Tips Agar Ibu Bisa Akrab dengan Anak Remaja Perempuan

Ditulis oleh: Febria Silaen

Ibu dan anak perempuan itu seperti air dan minyak. Meski sama-sama terlahir sebagai perempuan bukan artinya selalu akrab dan kompak. Ini beberapa tips untuk bisa akrab dengan anak remaja perempuan kita.

Saya merindukan momen di mana putri kecil saya masih bisa dicium, dipeluk dengan bebas. Diajak foto bersama dengan gaya kompak dan senyum manis.

Tapi saat ini, saya merasa sangat berbeda. Momen yang saya ceritakan di atas sepertinya sulit sekali untuk saya dapat.

Saya merasa, kesibukan di sekolah, di rumah dan usianya yang beranjak remaja membuat kami menjauh. Dan bahkan mirisnya, kami malah lebih sering bertengkar dan adu debat untuk hal sepele.

Satu kali saya pernah marah karena sikapnya yang melawan. Dan setelah marah, saya menyesal. Ada perasaan sedih mendalam. Kalau dihitung waktu sejak pagi hingga malam, dengan aktivitas di sekolah, di rumah hingga tidur malam kami hanya ada dua hingga tiga jam untuk bisa kami nikmati dengan leluasa.

Tapi pada praktiknya kami lebih banyak isi dengan perdebatan. Sampai pada satu titik akhirnya saya merasa saya sedang dalam fase seorang ibu menghadapi anak kecil yang beranjak remaja. Astaga tanpa saya sadar ternyata anak perempuan saya bukan bayi dan balita lagi.

Berbagai informasi seputar menghadapi anak remaja pun saya baca. Dan saya akhirnya mendapati cara agar tetap bisa akrab dengan anak perempuan yang tengah beranjak remaja.

1. Punya hobi sama

Ini penting untuk memiliki hobi yang sama. Setidaknya kami bisa sama-sama menghabiskan waktu melakukan hal yang disukai. Melakukan hal yang sama, di waktu yang sama tentu akan menjadi momen spesial untuk kami bisa saling cerita dan akrab. Selain membaca, kami berdua memiliki hobi menonton. Daripada sibuk meributkan hal kecil, lebih baik menghabiskan waktu menonton kartun dan tertawa bersama sambil leyeh-leyeh di sofa.

2. Jangan mendikte

Ya, ini yang harus saya kurangi. Tidak sering mendikte tentang benar dan salah dari tindakan atau pilihan anak. Apalagi perempuan yang cenderung memakai perasaan, tentu tidak nyaman kalau didikte terus oleh ibunya. Anak perempuan yang beranjak remaja sepertinya sedang mencari jati diri, mau seperti apa dia di hadapan teman-teman dan teman seperti apa yang akan dia pilih. Jadi saya memilih untuk melihat dan mengawasi tanpa harus mendikte. Namun tetap bisa memberikan arahan dengan kalimat positif. Berat, tapi harus bisa!

Tips Agar Ibu Bisa Akrab dengan Anak Remaja Perempuan  - Mommies Daily

3. Miliki ritual yang intim

Mungkin sama seperti pasangan suami istri, harus ada hubungan intimate untuk tetap harmonis, maka begitu pun dengan hubungan ibu dan anak perempuan yang berajak remaja, harus punya ritual yang intim untuk mengakrabkan. Dan syukurlah kami berdua masih memiliki ritual membacakan cerita sebelum tidur, saling menyisirkan rambut hingga main pijat-pijatan seperti di spa. Dan ini kami nikmati sebagai momen untuk saling mengakrabkan.

4. Jangan terus melihat sebagai bayi yang menggemaskan

Ingat, anak perempuan bukan lagi bayi yang menggemaskan. Bukan lagi bayi yang lucu dan bisa diciumi sesuka hati. Anak perempuan yang beranjak remaja sudah tidak nyaman jika diperlakukan seperti bayi.

5. Jadi pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik itu bukan hal mudah. Tapi bukankan sahabat terbaik adalah yang memberikan waktu untuk banyak mendengar daripada bicara. Dan saya ingin menjadi sahabat akrab bagi anak. Ketika ia cerita saya akan belajar mendengar tanpa memotong. Saya mau mendengarkan hingga ia usai cerita baru berkomentar.

6. Berikan kebebasan dan ikut mencoba hal baru

Benar sekali, sewaktu usia saya beranjak remaja kebebasan adalah hal yang dicari. Bebas melakukan apa pun yang saya sukai tanpa ada larangan bahkan omelan. Bebas untuk berdiam diri di kamar membaca komik atau bebas menentukan kegiatan yang akan dilakukan. Melupakan sesaat jadwal rutin yang dibuat sepertinya bukan masalah besar.

Memberikan kebebasan yang bertanggung jawab dan memberikan ruang untuk anak memilih yang disukai. Bahkan boleh juga untuk ikut mencoba hal baru bersama anak. Hal yang menantang sekalipun, misal ikutan bergaya ala K-Pop kesukaan anak. Tentu hal ini akan membuat saya menjadi ibu yang menyenangkan bukan?

No matter how old she may be, sometimes a girl just needs her mom.


Post Comment