Ini Daftar Penyesalan Saya Sebagai Orangtua

Saya jadi orangtua baru 4,5 tahun. Baru sebentaaarrr banget. Tapi kok udah kerasa banyak penyesalannya ya?

Jadi deg-degan apakah makin besar akan semakin banyak penyesalan yang muncul. Mungkin iya, mungkin juga malah jadi bisa lebih berdamai dengan keadaan.

regret

Penyesalan-penyesalan di bawah ini bisa jadi “receh” sih menurut mommies. Tapi bagi saya, meski sudah berusaha seideal mungkin dengan value yang dipegang bersama, tetap saja rasanya ada penyesalan dan ingin mengulang waktu huhu.

Apa saja penyesalan saya sebagai orangtua?

Tidak banyak ambil video

Ini diingatkan oleh CEO Female Daily Mbak Hanifa Ambadar di storiesnya beberapa waktu lalu. Mbak Hani bilang menyesal hanya foto dan tidak video saat anak-anak kecil. Padahal video kan lebih hidup, lebih bergerak, lebih terdengar suaranya.

Wah sejak saat itu, saya yang biasanya nggak pernah ngotot video jadi agak ngotot untuk merekam suasana dan celetukan Xylo. Nggak perlu setiap saat, yang penting ada perwakilan momen aja dalam bentuk foto dan video.

Kemudian menyesal karena waktu kecil justru banyak foto dan video, beranjak umur 2 tahun itu sedikit sekali video yang saya punya karena Xylo sudah lebih suka main. Akhirnya sekarang seseru apapun, selalu minta izin Xylo untuk video barang 20-30 detik untuk memori di masa depan.

Tidak main sensory play sejak kecil

Ini karena saya ignorant sih nggak belajar metode apapun dan percaya pada feeling aja waktu Xylo bayi dan balita. Padahal ternyata sensory play saat toddler itu sangat berpengaruh ke masa-masa dia belajar menulis ya.

Sekarang Xylo masih struggling dalam belajar menulis dan baru rajin sensory play yang biasanya dilakukan bayi dan toddler. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan!

Kurang niat pada segala sesuatu

Toilet training kurang niat, tidur terpisah kurang niat, jadinya sampai sekarang susah banget mau tidur terpisah pada Xylo. Toilet training saja berhasil karena dibantu miss-miss di daycare.

Tidur sendiri masih mikirin gimana metode yang tepat dan apakah saya sanggup tidur lebih malam berhari-hari saat dia sleep training huhu.

Kurang rajin menabung

Ini sepertinya penyesalan banyak orangtua ya ahahahaha. Saya merasa rajin menabung sih tapi tetap belum merasa seniat itu untuk nabung.

Sekarang jadinya deg-degan karena baru menyiapkan dana untuk SD dan sedikit-sedikit untuk kuliah. SMP dan SMA bagaimanaaaa? Stres duluan mikirnnya dan tiap stres gini langsung nyesel kenapa uang yang kemarin dibelikan sepatu bukannya ditabung aja lol.

Beli terlalu banyak mainan

I plead guilty! Kadang Xylo nggak mau kok ya saya beliin-beliin terus. Nggak minta pun dibeliin apalagi minta. Di satu sisi takut dia jadi manja karena semua keinginan mainannya dipenuhi tapi di sisi lain saya selalu ingat pesan Raditya Dika di sebuah wawancara.

Radit bilang ia bisa kreatif dan sukses karena sejak kecil semua keinginannya dipenuhi sehingga energinya bukan untuk memenuhi keinginan tapi untuk mewujudkan mimpi. Bener juga yaaa.

Yang penting tetap saklek pada aturan lain seperti screen time ya!

Kengototan dan membandingkan dengan anak lain

Yang satu ini kayanya susah banget dihapus. Saya sering sekali membandingkan Xylo dengan anak seumurannya dan jadi harus mengingatkan diri sendiri juga berulang kali kalau anak tumbuh dengan kecepatan yang berbeda.

Tapi ya maklum lah rasanya “kalah” gitu ya kalau liat anak seumuran yang udah lebih bisa ini itu huhu. Menyesal karena selalu membandingkan Xylo dengan anak lain tapi selalu mengulanginya lagi. Maaf ya, Xylo. Yang penting tidak disebut ke anak ya, bandingkan dalam hati saja atau curahkan pada suami ahahaha.

Kurang berjuang karena semua jadi untuk anak

Ini yang jadi masalah adalah diri saya sendiri. Setiap lihat orang yang sukses S2 di luar negeri atau berhasil punya bisnis sambil membesarkan anak saya pasti menyesal karena punya anak malah membuat saya jadi lebih santai.

Target saya jadi lebih sederhana: yang penting anak tercukupi kebutuhannya. Padahal saya masih punya berbagai mimpi yang seharusnya bisa diwujudkan meski punya anak. Menyesal tapi kok ya nggak dimulai juga perwujudan mimpinya. Ah sudahlah.

Mommies sendiri bagaimana? Apa penyesalan sejak jadi orangtua?


Post Comment