3 Ayah Pejuang Long Distance Marriage Berbagi Cerita

Suara para ayah mempertahankan kualitas hubungan dengan istri dan anak, meski berjauhan dari segi geografis.

Ketiga narsum ayah MD kali ini berjiwa dan bernyali besar. Karena harus rela hidup berjauhan untuk beberapa waktu dengan istri dan anak. Ada yang jaraknya, Jakarta-Bandung, Jakarta-Jogjakarta, hingga Tangerang Selatan-Lamongan. Istri mereka pun tak kalah hebatnya, dalam frekuensi tertentu, mengurus anak dan rumah seorang diri, salut!

Yuk, kenalan dengan Iton, Adit dan Ardi. Barangkali, kiat mereka mempertahankan kualitas hubungan dengan istri dan anak juga bisa mommies dan pasangan praktikkan.

3 Ayah Pejuang Long Distance Marriage Berbagi Cerita - Mommies Daily

Nama: Surliyadin/Iton (28)
Nama anak: Aranka, 1th 6bulan
Posisi LDM : suami Bandung, istri Jakarta
Pekerjaan: atlet bolabasket profesional
Lama LDM : sejak menikah tahun 2015
Frekuensi pulang : 7hari-8hari, 1x pulang

Dari segi bonding sama anak, apa saja kiat-kiat kamu tetap untuk menjaga kualitas hubungan antara ayah dan anak. Karena risiko LDM, tidak bisa setiap hari bertemu si kecil?

Yang pasti kalau waktu LDM biasanya hari kerja (weekdays) video call 2 hari minimal sekali, atau kadang juga aku kirim video buat Aranka & mamanya kirim video Aranka buat aku.
Kalau weekend/hari libur pastinya full time untuk keluarga. Jadi kalau ada acara-acara lain biasanya tidak masuk prioritas, kecuali emergency banget. Kalau lagi waktunya main sama Aranka, jarang pegang HP atau main socmed. Lebih banyak komunikasi, belajar sambil main, dan ngajarin dia bicara.

Bagaimana kamu mengakali tetap bisa menjaga komunikasi berjalan baik dengan istri?

Nggak ada kesepakatan di awal sih, setiap hari harus telepon. Kalo chatting via iM atau WA sih berjalan normal saja karena sudah biasa. Misalnya kalau pagi biasanya bangunin untuk sholat subuh, terus malam juga telepon, saat sama-sama sedang memungkinkan.
Seharian komunikasi nggak putus via chat atau telepon. Saling cerita tentang apa saja atau ngapain saja seharian. Selain itu bahas tentang berita-berita yang sedang hangat diperbincangkan.

Komitmen apa saja yang Mas Ardi berlakukan bersama istri, untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, walau LDM?

Saling percaya. Biasanya juga selalu mengabarkan mau kemana, dan bareng siapa. Supaya tidak saling mencari, kalau tiba-tiba ada sesuatu yang darurat, dan harus dihubungi.Dan yang pasti terus belajar agama, memperdalam ilmunya, biar nggak gampang goyah iman.

3 Ayah Pejuang Long Distance Marriage Berbagi Cerita - Mommies Daily

Nama: Aditya Suryaputra (32)
Nama anak: Aubrey (6) & Aiden (3)
Posisi LDM : suami Jakarta, istri Jogjakarta
Pekerjaan: Digital Communications, U.S. Embassy Jakarta
Lama LDM : hampir 3 tahun
Frekuensi pulang : 1 minggu sekali, setiap weekend (Jumat malam pulang, minggu malam balik ke Jakarta)

Dari segi bonding sama anak, apa saja kiat-kiat kamu tetap untuk menjaga kualitas hubungan antara ayah dan anak. Karena risiko LDM, tidak bisa setiap hari bertemu si kecil?

Pas balik, sebisa mungkin saya menghabiskan waktu bersama anak-anak: mulai dari memandikan, makan, jalan bareng, tidur, dsb. Penting juga menegaskan ke anak-anak bahwa aku juga bagian dari keluarga dengan cara memajang foto yang gede banget di kamar tidur dan ruang tengah. Lalu, teleponan dan video call tiap hari itu penting banget, supaya anak-anak melihat muka Papanya.

