Ketika Balita Terus Bercanda Soal Pup dan Kentut

bathroom-jokes

Ada yang balitanya tiba-tiba menyelipkan kata pup dan kentut dalam kalimat yang sama sekali tidak nyambung? Welcome to the bathroom jokes phase!

Ketika Xylo baru lulus toilet training (sekitar umur 3 tahun), tiba-tiba ia sering sekali bilang atau berteriak “pup!” kemudian tertawa sendiri. Atau menyelipkan kata “pup”, “kentut”, atau “pantat” dalam kalimat seperti “aku main dulu ya pupuuupppp!” kemudian tertawa histeris.

Ya padahal menurut kita sih nggak lucu ya tapi ternyata menurut balita kata-kata itu sangat menarik sampai mereka bisa tertawa terbahak-bahak sendiri.

Tenang saja mommies, ini sangat normal dan merupakan sebuah fase dalam tumbuh kembang anak. Fase pertama adalah fase tentang humor di mana anak sudah tidak lagi tertawa pada humor “bayi” seperti cilukba. Ia kemudian mencoba berbagai humor baru yang menurutnya lucu. Kata-kata “jorok” pun akhirnya muncul dan ternyata menurut mereka itu adalah sesuatu yang lucu.

Menariknya, fase ini juga biasanya muncul setelah anak lulus atau sedang dalam proses toilet training. Anak baru sadar bagaimana tubuhnya bekerja mengeluarkan urin dan feses kemudian menganggapnya lucu sehingga terus mengulang kata-kata itu.

Apa yang harus dilakukan?

Pertama, ambil momen untuk belajar sex education dengan menyebut bagian tubuh dengan kata yang benar. Jadi bukan “burung” tapi “penis” dan sebagainya.

Kedua, tetap santai dan jangan bereaksi berlebihan. Kadang anak mengulang jokes karena kita otomatis berteriak menegur. Dia senang mendapat perhatian jadi mengulangnya lagi agar kita berteriak lagi.

Ketiga, beritahu batasannya. Bisa dengan bilang “lucu yaaa tapi bercanda gini di rumah aja, kalau di luar rumah sih malu”.

Keempat, this too shall pass! Hahaha. Ini memang sebuah fase wajar dan tidak perlu dianggap serius. Hanya beberapa bulan juga ia sudah lupa dan tidak mengulangnya lagi kok.

Ada yang anaknya sedang dalam fase ini?


Post Comment