoric ketika Apple lahir, dan aku berasumsi itu akan terjadi juga pada Mosey tapi ternyata butuh beberapa waktu. I really went into a dark place,” ujarnya dalam podcast Goop.

Beruntung sang suami Chris Martin tanggap pada apa yang terjadi pada istrinya, Setelah 4 bulan Chris terus menerus bilang ada yang salah namun Gwyneth belum menerima kenyataan dan terus menerus juga bilang ia baik-baik saja.

“Hal tersulit untukku adalah mengakui masalahnya. Aku pikir postpartum depression artinya kau menangis setiap hari dan tidak bisa mengurus anak,. Tapi ada banyak spektrum berbeda itu sebabnya menurutku sangat penting untuk perempuan untuk mulai membicarakannya. Itu saat-saat mencoba, aku merasa seperti sebuah kegagalan,” paparnya.

Postpartum depression yang dialami Gwyneth ternyata masih cukup ringan sehingga ia tidak perlu dirawat di rumah sakit dan minum obat. Ia akhirnya diterapi, mulai berolahraga, berhenti minum alkohol dan memberi waktu untuk diri sendiri serta tidur dengan teratur. Akhirnya ia pun sembuh.

I think it was just all those little threads from my life that came together and made it really clear to me that it’s OK to try to turn inward, listen inward, and put faith that the body knows how to heal itself if you are willing to sit with what’s there. And sometimes it’s really dark and scary and painful. I came to understand that if you delve into it, that’s how you move through it,” tutupnya.

Jika mommies mengalami postpartum depression, jangan malu untuk meminta bantuan ya! Jika diperlukan dan terapi saja tidak cukup, minum obat anti depresi pun tidak masalah asal didampingi oleh tenaga profesional. You can do it, mom!


Post Comment