Bagaimana kamu mengakali tetap bisa menjaga komunikasi berjalan baik dengan istri?

Kesalahpahaman adalah hal yang sebisa mungkin dihindari kalau LDM. So, video call atau teleponan tiap hari bisa jadi salah satu cara buat mencegahnya. Ditambah lagi, saya selalu update my whereabouts. Pokoknya istri yang selalu saya beri tahu nomor satu. Daripada istri berasumsi yang enggak-enggak. Sebagai pemanis, saya biasanya menyelipkan ucapan selamat pagi atau selamat makan pakai animoji. Long distance relationship is all about: to preserve the fact that we are loved, not forgotten.

Komitmen apa saja yang Mas Adit berlakukan bersama istri, untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, walau LDM?

Intinya segala permasalahan harus dikomunikasikan. LDM itu kan rawan banget, ya. Hal yang paling kami takutkan itu adalah ketidaktahuan. Karena ketidaktahuan akan menimbulkan asumsi. Asumsi yang berdasar dari ketidaktahuan ya bakalan jadi prasangka. Menurut saya, inilah hal yang paling bahaya buat orang-orang yang menjalin LDR. Karena asumsi kalau nggak dikelola dengan baik, bakalan jadi dasar krisis kepercayaan. Kalau orang menikah sudah nggak ada basis kepercayaannya, ya sulit. Nah, komitmen aku dan istri adalah harus selalu membicarakan kalau ada sesuatu yang memang perlu dibicarakan. Cari waktu yang tepat untuk membicarakannya. Sebisa mungkin jangan ada rahasia.

3 Ayah Pejuang Long Distance Marriage Berbagi Cerita - Mommies Daily

Nama: Ardiansyah Nur Ahmadi Usia 31 tahun (31)
Nama anak: Omarsyah (3)
Posisi LDM : suami di off-shore Lamongan, istri Tangerang Selatan
Pekerjaan: Rig doctor
Lama LDM : sekitar 6 tahun
Frekuensi pulang : 2 minggu on duty, 2 minggu off duty

Dari segi bonding sama anak, apa saja kiat-kiat kamu tetap untuk menjaga kualitas hubungan antara ayah dan anak. Karena risiko LDM, tidak bisa setiap hari bertemu si kecil?

Jadwal kerja saya 2-2  artinya 2 minggu on duty dan 2 minggu off. Pas off saya jadi punya waktu total sama Omar yang bisa digunakan untuk menggantikan saat absen di rumah. Semua hal sama ayah. Dari mandi, main bareng, tidur siang semuanya full day buat anak. Itu momen yang bisa saya maksimalin. Termasuk main hal-hal yang cuma sama ayah misalnya main sepeda, cuci mobil, cuci sepeda bareng, dan bikin cookies bareng.

Bagaimana kamu mengakali tetap bisa menjaga komunikasi berjalan baik dengan istri?

Pada dasarnya kami mengalami hal ini dari semenjak pacaran. Jadi sebisa mungkin tetap bisa ngabarin lewat chat atau video call pas sinyal bagus. Dan biasanya pas pulang, kami meluangkan waktu berdua (ngedate) atau minimal pas Omar tidur kami bisa ngobrolin banyak hal.

Komitmen apa saja yang kamu berlakukan bersama istri, untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, walau LDM?

Sama-sama jaga kepercayaan intinya. Kami tahu batasan. Dan pekerjaan saya ini kan dilakukan untuk istri dan anak. Dan saya juga yakin istri bisa jaga diri dengan baik. Selain itu, saya selalu mengenalkan istri ke teman-teman kerja saya dan istri mereka. Sebaliknya, saya juga mau berkenalan dengan teman kantornya.

Terima kasih para ayah, Mas Iton, Mas Adit, dan Mas Ardi sudah bersedia berbagi cerita. Semoga senantiasa langgeng, dan menjalankan peran suami dan ayah dengan maksimal. :)


Post Comment