4 Teman Difabel Berprestasi dan Inspiratif

Hari ini dirayakan sebagai Hari Disabilitas Internasional. Kenalan yuk dengan para Teman Difabel yang semangatnya luar biasa dan inspiratif!

Muhammad Fadli

m-fadli

Muhammad Fadli adalah seorang pebalap sepeda motor berprestasi yang kecelakaan hebat hingga kaki kirinya harus diamputasi. Setelah dirawat selama 6 bulan dan bedrest selama 1 tahun di rumah, Fadli memutuskan jadi atlet sepeda.

Setiap hari ia berlatih selama 6 jam hingga membawa pulang medali perunggu di Asean Para Games 2017 dan emas di Asian Para Games 2018.

Selain sibuk menjadi atlet, ia juga masih menyalurkan hobi balap motornya lewat sekolah. Murid-muridnya kini sudah banyak yang mengikuti balapan kelas Asia dan menjadi juara. Inspiratif ya!

Achmad Zulkarnain

bang-zul

Pria 25 tahun asal Banyuwangi ini memang terlahir tanpa tangan dan kaki. Namun keadaan tidak menghentikannya untuk menjadi fotografer profesional sesuai passionnya.

Zul, begitu ia biasa disapa, menggunakan sedikit daging di tangan untuk memencet tombol kamera dan mengoperasikannya dengan bantuan mulut.

Kini, Zul yang hobi mendaki gunung juga sudah punya studio foto sendiri. Ia juga rajin berbagi hasil karyanya lewat akun Instagram yang kini sudah diikuti lebih dari 74ribu orang @bangdzoel_.

Angkie Yudistia

angkie-yudistia

Teman Tuli yang satu ini sudah sering kali wara-wiri di media. Angkie Yudistia divonis Tuli saat kelas 2 SD namun terus berjuang hingga berhasil sekolah S2 dan bekerja di perusahaan multinasional.

Angkie juga merupakan finalis Abang None Jakarta 2008 dan menjadi duta Indonesia untuk ajang Asia-Pasific Development Center of Disability di Thailand.

Selain itu, Angkie aktif membentuk Thisable Enterprise, sebuah asosiasi untuk membantu para Teman Difabel untuk mendapatkan pekerjaan. Angkie juga rajin menulis lho! Sampai saat ini ia sudah menelurkan dua buku berjudul “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas” dan “Setinggi Langit”.

Stephanie Handojo

Source: Republika.com
Source: Republika.com

Stephanie Handojo terlahir down syndrome, namun ia berhasil meraih medali emas di banyak pertandingan tingkat dunia untuk cabang olahraga renang. Di antaranya adalah Special Olympics World Summer Games di Yunani tahun 2011 dan Special Olympics Asia-Pacific 2013 di Australia 2013 lalu.

Gadis kelahiran Surabaya, 5 November 1991 ini juga pernah menjadi wakil Indonesia untuk membawa obor Olimpiade London 2012. Stephanie menjadi satu-satunya anak berkebutuhan khusus dari 20 anak lain yang juga menjadi pembawa obor.

Tak hanya berprestasi sebagai atlet renang, Stephanie juga pernah mendapat rekor MURI sebagai orang yang mampu bermain piano dengan 22 lagu selama 2 jam nonstop.

Source foto M. Fadli, Angkie, Achmad Zulkarnain: Instagram.


Post Comment