Marah si Kecil (Juga) Bisa Dikendalikan - Mommies Daily

Lakukan Hal Ini Agar Bisa Berhenti Membentak Anak

Membentak anak rasanya jadi satu-satunya jalan agar emosi tersalurkan ketika kesabaran sudah di ambang batas. Meskipun hal ini terbukti tidak efektif.

Ya, membentak anak tidak efektif untuk membuatnya disiplin. Membentak hanya memberi makan ego ibu dan membuat anak mau menurut karena terganggu dengan suara berisik. Bukan karena disiplin atau karena kemauannya sendiri.

membentak anak - Mommies Daily

Dilansir parents.com, berikut cara agar bisa berhenti membentak anak:

Menyadari membentak anak tidak efektif

Kita akan berpikir bekali-kali untuk membentak rekan kerja atau tetangga, tetapi kenapa kita begitu mudah membentak anak?

Kenyatannya membentak membuat anak tidak nyaman dan tidak akan membuatnya disiplin. Terlalu sering membentak anak juga akan mengganggu bonding ibu dan anak.

Ganti bentakan dengan tindakan

Berlaku untuk balita yang kadang melakukan hal tidak terduga. Dibanding membentak, langsung tangkap anak dan minta ia untuk berhenti.

Menurut riset, 80% anak akan mengulang perlakuan yang diberikan padanya di hari yang sama dan 50% akan melakukannya dalam beberapa jam. Jadi jika anak sering berteriak atau membentak saat marah, ia kemungkinan besar hanya meniru orangtuanya saat marah.

Tarik napas, buang napas

Ketika emosi sudah di ubun-ubun dan rasanya siap untuk membentak, diamlah sesaat dan gunakan waktu diam itu untuk tarik dan buang napas sampai merasa lebih tenang.

Setelah tenang, baru beritahu anak dengan kalem. Lebih baik menunda menegur kan dibanding membentak anak kemudian menyesal?

Jika tarik napas buang napas terlalu sulit, tinggalkan anak di tempat aman dan beri waktu diri sendiri untuk menghindar dan menyendiri beberapa menit.

Bedakan bentakan dengan tegas

Bedanya jelas kok moms. Bentakan biasanya diiringi emosi, namun peringatan tegas biasanya tidak. Jika anak masih lebih kecil, memelankan suara biasanya justru membuat anak lebih tenang dan tidak lagi memberontak.

Katakan dengan suara pelan, apa kesalahannya dan bagaimana yang sebaiknya dilakukan.

Pahami penyebab perilaku anak

Misal saat usia 2 tahun, anak biasanya tantrum karena kebingungan pada emosi. Di usia 3 tahun, anak merasa bisa melakukan segalanya namun seringkali gagal sehingga ia kesal.

Memahami perilaku anak sesuai perkembangan usianya bisa menurunkan emosi lho karena kita tahu anak juga sedang dalam masa sulit.

Buat aturan yang jelas

Buat aturan yang jelas dan disiplin dalam menerapkannya. Kadang kita pusing sendiri anak kok nggak bisa ikut aturan, padahal mungkin kita yang sering melonggarkannya sehingga tidak konsisten. Konsistensi itu sangat penting untuk kedisiplinan.

Ketika aturan sudah jelas, maka seharusnya tidak perlu lagi membentak anak. Tinggal tegaskan ulang peraturan yang sudah disepakati bersama.

Lower your expectation

Kadang yang membuat kecewa adalah ekspektasi kita sendiri. Ekspektasi atas diri sendiri sebagai ibu dan ekspektasi pada anak.

Seperti berharap anak bisa main sendiri berjam-jam padahal rentang konsentrasi anak itu sesuai umurnya. Semakin kecil ya semakin rendah.

Sadari juga kalau kita hanya manusia yang tidak sempurna. Anak berulah mungkin karena kesalahan kita juga. Jadi bercermin dulu bersama-sama sebelum membentak anak ya moms!


Post Comment