Red Table Talk: Tiga Generasi Mengadu Emosi

Beberapa minggu belakangan, saya punya serial favorit baru. Bukan serial fiksi, tetapi talk show yang hostnya berasal dari 3 generasi, Red Table Talk.

Red Table Talk menampilkan Jada Pinkett Smith, Adrienne Banfield-Norris (ibunda Jada, biasa disapa Gammy), dan Willow Camille Reign Smith (putri bungsu Jada dan Will Smith) duduk melingkar di meja merah berkilau di rumah mereka di Malibu. Serial ini tayang di Facebook dan keempat belas episodenya total sudah ditonton lebih dari 200juta kali.

Di meja merah itu mereka mengangkat banyak topik. Dari ketergantungan pada obat sampai soal imigran gelap. Tapi topik favorit saya tentulah tentang parenting dan relationship dari sudut pandang nenek, ibu, dan Willow.

red table talk

Keluarga ini unik karena mereka minoritas di Amerika. Jada bahkan mengaku saat sekolah harus berjualan obat-obatan agar bisa punya uang sementara Gammy berkutat dengan ketergantungan pada heroin sambil membesarkan Jada seorang diri.

Sementara Will Smith sukses sebagai rapper dan aktor sehingga anak-anak mereka tidak pernah tahu rasanya hidup susah. Sejak lahir, mereka sudah di bawah spotlight Hollywood sehingga sudut pandang mereka melihat hidup pun jadi berbeda.

Di balik ingar-bingar keluarga mereka yang tak lepas dari media, banyak pelajaran yang bisa diambil dari bagaimana Jada dan Will membesarkan ketiga anak mereka, Trey (dari pernikahan pertama Will), Jaden, serta Willow.

Pada episode pertama, Motherhood, Jada mengobrol empat mata dengan mantan istri Will Smith, Sheree Elizabeth Zampino. Mereka berbagi kisah bagaimana selama ini mereka menjalani co-parenting untuk membesarkan Trey Smith yang saat itu baru berusia 3 tahun.

Kekhawatiran terbesar adalah, apakah Trey akan mendapat kasih sayang yang sama dengan kedua anak Will dari Jada? Ternyata iya. Saya terharu sendiri lho melihat keakraban mereka. Jaden dan Willow benar-benar menganggap Trey sebagai kakak dan sejak kecil sering liburan dan menginap bersama.

Selain itu, dua episode favorit saya adalah saat bintang tamunya adalah Will Smith. Mereka blak-blakan bagaimana cara mempertahankan pernikahan hingga 20 tahun lamanya. Apa selalu mulus? Tentu tidak.

Ada masa-masa saat Jada mau berulang tahun ke 40, ia menangis setiap pagi selama 45 hari penuh. Setiap bangun tidur yang ia lakukan pertama kali adalah menangis. Jada tidak bahagia padahal mereka sangat sangat tidak kekurangan sampai akhirnya ia sadar. Ia selama ini terlalu berperan jadi ibu, jadi istri, sampai lupa pada dirinya sendiri.

Sounds familiar, moms? Atau sedang merasakan? Jada kemudian melepas semua atribut dan berusaha jadi dirinya sendiri.

I can’t expect someone to love me more than me. You know, if you don’t like being with you, what the hell makes you think somebody else wants to be with you?” ujar Jada.

Will juga merasa kecewa karena selama ini ia selalu berusaha untuk membahagiakan Jada sesuai imajinasinya tentang keluarga. Yang ia tidak sadari adalah ia membentuk Jada, Jaden, Willow menjadi keluarga yang ia inginkan di depan publik. Ia ingin keluarga sempurna seperti yang ia impikan tanpa pernah bertanya pada istri dan anak-anaknya apa mereka bahagia. Ia tidak pernah bertanya apakah Jada, Jaden, dan Willow bahagia hidup seperti itu. Will pun mundur sejenak.

I took off for two years to see what I was doing wrong. I read 50 books on marriage, relationships, behavioral psychology. I was not going to fail in this marriage. But I shut down for two entire years to see what I was doing wrong,” papar Will.

Will mengaku, kata cerai tidak pernah ada dalam kamusnya. Ia pernah diceraikan sekali oleh mantan istrinya, dan ia tidak mau bercerai lagi. Mereka pun mendefinisikan ulang pernikahan dan tidak jadi bercerai.

Ah rasanya nggak mungkin saya summary semua di sini ya episodenya ya moms. Serial ini wajib tonton karena eye-opening dan inspiring. Cek di sini ya!


Post Comment