Nak, Mari Belajar dari Para Pemuda di Masa Sumpah Pemuda

Jangan hanya mengingat kapan hari Sumpah Pemuda dan menghapal isi putusan kongres Sumpah Pemuda, ya nak. Karena ada nilai-nilai positif lain yang bisa kalian contoh.

Hai anak-anak mama,

Akan tiba saatnya kalian akan menjadi bagian dari para pemuda di Indonesia tercinta. Tolong ya nak, sebisa mungkin, jadilah bagian pemuda yang membanggakan, jangan memalukan. Mumpung di hari Sumpah Pemuda ini, mama ada sedikit pesan untuk kalian. Pesan di luar pentingnya mengingat kapan hari Sumpah Pemuda dan apa hasil dari kongres tersebut. Pesan mengenai nilai-nilai luhur yang mungkin bisa kalian contoh dari para pemuda atau pemudi di masa lalu.

Nak, Mari Belajar dari Para Pemuda di Masa Sumpah Pemuda - Mommies Daily

1. Jangan meributkan perbedaan

Kalau seandainya para pemuda pemudi zaman dulu terlalu ribet memikirkan perbedaan yang ada di antara mereka, yakinlah bahwa persatuan di Indonesia akan sangat sulit diraih. Mereka dulu nggak hanya terdiri sari satu suku, satu agama atau satu bahasa saja lho nak. Ada banyak perbedaan yang mereka hadapi, tapi mereka tidak melihat itu sebagai penghalang. Jadikan hal itu sebagai panutan, nak. Bahwa perbedaan itu semestinya membuat hidup kita lebih kaya warna, kaya ilmu, kaya teman, kaya pengalaman. Jangan tutup hati dan pikiranmu untuk mereka yang berbeda!

2. Fokus sama tujuan

Ketika mereka berkumpul, niat mereka untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Menegaskan bahwa ada tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia. Nggak mudah mengumpulkan banyak orang dan menyatukan (mungkin) banyak pikiran kalau mereka tak fokus pada tujuan utama. Jadi nak, selalu jaga fokus kamu ketika ingin meraih sesuatu. Jangan mudah terdistraksi, apalagi oleh hal-hal sepele! Duh, hidup kalian masih panjang, dan akan ada banyak hal yang bisa saja membuat fokus kalian beralih. Jadi, tetap jaga fokus kalian ya nak!

3. Sadari bahwa setiap orang memiliki perannya masing-masing

Rumusan kongres Sumpah Pemuda itu ditulis oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas, diberikan kepada Soegondo ketika Mr Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Apa kemudian ada yang komplein atau tidak terima, kenapa yang menulis si A, atau kenapa yang berpidato si B? Nggak ada nak. Jadi, sadar, bahwa dalam hidup, dalam berorganisasi, dalam bekerja, setiap orang memiliki perannya masing-masing. Peran kalian bisa saja terlihat oleh banyak orang, sebaliknya bisa jadi tidak terlalu menonjol. Nggak usah marah, nggak usah nyinyir, nggak usah mengeluh. Ingat saja, sebuah keberhasilan besar tidak akan bisa terjadi tanpa sebuah sentuhan-sentuhan kecil nan sederhana.

Dunia tempat kalian bertumbuh kayaknya akan lebih berat tantangannya dibanding masa mama dulu. Dunia di mana fakta menjadi mudah diputar balikkan, dunia ketika emosi mudah dipancing menjadi amarah dan benci, dunia ketika sesama manusia menjadi asing satu sama lain. Maka, tetaplah menjadi manusia-manusia yang menorehkan kebaikan ya nak, menjadi pemuda-pemuda yang penuh keberanian menyuarakan kebenaran, menjadi pemuda-pemuda yang tidak mengisi hati dan pikiran dengan kebencian.

Selamat Hari Sumpah pemuda untuk anak-anak mama.


Post Comment