5 Tanda Kalau Pasangan Ternyata ber-EQ Rendah - Mommies Daily

5 Tanda Kalau Pasangan Ternyata ber-EQ Rendah

Timbang pasangan suka sembarangan meletakkan handuk sih maklumin aja. Asal 5 tanda EQ rendah ini jangan sampai ada di diri pasangan kita.

Mau sudah pacaran 7, 9, 10 tahun pun, sebagai istri seringkali masih terkaget-kaget dengan karakter pasangan. Kok ternyata begini ya? Kok, dia begitu ya? Banyak hal yang sesaat setelah menikah, baru ketahuan ada hal-hal yang kita rasa nggak sreg di hati.

Kalau nggak sregnya hanya sekadar nggak rajin masukkin baju kotor ke keranjang, atau maunya semua masakan dikasih kecap, mungkin kita masih bisa elus-elus dada. Tapi kalau ternyata yang bikin nggak sreg adalah kecerdasan emosi yang rendah gimana, ya?

Sedikit mengingatkan, kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang dalam menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap sebuah informasi akan suatu hubungan. Misalnya saja, nih, sudah tahu kita lagi demam, nggak enak badan, tapi urusan si kecil dan sekadar cuci-cuci piring aja dia nggak mau bantu. Nah, apakah itu merupakan kecerdasan emosi rendah? Atau memang sekadar nggak ngeh saja?

Di bawah ini ada tanda-tanda kalau pasangan kita memiliki kecerdasan emosi rendah. Kalau sebagian besar ada tanda-tandanya, mungkin waktunya butuh bantuan ahli.

5 Tanda Kalau Pasangan Ternyata ber-EQ Rendah - Mommies Daily

Menyalahkan orang lain atas masalahnya sendiri

Dia yang bangun kesiangan, ketemu macet, sampai akhirnya terlambat meeting penting, kita yang disalahin. Padahal sudah digugah-gugah sampai mau jatuh, dianya nggak bangun-bangun. Sekali lagi alasannya capek kerja. Untuk mereka yang kecerdasan emosinya rendah, menyalahkan orang lain dianggap lebih mudah karena ia tak mampu menyadari kesalahan dirinya sendiri.

Nggak bisa baca suasana

Gini, nih, yang sering kejadian. Becanda, becanda, nggak terasa becandanya kelewatan. Yang dibecandain padahal udah kasih tanda, mukanya juga udah nggak enak, kita yang nggak ikutan becanda juga sudah bisa baca, tapi pasangan seakan nggak sadar dan becandanya dianggap lucu sampai diterusin. Pernah ngalamin begini, nggak?

Nyaris nggak punya empati

Nggak bisa mengerti perasaan orang lain, sulit menempatkan dirinya di posisi orang lain, tidak pernah mempertimbangkan efek dari sikap serta ucapannya pada orang lain, bisa menjadi tanda-tanda EQ atau kecerdasan emosi yang rendah.

Punya kesulitan menjalin hubungan dekat dengan orang lain

Sesoliter-soliternya seseorang, paling tidak ada satu hingga dua orang yang lumayan dekat sebagai teman atau rekan kerja. Nah, kalau pasangan nyaris nggak punya teman dekat, bahkan cenderung dijauhi, ini bisa jadi tanda-tanda EQ yang rendah. Tanpa kecerdasan emosi yang baik, sulit bagi seseorang untuk berkomunikasi atau menjalin hubungan yang baik dengan sesama.

Gampang stres

Ada masalah sedikit stres, ada problem setitik tensi naik, pokoknya gampang sekali stres. Ketika emosi sudah meninggi orang-orang dengan EQ rendah tentu saja jadi gampang stres. Karena mereka yang memiliki EQ memadai akan mampu mengelola masalahnya dengan lebih baik.

Bagaimana? Apakah pasangan punya sebagian besar atau malah semua tanda di atas? Atau jangan-jangan kita yang punya tanda-tanda ini? Ahahahaha.


Post Comment