Jangan Double Standard Saat Berbagi Peran Parenting Bersama Suami

Seberapa banyak di antara mommies yang tidak percaya ketika anak harus ditinggal bersama ayahnya? Saya bukan salah satunya.

Apakah saya beruntung? Mungkin iya mungkin juga tidak. Karena kenyataannya banyak istri yang memang tidak “rela” memberi peran pengasuhan yang besar pada suami meski mereka juga sebenernya sangat bersedia jika dilibatkan.

IMG_7689

Contoh, saya dinas luar kota selama 4 hari. Pertanyaan standar dari orang adalah “Xylo sama siapa?” padahal jawabannya begitu mudah kan “ya sama appanya lah”. Kemudian datang pujian “wah appanya jagoan ya blablabla”.

Tidak jagoan sih sebenarnya hahahaha. Kami hanya berbagi peran parenting dengan setara. Tidak double standard. Kalau saya bisa pergi berdua anak, maka suami pun bisa pergi berdua anak. Kalau saya bisa mengurus anak sementara suami dinas luar kota, maka suami juga ya bisa.

Kadang yang terjadi adalah, istri yang justru tidak percaya pada suami SEBELUM memberi kesempatan. Hanya karena suami terlihat tidak mampu, jadi ragu untuk memberi kesempatan.

Kasih kesempatannya jangan cuma sekali karena kalau cuma sekali ya gimana belajarnya ya. Harus sering-sering dikasih kesempatan biar anak juga punya bonding yang kuat dengan ayahnya.

Ayah juga bisa kok masak-masak sederhana. Ayah juga bisa kok mandiin anak. Ayah juga bisa banget kok nemenin ayah belajar. Asal kalau ada aktivitas yang cara dilakukannya beda sama kita, ya biar aja. Toh goalsnya tetep makan, mandi, dan belajar kan?

Jadi saya sepenuhnya percaya saja. Lagian ya dia ayahnya, nggak bakal ngebiarin anak kelaparan juga kan. Malah kalau sama ayahnya, Xylo jauh lebih mandiri. Tidur aja bisa sendiri, kalau ada saya kan jadinya manja luar biasa.

Asal ayahnya mau yaaa. Ada juga kan ayah-ayah yang memang nggak suka anak kecil bahkan nggak sabaran sama anak sendiri. Di sini aja sih bedanya, kalau ibu-ibu yang nggak suka anak kecil biasanya ya masih sabar kalau sama anak sendiri lol.

Keuntungannya apa nggak double standard urusan parenting ini? Keuntungannya adalah kita nggak akan terlalu capek dan bisa bebas pergi nginep! Kalau mau aja sih hahahaha Saya sih yay banget untuk nginep beberapa hari tanpa anak dan suami. Begitu juga suami, silakan banget kalau mau pergi nginep sama teman-temannya tanpa saya.

Dan jangan dengarkan kata orang! Orang nyinyir akan bilang pada ibu yang pergi tanpa anak “kasihan anaknya” tapi tidak akan berkomentar serupa jika ayahnya pergi sendirian tanpa anak istri.

Karena sekali lagi, pengasuhan kan tugas berdua ya bukan cuma tugas ibu-ibu. Ada setuju?


Post Comment