6 Alasan Ilmiah Anak-anak Suka dengan Dinosaurus

Si kecil hafal belasan jenis dinosaurus, tahu bagaimana dan apa yang mereka makan, dan bentuk pertahanan dirinya. Ternyata semua itu ada alasan ilmiahnya, mau tahu apa?

Saya nggak tahu persis, kapan Jordy suka sama dinosaurus, dan dari mana dia dapat ilham, “Ok! Aku tuh suka banget sama dinosaurus.” Sekarang usianya 4 tahun 4 bulan, mulai hafal nama-nama dinosaurus. Dia sudah bisa cerita dengan lancar, kenapa Ankylosaurus bagian ujung buntutnya ada bulatan karena digunakan sebagai perisai tubuh, untuk memukul lawannya dalam keadaan terdesak. Lalu si Stegosaurus itu punya sisik besar di sepanjang punggungnya. Owh ya tentu, semua itu hasil bunda yang ikut “jumpalitan” belajar, hahaha.

Alasan Ilmiah Anak-anak Suka dengan Dinosaurus - Mommies DailyImage: by rawpixel on Unsplash

Dari sekian banyak hal dan barang yang disukai Jordy, dinosaurus salah satu yang paling abadi. Sengaja saya beli figure-figure dinosaurus. Dari yang besar, sampai yang mini. Dibawa tidur, mandi, atau bepergian. Jujur, sayanya juga mulai ketagihan mau beliin dinosaurus yang lainnya.

Nah, selidik punya selidik, kegandrungan si kecil akan dinosaurus ternyata punya alasan ilmiah, seperti yang dilansir oleh babyology.com.au.

1. Mereka punya rasa ketertarikan yang kuat akan sesuatu

Ini tuh ada kaitannya dengan fenomena psikologis alami, yang dikenal dengan “minat yang sangat intens atau kuat”, atau disebut ELL’s. Terlihat di usia preschool. Sebagian anak nggak hanya terobsesi dengan dinosaurus, tapi juga aneka macam alat transportasi.

Para peneliti bilang, sekitar sepertiga dari anak-anak yang mereka teliti, memiliki unsur Ell. Muncul sekitar usia 18 bulan. Dampaknya ternyata juga bagus, lho mommies.

-Anak jadi lebih jeli

-Meningkatkan daya fokus dan konsentrasi

-Melatih anak memproses informasi dengan efisien

-Terbiasa mengumpulkan data dan informasi (nama dinosaurus, era di mana mereka hidup, dll)

Baca juga: Kiat Memupuk Rasa Ingin Tahu pada Anak

2. Anak menyukai sesuatu yang menyeramkan

Entah apa persisnya yang ada di kepala anak-anak ini. Masih dari babyology.com.au,  dinosaurus adalah sosok yang sempurna akan imajinasi mereka. Mulai dari gigi tajam, cakar besar, tubuh bersisik dan anggota tubuh yang kekar dan kuat. Makin penasaran dong kalau makhluk sudah tak lagi eksis. Makin menjadi-jadi deh mereka mencari tahu dengan detail informasi seputar dinosaurus.

3.Mereka belajar tentang bumi, hidup dan segala tentang dunia

“Bunda, dinosaurus itu udah nggak ada lagi di dunia? Kenapa bunda?.” -Jordy

Kalau kata palaeontologist, Matt Bonnan, “Dinosaurs put our place in the world into perspective.” Nah, apa yang ditanyakan Jordy di atas kurang lebihnya mewakili pernyataan Matt. Makhluk besar memesona itu secara nggak langsung, mengajarkan anak-anak berpikir: kenapa spesies mereka kini punah?! Bagaimana sebelumnya cara mereka beradaptasi di bumi.

Segala ketertarikan mengenai dinosaurus membantu anak mempunyai gambaran waktu yang berlaku di dunia – bahwa ada masanya sebuah spesies tertentu hidup dan punah. Jadi lebih menghargai masa kini, masa di mana mereka hidup.

4. Anak mungkin meniru insting primitif

Suka perhatikan nggak? Si kecil gemar banget bermain peran sebagai dinosaurus. Misalnya Jordy, dia paling senang jadi T-Rex dan saya? jadi Branchiosaurus, yang dimangsa *__*. Ini tuh semacam kembali ke zaman manusia purba dulu, sebagai pemburu dan pengumpul. Permainan memburu makanan seperti ini, sangat disukai anak-anak.

5. Sesederhana mau mempelajari sesuatu yang baru aja

Bicara tentang dinosaurus berarti ada banyak informasi yang bisa digali. Peluang anak untuk belajar hal baru tak terbatas. Nama, kebiasaan, habitat, makanan, dan lain-lain. Memang pada dasarnya anak-anak senang sama hal-hal yang baru, sih, ya. Hal ini juga tergambar pada anak Ibu As Susan, dikisahkan dalam babyology.com.au. Putrinya yang berusia 6 tahun menyukai sensasi menggali segala hal tentang dinosaurus, yang tidak ada habisnya.

Baca juga: Menghadapi Generasi Alfa yang Sepertinya Akan Jauh Lebih Pintar dari Saya

6. Menonjolkan sisi-sisi sensitivitas

Di tahun 1960-an, psikolog Polandia Kazimierz Dabrowski mengatakan, ada lima area pada anak yang menunjukkan “over-excitabilities” atau “super-sensitivitas.” Yaitu psikomotor, sensual, emosional, intelektual, dan imajinatif.  Nah, kecintaan mereka pada dinosaurus menyentuh sisi intelektual. Artinya mereka terangsang untuk mencari pengetahuan. Mulai dari memahami, mencari kebenaran, menganalisa dan mengategorikan. Nggak ketinggalan sisi fantasi mereka juga bermain, membayangkan kehidupan di zaman purba itu seperti apa.

Sebuah penelitian pun mengatakan laki-laki lebih tertarik dengan dinosaurus, dibandingkan perempuan.

Siapa yang angguk-angguk sepanjang membaca artikel ini?


Post Comment