Perlakukan Perempuan Hamil Secara Wajar

Tentang stereotype perempuan hamil yang dipandang sebagian orang, fragile. Padahal, kami tetap perempuan yang bisa melakukan aktivitas dengan normal.

Menjadi calon ibu yang sedang mengandung punya banyak keuntungan. Selama kurang lebih 9 bulan, kami dimudahkan dengan berbagai sikap orang-orang sekitar. Misalnya, waktu di kantor terdahulu. Kalau ada yang ulang tahun atau resign, potongan kue yang mendarat di meja saya, hampir pasti minimal dua kue, hahaha. Dengan alasan, ada baby yang butuh asupan lebih. Sip ini saya terima dengan baik.

Perlakukan Perempuan Hamil Secara Wajar - Mommies Daily

Tapi, ada kalanya (mungkin saking sayang atau belum terlalu paham) tentang kondisi fisik perempuan hamil. Saya juga pernah mendapat perlakuan seperti orang sedang sakit. Nggak boleh makan pedas, jangan keseringan naik tangga, sampai ada yang kaget setiap hari saya masih diantar suami pakai motor, selama 9 bulan penuh!

Dokter kandungan saya berseloroh, waktu tahu saya harus menggunakan moda transportasi motor ke kantor, “Naik motornya nggak ke Bogor, kan, Mbak?” Ya, kesimpulan dari dokter selama jaraknya manusia untuk seorang ibu hamil, dan dijaga cara nyetirnya, silakan saja.

Soal makanan saya mau bahas sedikit dulu, ya. Contoh makan pedas, ya asal nggak berlebih, sebagai penambah selera, menurut saya sah-sah aja. Malah waktu hamil, saya sempat makan durian! TAPI HANYA SATU BIJI (bukan satu buah durian utuh ya). Karena durian diyakini memiliki kandungan gas yang cukup tinggi. Atau sate, nah, kalau ini saya milh-milih banget dimana beli satenya. Kalau bisa jangan diabang-abang, karena sudah pasti bakarnya pakai arang. Beli di restoran yang dibakarnya di atas teflon, jadi bebas arang.

Bahkan selama kehamilannya, tetap dianjurkan olahraga. Misalnya TRX untuk ibu hamil, atau senam hamil. Namun, ada disarankan melakukan olahraga di saat usia kandungan masuk trimester kedua, atau 4 bulan. Di saat kandungan sudah kuat.

Atau ada juga yang parno, soal ibu hamil naik pesawat. Sama seperti olahraga, kata dr. Riyan Hari Kurniawan, SpOG dari RS Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Pelni dan Klinik SamMarie Wijaya, bumil boleh baik pesawat ketika usia kehamilan masuk trimester kedua.

“Untuk kebanyakan ibu hamil, naik pesawat selama hamil adalah aman. Selama ibu dan janin dalam kondisi sehat, ibu bisa bepergian dengan pesawat sampai usia kehamilan 36 minggu. Namun waktu terbaik untuk bepergian dengan pesawat adalah saat trimester 2, yaitu antara minggu ke-14 dan minggu ke-28. Mengapa? Karena saat trimester 2, energi ibu sudah pulih, mual-muntah pagi hari biasanya sudah tidak ada, dan ibu masih mudah untuk bergerak bebas dan berjalan-jalan. Cek syarat penerbangan maskapai penerbangan ibu, karena terkadang peraturan yang berlaku berbeda-beda antarmaskapai,” jelas dokter Riyan.

Bahkan salah satu narasumber MD, Imel Wiseso seorang instruktur Pound Fit, Strong by Zumba (SBZ) dan Barre Cardio Bootcamp, melakukan lari marathon 5k-nya pertama kali ketika ia mengandung 7 bulan.

Berkaca dari bukti-bukti di atas, kalau melihat ibu hamil boleh saja peduli. Contohnya dengan memberikan tempat duduk kita, karena mereka sejatinya sedang membawa beban sekian kilo dalam perutnya. Tapi jangan sampai, punya mind set, ibu hamil itu lemah.


Post Comment