Jangan Katakan 4 Hal Ini Kepada Mereka yang Mencoba Bayi Tabung - Mommies Daily

Fakta-fakta Seputar Trend Bayi Tabung

Ditulis oleh: Febria Silaen

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan salah satu prosedur bantuan teknologi untuk mencapai kehamilan yang termasuk dalam Assisted Reproduction Technology (ART). Selain bayi tabung, yang termasuk ART adalah fertility medication (pengobatan kesuburan) dan surrogacy (ibu pengganti).

Jangan Katakan 4 Hal Ini Kepada Mereka yang Mencoba Bayi Tabung - Mommies Daily

Seperti Tya Ariestya yang sedang menjalani program bayi tabung untuk kehamilan keduanya atau Caca Tengker, adik dari Nagita Slavina yang baru saja melahirkan bayi perempuan dari program bayi tabung.
Menurut Dr. Ivan Rizal Sini, SpoG dari Klinik Morula IVF bayi tabung mula ramai pada tahun 2005 lalu. Ketika itu dalam satu tahun tercatat baru 50 orang yang mengikuti program bayi tabung.

Tapi pada tahun 2017, tercatat sudah ada 3.600 orang dalam satu tahun yang mengikuti bayi tabung di Morula IVF. Hal ini menurut Ivan tentu menunjukkan peningkatan yang signifikan. Artinya masyarakat sudah tahu bahwa program bayi tabung bisa menjadi cara untuk bisa memiliki anak.

“Program bayi tabung jangan dijadikan alternatif terakhir untuk memiliki anak. Tapi untuk pasangan yang sudah menikah lebih dari dua tahun sebaiknya mulai memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dan mulai mempertimbangkan program bayi tabung. Karena keberhasilan bayi tabung akan lebih berpeluang bila pasangan berusia di bawah 35 tahun,” katanya saat Jumpa Pers Morula IVF: 20 Years Journey In Making Dream Come True.

Berdasarkan usia penggunanya, kelompok usia di bawah 35 tahun merupakan yang paling banyak menggunakan ART di Indonesia (48,85 persen). Sedangkan, kelompok usia di atas 40 tahun yang menggunakan ART untuk kehamilan hanya 13,15 persen. Selama setahun pertama pernikahan, terdapat 10 persen pasangan yang belum dikaruniai buah hati.

Secara umum, tingkat keberhasilan ART di Indonesia pada 2015 adalah sebesar 30,17 persen. Tingkat keberhasilan tertinggi berada pada kelompok usia di bawah 35 tahun dengan proporsi sebesar 36,9 persen yang berhasil mengandung. Sedangkan, tingkat keberhasilan terendah berada pada usia lebih dari 42 tahun yaitu sebesar 6,4 persen yang berhasil mengandung. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu yang mempengaruhi keberhasilan teknik ART adalah usia.

Gaya hidup seperti apa yang menyebabkan infertilitas? Kesuburan bergantung pada nutrisi, berat badan, olahraga, tekanan fisik dan psikologis, paparan lingkungan dan pekerjaan, penggunaan narkoba dan obat-obatan. Selain itu, gaya hidup juga menjadi salah satu faktor penentu kesuburan, baik untuk perempuan maupun laki-laki.

Lalu apa yang membuat pasutri muda melirik bayi tabung?

Menurut Dr. Anggia Melanie Lubis, SpOG, kemajuan teknologi dan penyebaran informasi melalui media sosial membuat pasangan muda yang belum memiliki anak melirik pada program bayi tabung.  Apalagi sekarang pasangan muda berani untuk menceritakan tentang program bayi tabung.

“Pasangan muda sekarang sudah tahu apa itu bayi tabung, kenapa mereka butuh bayi tabung. Jadi mereka sebenarnya sudah sangat teredukasi baik tentang program bayi tabung. Perempuan bekerja rentan stres, paparan rokok dan polutan. Belum lagi perempuan dikatakan sebagai tolak keberhasilan bayi tabung. Padahal peran lelaki juga jadi penentu. Jadi memiliki gaya hidup sehat sangat penting,” ujar Anggia.

Selain itu dukungan dari pasangan juga penting. Karena bisa saja di awal atau di tengah perjalanan ada kegagalan.

“Ingat, program bayi tabung melibatkan lelaki dan perempuan. Jadi kedua belah pihak harus bekerjasama, saling mendukung dan menguatkan satu sama lain,” tegas Anggia.


Post Comment