Ibu Bekerja Juga Manusia, Bersikaplah Seperti Manusia

Untuk para ibu bekerja di luar sana yang kadang terlalu keras pada diri sendiri, jangan lupa bahwa kita masih manusia, maka bersikaplah layaknya seperti manusia.

Sebagai perempuan sekaligus ibu bekerja yang sibuk mencari nafkah, kadang merasa nggak sih, kalau kita tuh seperti di-setting untuk menjadi kuat, menjadi tegar, buat jangan mengeluh karena nanti dianggap kurang bersyukur atau terlalu banyak menuntut, bahwa tombol yang boleh kita pencet hanyalah tombol untuk menjadi perkasa. Pernah atau bahkan sering merasa seperti itu, nggak?

Padahal, kalau boleh jujur dan boleh nggak tahu malu dan boleh melepas semua pencitraan di social media, pasti adalah ya momen ketika kita mau ‘muntah’ karena segala tanggung jawab dan ‘beban’ yang kita miliki dalam hidup!

Ibu Bekerja Juga Manusia, Bersikaplah Seperti Manusia - Mommies Daily

Momen ketika kita mau bolos kantor, tapi bilangnya sakit atau ada urusan keluarga agar kita bisa kruntelan sama bocah tanpa harus kehilangan jatah cuti satu hari.

Momen ketika kita pulang kantor maunya langsung mandi, makan dan tidur tanpa harus ngurus anak, dan menyerahkan anak ke pengasuhnya (walaupun anak juga udah sama pengasuh seharian).

Momen ketika kita mau nangis sebebas-bebasnya karena udahlah capek dengan jalanan yang macet, masih juga ditambah sampai rumah ngadepin suami yang nyebelin dan anak yang lagi sakit.

Momen ketika kita mau teriak sekencang-kencangnya dan bertanya kepada Tuhan, kenapa sih harus saya yang mengalami ini semua??

Momen ketika kita bermimpi bisa punya saldo tabungan nggak habis-habis tanpa harus kerja keras bagai kuda :D.

Dan momen ketika kita berharap seandainya kita bisa bersikap jujur kepada semua orang tentang perasaan kita, tentang keterbatasan kita, tentang kondisi kita yang sebenar-benarnya. Tanpa harus merasa khawatir jika kita dihakimi, tanpa harus merasa malu kalau memang kita tidak sekuat, setabah, setegar itu!

Lalu kemudian, yang banyak terjadi adalah, kita kembali hanya menekan tombol “menjadi perkasa.” Nangis diam-diam, merasa lelah sembunyi-sembunyi, menekan semua emosi kita yang lain, dan hanya menampilkan sisi kita yang wonder woman, kita yang multitasking.

Lantas kita lupa bersikap layaknya sebagai manusia. Iya manusia …… yang bisa sedih, yang bisa marah, yang bisa kecewa, yang bisa capek luar biasa, yang bisa menjadi lemah, karena kita memang manusia tidak sempurna.

Waktu Tuhan menciptakan manusia, apakah ada spesifikasi khusus untuk ibu bekerja yang menyatakan bahwa ibu bekerja itu tahan banting, tahan kecewa, tahan sakit hati, seperti layaknya jam tangan yang anti air?? Nggak ada kan?

Jadi muntahkan saja semua kelelahan itu, semua kekecewaan itu, semua perasaan tidak berdaya itu. Keluarkan, jangan ditahan-tahan. Nggak salah dan nggak haram. Setelah mengeluarkan semuanya, ketika emosi menjadi lebih tenang dan lega, niscaya kita bisa kembali melompat lebih tinggi, untuk meraih impian kita yang sedang tertunda.

Di balik semua cambukan yang kita berikan ke diri sendiri. Di balik semua tuntutan yang kita berikan ke diri sendiri. Di balik semua senyum nan tegar yang kita tampilkan di hadapan umum. Di balik tawa riang yang kita keluarkan untuk orang-orang di sekitar kita. Ketika kita sudah terlalu keras pada diri sendiri, jangan lupa ingatkan diri, bahwa kita masih manusia.

Jadi, bersikaplah layaknya manusia. Setuju?


Post Comment